
"Terry .." ucap Raja terkejut melihat banyak pesan masuk di layar ponselnya.
Ternyata Terry telah mengirim banyak pesan dengan nomor yang belum di simpan.
Dengan semangat, Raja langsung menyimpan nomor Terry.
Raja membaca dari pesan pertama, yaitu terkirim pada jam 20.30 WITA.
'Hey, apa kabar?'
'Aku Terry, save nomor ku. Aku tahu nomor kamu dari Sinta. Apa aku menganggu kamu? Karena ini sudah larut malam.'
'Raja, kamu kok gak bales wa aku*?'
Pesan terakhir dari Terry, yang membuat Raja senyum-senyum sendiri.
Dengan cepat Raja langsung membalas pesan dari Terry.
'Maaf, aku baru sempat membalas. Karena semalam aku ketiduran, lalu hapeku tertinggal di rumah tadi pagi.'
Lama belum juga di balas oleh Terry, akhirnya Raja pun bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
Selang beberapa menit, Raja pun telah selesai membersihkan diri. Kemudian dia mengecek pesan yang sudah dikirim ke Terry sejak tadi.
'Iya, enggak apa-apa.'
Terry hanya menjawab dengan singkat, karena mereka memang belum mengenal.
__ADS_1
Karena merasa tidak ada kalimat yang akan dibahas, Raja pun bingung.
"Aku harus nanya apalagi ya?" gumam Raja seraya membolak-balikan ponselnya.
Akhirnya Raja bertanya tentang pertemanan Sinta dan juga Terry. Tak terasa waktu menunjukkan pukul sepuluh malam.
Mereka pun menghentikan pembicaraan nya melalui pesan singkat.
Sementara Sinta sedang bingung dengan permasalahan Raja. Dia sedang menunggu kakaknya yang masih berada di luar rumah bersama dengan suaminya.
"Kak Sulis, kok lama banget sih pulangnya?" gumam Sinta yang sedang menunggu Sulis di ruang tamu.
Waktu menunjukkan pukul sepuluh malam, akhirnya Sulis pun tiba di rumah bersama Hasan.
"Kakak, kok lama banget pulangnya?" tanya Sinta dengan nada merajuk.
"Kak, bisa bicara sebentar?" pinta Sinta yang melihat Hasan sudah masuk ke dalam kamar.
"Mau bicara apa?" tanya Sulis sembari menoleh ke arah Sinta.
"Sebaiknya kakak mandi dulu," saran Sinta.
Kemudian Sulis masuk ke dalam kamar, dan Sinta pun menunggunya.
Selang beberapa menit kemudian, Sulis pun keluar dari kamarnya. Sulis pun menghampiri Sinta yang sudah menunggu nya sejak tadi.
"Kamu mau bicara soal apa?" tanya Sulis yang sudah duduk di sebelah Sinta.
__ADS_1
"Tentang Raja," jawab Sinta.
"Ada apalagi sama dia?" tanya Sulis dengan tatapan tidak suka.
Sulis memang tidak menyukai Raja, karena menurutnya Raja bisa merusak hubungan Sinta dan Dito.
"Raja sekarang sudah menjadi pacar Terry," jawab Sinta.
"Wah, bagus dong! Itu berarti hubungan kamu sama Dito akan baik-baik saja," ujar Sulis.
Sinta tidak paham dengan maksud kakaknya, itu karena Sinta memang hanya menganggap Raja sebagai temannya. Tetapi tidak dengan pandangan Sulis, yang terlihat Raja memang menyukai Sinta.
"Kak, bukan itu masalah nya." Sinta terlihat kesal saat Sulis telah menuduh Raja.
"Apa masalah nya, toh sekarang sudah ada Terry yang bisa menemaninya."
"Masalah nya dia di fitnah oleh Gendis," ucap Sinta dengan mimik serius.
"Difitnah kenapa?" tanya Sulis.
"Aku pernah cerita sama kakak, kalau Gendis pernah di perkosa oleh papa tirinya."
"Lalu?" tanya Sulis menyela penjelasan Sinta.
"Aku pernah memotonya sebagai barang bukti untuk visum. Lalu dia memanfaatkan gambar itu untuk memfitnah Raja di depan kedua orang tuanya. Dan saat ini, Raja harus bertanggung jawab menikahi Gendis. Padahal jelas-jelas si Terry baru aja jadian sama Raja," ucap Sinta dengan raut wajah kecewa.
like ya guys
__ADS_1