LDR Cinta SMA

LDR Cinta SMA
Dito menemui Rinjani


__ADS_3

"Apa rencanamu?" tanya Raja.


"Aku ingin menyamar," jawab Dito.


"Menyamar?" Raja dan Herman terkejut berbarengan.


"Apa maksudmu?" tanya Herman.


"Aku ingin masuk ke yayasan sebagai perempuan," kata Dito.


"Hah!' Raja dan Herman terkejut mendengar penuturan Dito.


"Ide gila!" ucap Raja sambil berpikir. "Apa kata Sinta nanti?" pikir Raja saat membayangkan Dito memakai baju perempuan.


"Hush! Jangan meledek, semua ini karena aku ingin membantu mu untuk tidak menikah dengan Gendis."


Raja pun hanya tertawa kecil mendengar penjelasan Dito.


"Apa lagi selanjutnya?" tanya Herman.


"Jika aku sudah mendapatkan bukti yang cukup, segera kita gerebek yayasan itu." Dito memberikan usul.


"Baiklah, untuk saat ini aku akan membelikan alat-alat yang canggih untuk menyadap pembicaraan mu dengan para tersangka." Herman segera memesan barang-barang yang akan di butuhkan untuk aksi Dito.


"Apa kamu akan pakai wig?" tanya Raja melihat rambut Dito dengan potongan cepak.


"Aku mau pakai jilbab saja," jawab Dito


"Sepertinya akan terlihat cantik," ledek Raja.

__ADS_1


Dito menajamkan kedua matanya ke arah Raja yang sedang meledeknya.


Keesokan harinya, Dito meminta Sinta untuk mengantarkan ke mall terdekat.


"Sinta, bisa bantu aku?" tanya Dito ragu.


"Bantu apa?" tanya Sinta yang sudah berada di sebelah Dito. Mereka akan berangkat sekolah.


"Aku ingin membeli gamis, tapi ukurannya seperti badanku."


"Gamis! Untuk siapa?" tanya Sinta seraya mengerutkan keningnya.


"Untuk --" ucapan Dito terhenti, kala Sinta menanyakan gamis yang di bicarakan nya itu untuk siapa?


"Untuk siapa?" tanya Sinta dengan raut wajah curiga.


"Untuk, bi Inah!" jawab Dito bersemangat.


"Badan kamu sama bi Inah berbeda, kenapa kamu ingin belikan gamis bi Inah dengan ukuran kamu?" tanya Sinta.


"Iya, bi Inah itukan gendut. Kalau kepanjangan bisa di pendekin, tapi kalau sempit gak bisa di lebarin." Dito memberikan alasan logis.


"Oh, iya! Nanti kamu langsung jemput aku," kata Sinta.


Dito pun melajukan motornya meninggalkan rumah Sinta.


Sementara Raja sedang menyusun strategi untuk membuat Dito dapat masuk ke dalam yayasan itu. Raja harus membuat skenario untuk Dito agar bisa tampil sempurna.


"Dit, aku sudah buat beberapa alasan kamu masuk ke yayasan itu." Raja menghubungi Dito yang sedang berada di kampusnya.

__ADS_1


Dito telah selesai mengantarkan Sinta, lalu dia langsung menuju ke kampus.


Dito kembali mencari informasi tentang Feri dari para mahasiswa.


Kali ini Dito kembali menghampiri mahasiswi yang kemarin dia temui.


"Maaf, Rinjani," panggil Dito yang melihat Rinjani akan naik ke atas tangga. "Boleh minta waktu sebentar?" tanya Dito


Rinjani pun menghentikan langkahnya, lalu berdiri menghadap Dito.


"Boleh," jawab Rinjani dengan senyum mengembang.


"Kamu ada kelas?" tanya Dito.


"Iya," jawab Rinjani. "Tapi kalau kamu butuh bantuanku, aku akan bolos."


"Oh, sebaiknya aku tunggu kamu sampai selesai kuliah."


"Baik, kamu bisa hubungi aku. Kemarin kamu menyimpan nomor ku, bukan?" tanya Rinjani.


"Iya, nanti aku akan menghubungi mu." Dito pun langsung berjalan menuju kelasnya.


Dito akan menanyakan beberapa pertanyaan kepada Rinjani tentang persyaratan masuk ke dalam yayasan.


Sementara Sinta telah masuk ke dalam kelasnya. Dia melihat bangku Raja yang masih kosong.


"Ini anak, kemanalagi?" gumam Sinta seraya melirik ke arah sebelahnya.


Selang beberapa menit Raja pun datang bersama dengan pak Taufik.

__ADS_1


"Selamat pagi, anak-anak..." sapa pak Taufik yang sudah masuk kedalam kelas.


__ADS_2