LDR Cinta SMA

LDR Cinta SMA
Nyontek PR Raja


__ADS_3

Hey guys, jangan lupa untuk selalu tinggalkan tap like untuk karyaku. Jika kamu suka berikan vote dan komentar ya. Dukungan mu sungguh berarti untuk membuat ku semangat update.


Pagi pun tiba, Sinta telah rapi mengenakan seragam sekolah nya.


Hari senin adalah waktunya upacara, tidak terasa sudah seminggu dia berada di Yogyakarta.


" Sin, kamu baik-baik saja?" Tanya Sulis yang melihat wajah adiknya begitu lesu.


" Iya, " jawab Sinta malas.


" Kamu sakit?" Tanya Sulis


" Iya, sakit frustasi." Batinnya, dia tidak mungkin menceritakan masalah nya kepada kakaknya. Bisa-bisa akan menjadi bahan ejekan dan candaan.


Pasti Sulis akan menceramahi nya, soal kemarahan Dito karena tahu Sinta dekat dengan Raja.


Mobil Sulis berjalan dan meninggalkan rumah nya.


Sinta masih teringat, jika hari ini adalah kepulangan Dito ke Inggris.


Pagi ini Dito akan mengurus KTPnya, dan pasti siangnya masih ada di Yogyakarta.


Sinta berencana akan langsung ke rumah Dito, barangkali Dito akan pulang terlebih dahulu.


Sinta tidak sabar ingin cepat-cepat siang, agar bisa menemui Dito dan menjelaskan semuanya.


Sesampainya di sekolah, Sinta pamit kepada Sulis. Dan seperti biasa, dia akan mencium tangan nya.


" Assalamualaikum." Kata Sinta yang mengucapkan salam.


" Wa'alaikum salam, jangan cemberut gitu dong. Jadi gak cantik, tahu!" Ledek Sulis.


Sinta hanya mencebikkan bibir nya, dan berjalan meninggalkan mobil Sulis.


Sepanjang perjalanan menuju kelas, wajah Sinta terlihat murung. Tak ada ekspresi senyuman yang biasa dia lakukan, saat di sapa oleh teman-temannya.


" Sin, kamu kenapa?" Tanya Ayu yang melihat kelesuan di wajah Sinta.


" Aku, enggak apa-apa." Jawab Sinta sambil menaruh kepalanya di atas meja, dengan berbantalkan kedua lengannya.


" Sin, kamu uda ngerjain PR bahasa Inggris?" Tanya Riska yang menoleh ke arah Sinta.


" PR bahasa Inggris? " Tanya Sinta yang mengingat lagi pelajaran minggu lalu.


" Oh iya, aku lupa." Kata Sinta sambil menepuk keningnya.


Dengan cepat, Sinta langsung mengeluarkan buku bahasa Inggris. Segera dia mengerjakan tugas minggu lalu, yang akan di koreksi sepuluh menit lagi.


" Aduh, kalo bahasa Inggris si Rendi jagonya." Batin Sinta yang panik.


" Ini, kamu bisa nyontek punyaku." Kata Raja yang menyodorkan buku tulis.


Ayu dan Riska terlonjak kaget, karena tal biasanya Raja hadir pada jam pelajaran pertama.


Dan di tambah terkejut, saat Raja telah menyelesaikan PR bahasa Inggris.

__ADS_1


Sinta pun bangun, dan mempersilahkan Raja untuk duduk.


" Duduklah, aku akan usaha sendiri." Jawab Sinta dengan nada ketus.


" Iya sudah, kalau tidak mau." Kata Raja yang mengambil kembali bukunya.


" Sin, kamu kan bisa pinjam buku Raja. Siapa tahu jawabannya benar, aku aja gak ngerti." Bisik Riska.


Karena merasa tak enak hati, maka Sinta menolak.


" Enggak ah, aku bisa kerjain sendiri." Kata Sinta


Tiba-tiba Raja menyodorkan bukunya, dan melebarkan di depan buku Sinta.


" Udah Sin, udah mepet waktu nya. Kita nyontek aja." Rayu Ayu yang juga belum mengerjakan PR bahasa Inggris.


" Aduh, kenapa dua temanku ini benar-benar malas ya!" Keluh Sinta.


" Iya, sudah." Dengan terpaksa Sinta mengambil buku Raja, dan menyalin tugasnya.


Raja hanya tersenyum tipis melihat tingkah Sinta, yang sangat keras kepala.


Bel masuk berbunyi, mereka telah menyelesaikan tugas menyalin pekerjaan milik Raja.


" Kita gak tahu benar apa salah, kalau salah semua kamu harus traktir kita ya!" Kata Ayu yang mengancam Raja.


" Iya, aku traktir." Jawab Raja.


" Tapi kalau aku betul semua, apa hadiah nya?" Tanya Raja sambil mengangkat kedua alisnya.


" Kamu bisa di traktir Sinta." Sahut mereka berdua


" Apa? Kenapa harus aku? Bukankah kalian juga menyalin tugas Raja?" Tanya Sinta yang bingung melihat sikap kedua temannya.


Bel masuk berbunyi, semua siswa pun berkumpul di lapangan upacara. Mereka akan mengadakan upacara rutin setiap hari senin.


Upacara bendera berlangsung khidmat, seluruh siswa berbaris rapi dan tertib.


Sinta teringat kala Dito berdiri di sebelahnya, saat itu Dito menjabat sebagai ketua kelas. Seketika lamunan nya tentang Dito buyar, kala Raja menyenggol lengannya.


“ Heh, melamun aja. Upacaranya udah selesai, ayo balik.” Ajak Raja.


“ Apa, uda selesai?” Sontak Sinta terkejut saat melihat semua siswa berhamburan masuk ke ke kelas.


Sinta pun langsung meninggalkan Raja, dan berjalan menuju kelasnya.


“ Ish, di tolongin malah ninggal.” Gerutu Raja.


Sesampainya di kelas, Sinta menunggu Raja untuk duduk di sebelahnya.


“ Mana sih tuh orang, kok lama banget.” Gumam Sinta sambil melihat ke arah pintu. Tak juga nampak kehadiran Raja, akhirnya dia pun duduk.


“ Permisi...” kata Raja yang sudah berdiri di sebelah Sinta.


Sinta langsung bangkit dan berdiri, dia memberi celah untuk Raja menduduki bangkunya.

__ADS_1


“ Terima kasih.” Ucap Raja.


“ Gak usah sok manis.” Gerutu Sinta saat sudah duduk.


Selang beberapa menit kemudian, Marisa datang dan masuk ke dalam kelas. Dia memulai pelajaran pertama yaitu bahasa Inggris.


“ Anak-anak, kalian kumpulkan PRnya. Mulai dari belakang, dan nanti di tukar bersilang dengan barisan lainnya.” Teriak Marisa dari arah depan kelas.


“ Baik, Bu.” Sahut seluruh Siswa serentak.


Sinta pun berdiri, dia mengambil buku dari urutan paling belakang. Kemudian dia tukar dengan barisan Raka.


Marisa menunjuk salah satu siswa untuk menjawab hasil pekerjaan mereka. Dan ada beberapa anak yang menjawab salah, karena memang buku yang di pegang bukanlah punyanya.


Usai mengoreksi semua tugas, buku di kumpulkan untuk di nilai oleh sang guru cantik


Kemudian buku di bagikan kepada sang pemilik, dan Raka bertugas untuk membagikannya.


Mereka melihat hasil penilaian dari guru, dan ternyata jawaban yang di berikan oleh Raja isinya betul semua.


Betapa tercengang Ayu, Riska dan Sinta kala melihat nilai di buku mereka.


" Raja, kamu diam-diam pintar juga ya!" kata Ayu memuji.


" He, he, berarti nanti kamu minta traktir ya sama Sinta." kata Riska terkekeh.


" Loh, kok jadi sama aku?" bingung Sinta melihat kedua temannya yang lepas tangan.


" Perwakilan, maaf ya Sin. Aku jajannya pas-pasan." kata Ayu seraya menyatukan kedua tangan nya.


Begitu pun Riska, memandang Sinta dengan wajah memelas.


" Baiklah, tapi besok-besok aku gak mau nyontek hasilnya Raja." ancam Sinta.


Raja hanya tersenyum miring melihat tingkah para gadis di hadapannya.


Bel istirahat berbunyi, Raja menagih janjinya.


" Kamu punya duit, buat mentraktir ku?" Tanya Raja dengan senyum mengejek.


" Maaf ya, Sin. Kita mau ke perpustakaan dulu. Mau baca-baca." Kata Ayu dan Riska yang pergi begitu saja.


" ish, dasar gak tanggung jawab.' kesal Sinta.


" Iya udah, kamu mau makan apa?" Tanya Sinta dengan nada ketus sembari mengeluarkan uang jajannya.


" Yah, gak enak dong makan sendiri." Ucap Raja kecewa.


" Iya, terus gimana?" Tanya Sinta.


" Kamu temenin, akulah." Jawab Raja


-


Silakan like dan berikan komentar mu

__ADS_1


__ADS_2