LDR Cinta SMA

LDR Cinta SMA
Bab 55


__ADS_3

" Sin, kakak gak bisa anter kamu ke Inggris." Sulis mengirimkan pesan pada Sinta.


Sinta bingung, harus meminta pertolongan pada siapa?


Akhirnya dia menghampiri Raja, yang sedang makan di kantin. Sinta, Ayu dan Riska sedang duduk di meja paling ujung. Sedangkan Raja duduk di dekat tukang es.


Sinta berjalan menghampiri Raja, " Raja, bisa kita bicara sebentar? " tanya Sinta.


Raja menghentikan suapannya, dia langsung melihat ke arah Sinta.


Tanpa banyak bicara, Raja langsung berdiri dan berjalan ke hadapan Sinta


" Cie, cie, cie .... "


Teman-teman yang mengenali Raja, langsung meledeknya. Termasuk Raka, yang sedari tadi terlihat cemberut saat teman-teman meledek Sinta dan Raja.


" Kamu mau bicara soal apa? " tanya Raja yang berdiri di belakang Sinta.


Sinta mengajak Raja, menuju taman kecil di depan kantin.


" Kamu bisa menemaniku, ke Inggris? " tanya Sinta dengan tatapan permohonan.


" Inggris? " tanya Raja.


" Kak Sulis tidak bisa pergi bersama ku, dan aku tidak punya teman untuk pergi ke sana." Sinta berucap sambil memberikan alasan.


" Bisakah kau menemaniku? " tanya Sinta penuh harap.


" Aku akan memberikan jawaban setelah pulang sekolah. " Raja pun langsung berbalik meninggalkan Sinta.


Sinta nampak tertunduk lesu dan kecewa, saat Raja menggantung jawabannya. Dia akan menjawab pertanyaan Sinta usai pulang sekolah.


Sinta kembali ke kantin, karena dia belum memesan makanan.


Sementara Raja langsung bergegas menuju kantor. Dan meminta ijin pada gurunya untuk pergi menyusul kakaknya di Inggris.


Raja mempunyai kakak perempuan, yang sedang menempuh pendidikan di Inggris.


Dan itu alasan yan tepat untuk kepergiannya saat ini. Segera dia meminta tolong di buatkan paspor dan visa. Dan sepulang nanti, dia akan menanyakan pada Sinta soal keberangkatan.


Usai mengurus surat-surat, Raja langsung kembali ke kelasnya. Raja tidak ingin terlihat terlalu menonjol, jika dia sudah benar-benar sayang dengan Sinta. Entah rasa sayang seperti apa yang Raja miliki.


Raja kembali ke kelas, dia menunggu jam istirahat berakhir.


Selang beberapa menit, bel berbunyi dan seluruh siswa kembali ke kelas masing-masing.

__ADS_1


Biasanya saat jam pelajaran matematika, Raja selalu absen. Tetapi kali ini dia hadir, demi memberi semangat untuk Sinta.


" Raja, kamu kemana saja? " tanya pak Taufik yang melihat Raja berada di bangkunya.


" Saya ada, Pak! " Raja menjawab dengan santai


Pak Taufik sangat ragu ingin menegur Raja, dia takut di pecat seperti guru-guru sebelumnya.


Namun karena dia sudah geram, dengan tingkah anak kepala yayasan yang selalu absen di mata pelajarannya, maka dia langsung menegur Raja.


" Sebaiknya kamu harus rajin masuk di pelajaran bapak, agar mendapatkan nilai yang bagus saat ujian besok. " Pak Taufik berpesan pada Raja.


" Iya, Pak! " jawab Raja menganggukkan kepalanya.


" Baiklah anak-anak, sekarang kalian buka halaman tentang bilangan majemuk. " Pak Taufik memerintahkan anak muridnya.


Semua mata tertuju pada arahan, yang di berikan oleh pak Taufik di depan kelas.


Selesai memberikan pengarahan tentang cara dan menghitungnya, kemudian para siswa di berikan tugas untuk dapat menyelesaikan sampai jam pelajaran berakhir.


Sinta dapat dengan mudah mengerjakan soal yang di berikan oleh gurunya. Karena memang Sinta sudah mempelajari nya terlebih dahulu di rumah. Sinta memang penggemar pelajaran matematika, dan otaknya sangat cerdas dalam pelajaran matematika


Bel berbunyi, jam pelajaran matematika pun berakhir. Seluruh siswa mengumpulkan tugas dari gurunya.


Tak terkecuali Raja, dia pun ikut mengumpulkan tugas matematika. Raja maju ke depan kelas, untuk memberikan bukunya kepada pak Taufik.


Raja kembali ke tempat duduknya, begitu juga dengan murid lainnya.


Raka memimpin doa, untuk mengucapkan salam perpisahan kepada guru yang mengajar.


Selesai memimpin doa, pak guru pun menyuruh anak-anak untuk pulang.


" Sinta, aku sudah mempersiapkan semua surat-surat untuk pergi ke Inggris." Raja memberitahu Sinta.


" Apa kau yakin? " tanya Sinta seraya mengernyitkan keningnya.


" Iya, dan di sana juga ada kakakku," ujar Raja memberitahu.


" Apa, papamu tidak akan marah? " Sinta meminta penjelasan kepada Raja.


"Papa pasti akan mengizinkan ku, jika aku bilang ingin main ke tempat kakakku." Raja berbohong


Padahal jika Raja pergi pun, kedua orang tuanya tidak akan menanyakan keberadaannya. Kedua orang tua Raja sangat sibuk, sehingga keadaan Raja di rumah tidak akan dipedulikan oleh mereka.


" Apakah kamu sudah mengurus surat-surat?" tanya Raja.

__ADS_1


" Kak Sulis yang mengurusnya, dia tidak bisa ikut karena akan mengadakan seminar di kantornya. Dia menjadi narasumbernya. Aku tak mungkin mengganggu pekerjaannya," ucap Sinta.


" Baiklah, akan ku temani," kata Raja.


Tanpa mereka sadari, ada sepasang mata yang sedang mengamati Sinta.


Dialah Risma, teman Gendis yang sedang berdiri di depan kelas.


Risma sedang menunggu Sinta, "Sinta ... " Risma memanggil Sinta yang sudah keluar dari kelas.


" Kamu?" Sinta bertanya seraya menunjuk jari telunjuk ke arah Risma.


" Aku Risma, teman Gendis." Risma menjawab.


" Oh iya, maaf aku hanya kenal wajah mu tapi tidak dengan namamu." Sinta menjawab dengan tersenyum.


" Sinta, apa kamu tahu Gendis? Tadi dia gak masuk sekolah." Risma melapor pada Sinta, "bukankah kemarin, Gendis ikut denganmu? " tanya Risma.


" Iya, kemarin dia main ke rumahku." Sinta mengiyakan.


" Ada urusan apa, Gendis main ke rumahmu?" tanya Risma penasaran. Karena dia merasa kesal jika Sinta akan merebut Gendis darinya.


" Oh, Gendis hanya ingin tahu rumahku." Sinta beralasan, padahal Gendis datang kerumahnya karena ingin mencurahkan hatinya.


" Apa sebaiknya kita ke rumah Gendis?" pinta Sinta seraya menoleh ke arah Raja.


" Sinta, bukankah kamu akan mengurus surat perjalanan ke--" Raja belum sempat meneruskan lalu di sela oleh Sinta.


" Ayo Raja, kita ke rumah Gendis. Aku ingin mengetahui keadaan nya." Sinta langsung menarik tangan Raja.


" Bye, Risma ..., " pamit Sinta pada Risma seraya melambaikan tangan nya.


" Ish, kenapa Sinta gak ngajak aku?" Risma berdecak kesal melihat kepergian Sinta dan Raja.


Sinta dan Raja sudah sampai parkiran motor. Terlihat Raka melihat Sinta dan Raja, dan dia memutuskan untuk mengikuti mereka.


Raka ingin mengetahui, hubungan Sinta dan Raja. Karena selama ini Raja selalu mengelak, jika di tanya soal hubungan nya dengan Sinta.


Diam-diam Raka mengikuti Raja dan Sinta dari belakang. Raka memperlambat laju motor nya, agar tidak di ketahui oleh mereka.


Raka bingung dengan arah motor Raja, yang bukan menuju rumah Sinta.


" Mereka mau kemana?" batin Raka yang masih fokus mengikuti Raja dan Sinta.


" Ke arah rumah Gendis? Mau apa mereka ke sana? " gumam Raka yang telah memarkirkan motor nya di dekat warung.

__ADS_1


Sementara Raja dan Sinta sudah berdiri di depan pintu gerbang.


Silakan like dan berikan komentar mu


__ADS_2