
"Iya," jawab Sinta seraya menahan rasa sakit di perutnya.
"Kamu gak bawa hape ya?" tanya Sulis
"Enggak, Kak!" jawab Sinta.
"Yah! Kakak mau ke warung sebentar beli minum. Takutnya kalau kamu uda di panggil jadi bisa hubungi kakak," ucap Sulis dengan nada kecewa.
"Kalau lagi sakit gini, aku gak kepikiran soal apapun."
Sulis pun menahan rasa hausnya, demi sang adik yang sedang meringis kesakitan.
Selang beberapa menit kemudian, nama Sinta pun di panggil oleh perawat.
Raja sedari tadi sibuk menghubungi ponsel milik Sinta. Sejujurnya Raja sangat cemas dan khawatir dengan keadaan Sinta
"Apa sebaiknya aku kerumahnya nanti?" pikir Raja.
Kemudian Raja pun bergegas menuju kelasnya, karena Marissa sudah masuk ke dalam kelasnya.
"Anak-anak!" seru Marissa
"Iya, Bu!" jawab para siswa serempak.
"Sinta kemana?" tanya Marissa seraya melihat ke arah bangku Sinta.
__ADS_1
"Enggak tahu, Bu! Sinta gak kasih kabar, handphonenya pun gak aktif. Aku coba telpon ke telpon rumah juga gak dijawab," ucap Raka menjelaskan. Raka memang bertanggung jawab atas kegiatan para siswa dan siswi dikelasnya.
Pelajaran pun dimulai, seluruh siswa tenang mengikuti penjelasan Marissa.
Selama pelajaran berlangsung, Raja tidak fokus mendengar penjelasan Marissa.
Akhirnya bel pulang berbunyi, seluruh siswa pun berhamburan keluar dari kelas masing-masing.
Raja segera melajukan motornya ke rumah Sinta.
Sepanjang perjalanan, Raja terlihat cemas dan khawatir
Sinta sudah selesai di periksa oleh dokter. Ternyata Sinta harus menjalani operasi usus buntu.
"Kak! Aku takut," keluh Sinta.
Dokter pun mengeluarkan memo rujukan kepada Sinta.
"Ini surat ijin sekolah selama seminggu," kata Dokter menjelaskan.
"Apa! Seminggu? Apa gak kelamaan Dok?" kaget Sinta. "Bisa-bisa aku akan ketinggalan pelajaran."
Karena sebentar lagi Sinta akan mengikuti ujian kelulusan sekolah. Tidak mungkin dia libur selama itu, karena akan ketinggalan banyak materi pelajaran.
"Sinta, nanti kamu bisa menghubungi gurumu atau temanmu untuk proses pembelajaran." Dokter mencoba menenangkan Sinta.
__ADS_1
"Yang penting sekarang kamu harus sembuh dulu," ujar Sulis.
"Mulai operasi nya kapan, Dok?" tanya Sulis.
"Besok siang, untuk saat ini masih boleh makan. Tapi untuk nanti malam di sarankan puasa, ya! Berpuasa selama delapan jam sebelum operasi baik laparotomi maupun laparoskopi. Tujuannya adalah mencegah risiko masuknya partikel makanan atau minuman ke paru-paru saat operasi. Lambung yang kosong juga memudahkan kami dari pihak dokter dapat melihat dan menemukan usus buntu yang bermasalah."
"Baik, Dok!" jawab Sinta
"Baik, sampai ketemu besok siang di rumah sakit."
Sinta dan Sulis pun pulang kerumah, Sinta di beri obat nyeri agar tidak terlalu sakit di bagian perutnya.
"Kak! Besok siapa yang akan menjagaku?" tanya Sinta.
"Sebaiknya kamu pikirkan kesehatan mu," ujar Sulis. "Jangan terlalu mikirin orang lain."
"Iya, kak!" jawab Sinta.
Sesampainya di rumah, terlihat Raja yang sedang bersandar di depan pintu rumah Sinta.
"Raja! Kamu ngapain di sini?" tanya Sinta terkejut dengan kehadiran Raja.
Raja langsung menghampiri Sinta yang akan keluar dari mobilnya.
"Kamu sakit?" tanya Raja melihat Sinta yang sedang memegang perutnya.
__ADS_1
"Iya," jawab Sinta dengan pelan.
Raja memegang tangan Sinta, lalu menuntun nya masuk ke dalam rumah.