LDR Cinta SMA

LDR Cinta SMA
28


__ADS_3

*S**ebelumnya aku harapkan, kalian masukkan ke list favorit mu. Dan jangan lupa dukung author dengan cara klik like dan berikan vote untuk karyaku*.


Happy reading 😘


Sinta


" Raja, jadi selama ini kalian telah membohongi ku?" tanya Sinta saat jam pelajaran sedang kosong.


" Maksudnya?" tanya Raja yang bingung dengan sikap Sinta. Kemarin dia begitu acuh bila sedang di ajak bicara. Sekarang malah menanyakan tentang kebohongan.


" Perempuan memang sungguh membingungkan." batin Raja yang bermonolog sendiri.


" Kamu sama Dito itu bekerja sama, untuk membohongi ku." Jelas Sinta sambil menolehkan kepalanya ke arah Raja.


Raja bingung, apa yang harus dia jelaskan. Dia hanya seorang pesuruh bayaran, yang hanya menjalankan tugasnya.


" Kami tahu darimana?" tanya Raja.


" Anak-anak, kalian buka buku paket. Sekarang kalian pelajari tentang diskusi." Kata Marisa yang tiba-tiba saja masuk ke dalam kelas.


Pelajaran bahasa Inggris pun di mulai, semua siswa membuka buku paket nya.


Pelajaran diskusi, mengingat kan Sinta pada saat dia dan Dito di panggil oleh guru Bahasa Indonesia kala mereka masih di kelas sepuluh.


Namun perbedaan nya kali ini adalah, dia harus menghafalkan diskusi dengan bahasa Inggris.


" Kamu, kenapa senyum-senyum sendiri?" tanya Raja melihat Sinta sedang tersenyum, sambil menatap buku paket di tangannya


" Mmm, enggak. " jawab Sinta.


" Anak-anak, kalian hafalkan. Besok harus sudah maju satu persatu ke depan kelas." perintah Marisa


" Baik, Bu!" seru anak-anak kelas dua belas.


" Materi kali ini adalah, Discuss with your friends when you come to a new city. Yaitu diskusikan dengan teman kalian ketika kalian datang ke kota baru." Kata Marisa yang sudah berdiri di depan kelas.


Kemudian Sinta mulai membuat kisahnya, lalu di ubah menjadi bahasa Inggris.


Semua siswa mulai membuat karangan, mereka menceritakan kisah nya saat pindah sekolah dari SMP ke SMA. Hal itu yang di perintahkan oleh Marisa.


Karena tidak semua siswa bisa berpergian ke luar kota. Ada sebagian siswa yang tidak mampu, dan tidak bisa berpergian keluar kota.

__ADS_1


Semua siswa mulai berkonsentrasi, memikirkan kata-kata yang akan mereka ceritakan nanti saat di depan kelas.


Marisa memberikan waktu sampai esok, dan nilai yang dia berikan akan menambah hasil rapot. Jadi cara mengajar Marisa adalah memberikan nilai, lewat tugas praktikum nya. Sehingga membuat anak-anak semangat belajar dan berpikir.


" Baiklah, kita sudahi dulu pelajaran hari ini." kata Marisa yang mengakhiri pembelajaran.


Raka pun memimpin doa, dia memberikan aba-aba dan selesai nya langsung mengucap salam.


" Selamat siang, semoga kalian sampai rumah dengan selamat." kata Marisa sambil tersenyum, lalu pergi dari ruang kelas.


" Sinta, kamu mau pulang bareng aku?" tanya Raka yang datang menghampiri Sinta


" Maaf Raka, aku sudah memesan ojek online.' kata Sinta yang langsung menggendong tasnya, lalu pergi meninggalkan Raka.


" Kenapa Sinta begitu acuh padaku?" gumam Raka yang masih penasaran dengan sikap Sinta.


" Sebaiknya, jangan lagi kau ganggu dia." kata Raja memperingatkan.


" Hey, aku tahu kau anak pemilik yayasan. Tapi bukan berarti harus melarangku mendekati Sinta." kata Raka sambil menatap sinis ke arah Raja. Kemudian dia langsung berbalik badan dan pergi meninggalkan Raja.


" Raka, Sinta sudah punya pacar." kata Raja yang memanggil Raka. Sontak Raka pun menoleh ke arah Raja


" Apa? Pacar?" kata Raka yang mengulang pertanyaan nya.


" Aku, sudah putus dengan nya." kata Raka.


" Tapi Gendis masih belum terima, soal itu.' ucap Raja mengingatkan.


****


" Sin, " panggil Raja yang mengejar Sinta. Sinta baru saja ingin keluar dari gerbang sekolah. Sebenarnya dia bohong soal pesanan ojek online. Karena Sinta malas berhubungan dengan para pria, yang salah mengartikan senyumnya.


" Apa?" sahut Sinta yang menoleh ke arah Raja.


" Aku ingin menjelaskan, soal hubungan ku dengan Dito." Kata Raja yang sudah berdiri di depan Sinta, " Apa, Dito telah menjelaskan semuanya?" tanya Raja.


" Dia hanya tidak ingin, membuatku bersedih, saat dia pulang ke Inggris." papar Sinta.


" Apa kau mau, aku ajak ke gerai minuman milik Dito?" tanya Raja


Sinta berpikir, dengan tawaran Raja. Dia teringat dengan perbincangan mereka tempo hari, soal Sinta harus mengurus usaha milik Dito yang berada di Yogyakarta.

__ADS_1


" Apa kau yakin, aku bisa membantumu?" tanya Sinta mencoba menolak.


" Kau pandai berhitung, bagaimana mungkin tidak bisa?" tantang Raja.


" Baiklah, akan aku coba. Walaupun di sekolah kita hanya belajar teori. Aku akan mempraktekkan nya, di usaha milik Dito." kata Sinta yang akhirnya setuju, untuk membantu mengelola usaha franchise minuman milik Dito.


" Apa sekarang bisa?" tanya Raja.


" Bisa, hanya saja kamu harus mengantar ku pulang sebelum jam lima sore." kata Sinta memberi isyarat.


" Oke, aku akan tepat waktu mengantarkan mu pulang." kata Raja menyanggupi.


" Raja, kau bilang Sinta sudah punya kekasih. Atau itu hanya akal-akalan mu, agar aku tidak bisa mendekati nya." bentak Raka yang mendekati Raja dan Sinta.


" Kamu ngomong apa, sih?" tanya Sinta.


" Tadi Raja bilang padaku, katanya kamu sudah punya pacar. Makanya dia melarangku untuk mendekati mu." ujar Raka dengan wajah emosi.


" Sebenarnya iya, hanya saja saat ini aku ingin fokus belajar." kata Sinta mengiyakan.


" Lalu, kenapa kau mau di antar pulang olehnya?" tanya Raka, " Sedangkan denganku, kau selalu banyak alasan." kecewa Raka pada sikap Sinta.


" Maaf Raka, aku gak bisa jelasin sama kamu. Lebih baik, kita berteman seperti biasa. Dan sejujurnya, aku takut Gendis akan menggangguku lagi." kata Sinta.


" Kalau soal Gendis, aku bisa bilang sama dia agar jangan pernah mengganggu mu lagi." kata Raka.


" Raka, kami tidak punya waktu banyak. Apa kau sudah menyelesaikan pembicaraan mu?" sela Raja yang turun dari motor. Lalu Sinta di tarik tangan, dan dia langsung naik ke atas motor.


Raja memakaikan helm di kepala Sinta, kemudian dia melajukan motornya meninggalkan Raka.


Raja mengajak Sinta, ke salah satu cabang franchise milik Dito.


" Ini, milik Dito?" tanya Sinta terkagum-kagum melihat bangunan berukuran 5x5 meter. Mengusung model container cafe 3D, berwarna coklat muda dan tua. Ada lima karyawan yang bekerja, dengan seragam berwarna merah cabe.


" Kau tahu, kenapa warna seragam nya seperti itu?" tanya Raja.


" Iya, aku tahu. Itu karena warna kesukaan ku." papar Sinta.


" Siang, Raja." sapa salah seorang karyawati.


" Siang." jawab Raja, " Perkenalkan, pemilik baru kafe shop ini." kata Raja yang memperkenalkan Sinta pada Aina, karyawati yang usianya kisaran tujuh belas tahun.

__ADS_1


Aina pekerja paruh waktu, usai sekolah dia langsung bekerja di kafe shop. Aina adalah teman Raja, yang berasal panti.


Silakan like dan vote ya.


__ADS_2