LDR Cinta SMA

LDR Cinta SMA
Tamu spesial


__ADS_3

"Tok, tok, tok..."


Terdengar suara ketukan pintu sebanyak tiga kali.


Tepat pukul enam pagi, tiba-tiba ada suara ketukan pintu yang membuat Sulis terkejut.


"Siapa pagi-pagi begini bertamu?" gumam Sulis seraya berjalan menuju pintu.


Sulis pun memutar kunci lalu membuka pintu rumah.


"Dito!"


Alangkah terkejutnya Sulis saat melihat Dito ada di hadapannya.


"Assalamualaikum, Kak!" sapa Dito seraya mencium tangan Sulis.


"Sepagi ini kamu sudah sampai di Yogyakarta?" kata Sulis seraya membulatkan kedua bola matanya.


"Iya, aku ingin menemani Sinta. Kapan dia akan dioperasi?" tanya Dito.


"Nanti siang," jawab Sulis. "Iya, udah! Ayo masuk," ajak Sulis mempersilahkan Dito masuk ke dalam rumah.


Dito pun masuk kedalam rumah setelah dipersilahkan masuk oleh Sulis.


"Sebentar, kakak panggilkan Sinta."


Sulis langsung bergegas ke kamar Sinta. "Sin.."


Sulis mengetuk pintu kamar sembari memanggil Sinta.


Belum ada jawaban, sepertinya Sinta masih tertidur. Akhirnya Sulis masuk ke dalam kamar Sinta.

__ADS_1


"Sin, Sinta... Ada Dito," kata Sulis seraya membangun kan Sinta yang masih tertidur pulas.


Sepertinya obat dari dokter membuatnya tidur nyaman malam ini.


"Iya, kak!" kata Sinta seraya mengusap kedua matanya.


"Dito, ada di depan." Sulis berbicara pelan pada Sinta. "Kakak gak nyangka dia akan sangat seperhatian itu sama kamu," bisik Sulis.


"Tuh, aku juga bilang apa!" kata Sinta yang sudah mengenali karakter Dito.


Sebenarnya Dito masih belum boleh banyak beraktivitas. Tetapi karena Sinta akan di operasi, maka Dito memaksa untuk datang ke Yogyakarta.


"Perut kamu masih sakit?" tanya Sulis


"Masih, sedikit!" jawab Sinta.


"Iya, udah! Kamu bangun nya pelan-pelan," ucap Sulis membantu Sinta bangun dari tidurnya.


"Aku keluar aja," kata Sinta yang ingin mengambil jilbabnya.


Sinta pun keluar dari kamar sembari di rangkul oleh Sulis. Karena perut Sinta masih terasa nyeri.


"Sin..." panggil Dito dari arah sofa yang langsung berdiri.


"Duduklah," kata Sinta sembari berjalan ke arah Dito.


Sinta pun sudah duduk di sofa seraya membaringkan tubuhnya.


"Maaf, ya! Aku gak bisa duduk tegak," kata Sinta.


"Iya," jawab Dito. "Kamu sudah makan?" tanya Dito sembari memberikan bungkusan berisi cemilan.

__ADS_1


"Aku lagi puasa," jawab Sinta.


"Ah, iya! Kalau mau di operasi pasti harus puasa dulu ya!" kata Dito. "Jam berapa kamu berangkat ke rumah sakit?" tanya Dito.


"Kak Sulis yang tahu jadwal operasi aku," kata Sinta.


"Iya, sudah! Aku nunggu di sini," kata Dito.


"Dit, kakak mau masak dulu."


Sulis pun pergi meninggalkan Sinta dan juga Dito.


"Terima kasih, kamu mau datang." Sinta tersenyum bahagia melihat Dito


"Aku sangat mencemaskan kamu, saat kak Sulis bilang kamu akan dioperasi."


"Kak Sulis itu lebay," kata Sinta.


"Sin, kalau yang namanya operasi itu bukan lebay. Itu tandanya sedang ada masalah di tubuh kamu, dan kamu harus benar-benar istirahat," kata Dito. "Memangnya ada yang sedang kamu pikirkan sampai lupa makan?" tanya Dito.


Sinta pun tersenyum pias mendengarkan perhatian dari sang kekasih hati.


"Iya," jawab Sinta jujur. "Raja sangat membutuhkan pertolongan ku, makanya aku berusaha mencari jalan keluar."


"Tapi kamu juga harus pikirkan kesehatan mu," ucap Dito. "Iya, sudah. Sebaiknya kamu istirahat sekarang, aku keluar sebentar ada yang harus aku urus."


Dito pun berdiri dari duduknya, lalu pamit kepada Sinta.


"Secepatnya aku kembali," pesan Dito.


Jangan lupa untuk like dan berikan gift serta komentar

__ADS_1


__ADS_2