LDR Cinta SMA

LDR Cinta SMA
Terry terlalu agresif


__ADS_3

Dering ponsel Raja berbunyi, terlihat tulisan kakaknya yang bernama Putri.


"Aku mau jawab telpon dulu," kata Raja yang langsung bangun dan berdiri. Dia berjalan menjauh dari teman-temannya.


"Sin, kira-kira telpon dari siapa?" tanya Terry dengan tatapan curiga ke arah Raja.


Terry adalah gadis hitam manis mempunyai sikap cemburu yang berlebihan. Mungkin karena hal itu, Terry sulit mendapatkan kekasih.


"Kamu tanya saja sama Raja," jawab Sinta.


Terry pun mencebikkan bibirnya karena kesal mendengar jawaban dari Sinta.


Beberapa menit kemudian Raja duduk kembali di bangku.


"Kak Putri mau berlibur ke Indonesia," kata Raja memberitahu kepada teman-temannya.


"Siapa kak Putri?" tanya Terry yang memang belum mengetahui silsilah keluarga Raja.


"Dia kakakku yang bersekolah di Inggris," jawab Raja.


"Oh," kata Terry mengerti.


Usai menghabiskan makanannya, mereka kembali mengelilingi area kampus. Saat ini Dito yang memberi petunjuk tata letak area kampus.


"Bagaimana?" tanya Dito setelah memberi tahu tata letak kampus kepada Sinta dan dua temannya


"Aku tertarik, dan penjelasanmu telah aku kirim kepada Ning sama Puput." Terry sambil memperlihatkan layar ponselnya ke arah Dito.

__ADS_1


"Wah, semakin seru aja deh." Sinta begitu bahagia mendengar teman-temannya ingin bersekolah di Yogyakarta.


"Sin, nanti kamu bisa minta pindah kost aja sama kita-kita." Terry memberikan saran kepada Sinta.


"Ah, iya. Nanti akan aku bicarakan sama kak Sulis."


"Kamu mau kost?" tanya Dito.


"Iya, daripada dia harus pindah ke Jakarta. Lebih baik kost aja sama aku," kata Terry sembari melingkarkan tangannya ke pundak Sinta.


"Kenapa kamu gak tinggal aja di rumahku?" pinta Dito.


"Kita belum resmi menikah," kata Sinta.


"Iya, udah. Kita nikah aja, biar kamu bisa tinggal sama aku." Dito terus memaksa Sinta.


Karena kesal, Sinta pun akhirnya pergi meninggalkan Dito.


Terry dan Raja pun saling melirik satu sama lain.


"Dit, sana kamu samperin Sinta." Terry menyuruh Dito untuk segera menyusul Sinta yang sedang marah.


"Kenapa si Dito ngebet banget mau nikah sih?" tanya Terry sembari berjalan berdampingan dengan Raja.


"Aku gak tahu," jawab Raja.


Kemudian Raja mengantarkan Terry ke rumah Raka. Karena Terry dan Raka adalah saudara sepupu.

__ADS_1


"Bukannya kamu akan tinggal di rumah Raka?" tanya Raja yang sedang mengendarai mobil.


"Enggak, ah. Kalau tinggal di rumah orang, pasti aku sangat merepotkan mereka."


"Tapi orang tua kamu sudah setuju soal ngekost di Yogyakarta?" tanya Raja.


"Sudah aku beri pengertian, dan mereka menyetujuinya," kata Terry. "Nanti kan ada kamu yang jagain aku," kata Terry sambil tersenyum.


Raja menjadi canggung pada sikap Terry yang begitu terbuka. Tetapi dia akan mencoba menjalin hubungan dengan Terry agar bisa melupakan Sinta.


Terry dan Raja tidak pulang bersama Sinta dan Dito. Karena selepas kepergian Sinta, mereka tidak tahu lagi keberadaan dua sejoli itu.


"Kamu hati-hati, jangan ngebut nyetir mobilnya." Terry berpesan kepada Raja.


"Iya," jawab Raja. "Salam untuk Raka," ucap Raja mengiringi kepergiannya.


"Dah," kata Terry seraya melambaikan tangannya melepas kepergian Raja.


"Dah," balas Raja yang sudah masuk ke dalam mobil.


Raja pun melajukan mobilnya pergi meninggalkan Terry.


"Hey, kayaknya makin lengket aja nih." Raka menepuk pundak Terry dan membuat terkejut.


"Ih, apaan sih." Terry langsung masuk ke dalam rumah.


Jangan lupa untuk like dan komentar

__ADS_1


__ADS_2