LDR Cinta SMA

LDR Cinta SMA
Marissa incaran Ferdi


__ADS_3

Marissa merasa risih saat Ferdi menatapnya penuh nafsu.


"Maaf, Pak! Apa ada sesuatu yang salah?" tanya Marissa memberanikan diri.


"En, enggak!" jawab Ferdi dengan tatapan penuh nafsu


Ferdi adalah tipikal pria hidung belang yang penuh nafsu saat melihat wanita cantik di hadapannya.


"Tapi pandangan bapak itu seperti sedang melecehkan saya," ungkap Marissa dengan wajah kesal


Kemudian Marissa pergi dengan wajah kesal.


"Cantik, sekali!" puji Ferdi


Anggita mencoba menghindari Ferdi, namun tangannya di tarik oleh Ferdi


"Eits, mau kemana?" tanya Ferdi seraya mencengkeram tangan Anggita.


"Eh, aku ada urusan!" elak Anggita yang ingin menghindari Ferdi


"Ikut aku," ajak Ferdi seraya menarik tangan Anggita.


Ferdi pun membawa Anggita menuju mobilnya. Roni hanya terkesiap dan tak bisa menolong Anggita. Karena Roni mengetahui sosok Ferdi yang merupakan pejabat di daerah itu.


"Lepaskan!" ucap Anggita yang sudah berada didalam mobil bersama Ferdi


"Dimana anakmu?" tanya Ferdi dengan tatapan membunuh.


"Gen-dis?" tanya Anggita dengan nada ketakutan.


"Iya, siapa lagi?" bentak Ferdi


"Dia baru saja pulang, karena tadi aku mengantar nya ke klinik." Anggita menjelaskan kepada Ferdi

__ADS_1


"Klinik? Memangnya ada apa dengan anakmu?" tanya Ferdi


"Belum tahu, dia hanya mengeluh perutnya sakit." Anggita terlihat sangat ketakutan.


"Sekarang dia ada dimana?" tanya Ferdi


"Naik taksi online," jawab Anggita


"Kenapa ponsel kalian tidak bisa di hubungi?" tanya Ferdi


"A-ku ke-copetan," jawab Anggita berbohong.


"Alah, kenapa hape anakmu juga tidak bisa di hubungi?" geram Ferdi


"Gendis nitip sama aku, karena kemarin dia tidak membawa tas."


Padahal Anggita sengaja memblokir nomor Ferdi, agar tidak lagi mengganggunya. Alasan Anggita memblokir nomor Ferdi karena Raja tidak ingin menikahi Gendis.


"Narji, cepat kerumah Gendis!" perintah Ferdi


"Alah, masa bodoh!"


Ferdi mencengkeram kuat tangan Anggita, agar tidak kabur darinya.


Narji pun melajukan mobilnya meninggalkan sekolah.


"Pak, aku mohon lepaskan kami!" pinta Anggita dengan wajah memelas.


"Perlu kau ketahui, jika saat ini ada seseorang yang telah melaporkan aku ke polisi." Ferdi menjelaskan kepada Anggita.


"Apa!" Anggita terkejut.


Jika Ferdi dilaporkan ke polisi, pasti dirinya akan terkena imbasnya. Anggita terlihat begitu panik dan ketakutan. Dia tidak ingin masuk ke dalam penjara.

__ADS_1


"Bagaimana bisa?" tanya Anggita dengan tatapan remeh.


"Aku harus mencari tahu tentang hal ini dengan Gendis," ujar Ferdi


"Tapi Gendis tidak pernah menjelaskan apa-apa kepadaku!" ucap Anggita.


"Sudahlah, kau tidak perlu banyak alasan," bentak Ferdi


Anggita terlihat sangat ketakutan melihat wajah Ferdi yang sedang marah.


"Siapa perempuan tadi?" tanya Ferdi mengubah pembicaraan.


"Perempuan yang mana?" tanya Anggita.


"Yang tadi bersama kamu saat masuk sekolah!" hardik Ferdi


"Oh! Dia bu Marissa," jawab Anggita


"Sebagai ganti kesalahanmu, kau harus membuat dia bisa bersamaku." Ferdi mengancam Anggita.


"Apa!" Anggita terkejut dengan penuturan Ferdi


"Kenapa?" Ucap Ferdi menajamkan pandangannya ke arah Anggita.


"Aku tidak mau membuat kesalahan, dia gadis baik-baik."


"Apa kau pikir aku bukan pria baik-baik? Hah!"


"Bu-bukan itu maksudku," ucap Anggita ketakutan.


"Secepatnya kau harus mengenalkan dia kepada ku," ancam Ferdi. "Kalau tidak, aku tidak akan segan-segan membuat perhitungan denganmu."


Mobil Ferdi pun sudah sampai di depan rumah Anggita.

__ADS_1


Silakan berikan komentar dan like


__ADS_2