
Sesampainya di sekolah, Sinta langsung turun dari motor. Kemudian dia pun bergegas masuk ke dalam sekolah setelah melihat kepergian Dito.
"Sin, cakep banget!" puji Riska yang kebetulan berpapasan dengan Sinta saat akan masuk gerbang sekolah.
Riska melihat Dito yang sedang membuka helmnya, lalu Dito membukakan helm di kepala Sinta.
"Siapa?" tanya Sinta.
"Itu cowok yang anterin kamu tadi," ujar Riska mengiringi perjalanan mereka menuju kelas.
"Oh," jawab Sinta sambil tersenyum.
"Kok, Oh aja?" tanya Riska penasaran sembari menyeimbangkan langkahnya dengan Sinta. "Apa dia kakak kamu?" tanya Riska antusias
"Dia tunangan ku," jawab Sinta
"Oh Mj," kagum Riska
"Subhanallah," sela Sinta.
"Oh, iya astagfirullah..." balas Riska.
Sinta hanya membulatkan kedua bola matanya, melihat tingkah teman di sebelahnya.
"Dia datang ke Yogyakarta?" tanya Riska
__ADS_1
"Dia pindah kuliah di sini," jawab Sinta
"Iya, ampun! So sweet banget, aku jadi iri!" kata Riska sambil memeluk lengan Sinta.
"Riska, risih ih!" Sinta mencoba melepaskan tangan nya.
"Sinta..." panggil Gendis yang telah menghalangi jalan Sinta untuk masuk ke dalam kelas.
"Ada apa?" tanya Sinta
"Aku mau--" ucapan Gendis terhenti kala melihat Riska di sebelah Sinta.
Gendis tidak ingin masalahnya di ketahui oleh teman-teman sekolah. Karena Gendis hanya percaya kepada Sinta.
"Kamu mau apa?" tanya Riska dengan nada angkuh.
Tetapi di cegah oleh seseorang. "Jangan paksa dia," kata Raka yang langsung melepaskan tangan Gendis dari tangan Sinta.
"Gendis, kamu sudah diperingatkan oleh Raja apa?" tanya Raka menegaskan.
Gendis langsung memalingkan wajahnya, kenapa Raka juga ikut-ikutan melarang nya mendekati Sinta.
Semua karena Raka diminta oleh Dito untuk menjaga Sinta.
Alasan Raka ingin menjaga Sinta karena permintaan Terry. Raka adalah saudara sepupu Terry.
__ADS_1
Sedangkan permintaan Terry berasal dari Raja, karena tidak mungkin Raja menjaga Sinta selama di sekolah. Karena Raja harus menangani kasus Feri bersama Dito.
"Raka," panggil Gendis namun terhalang oleh bunyi bel di sekolah.
Menandakan seluruh siswa harus berbaris rapi di depan kelas.
"Awas kau Raka!" ancam Gendis menatap sinis ke arah Raka.
Sebenarnya tujuan Gendis adalah ingin membantu Raja untuk menghadapi Feri. Hanya saja Dito tidak ingin Sinta ikut dalam misinya. Pastinya Sinta akan sangat bersemangat bila mengetahui kasus Feri telah masuk BAP.
Dito tidak ingin Sinta sakit lagi hanya karena membantu urusan orang lain. Karena Sinta tipikal gadis yang terlalu mementingkan orang lain daripada kesehatan nya.
Sementara Dito sedang memata-matai yayasan yang di datangi oleh Raja kemarin.
Kali ini Dito ingin menyamar sebagai mahasiswa yang ingin ikut dalam program Feri yaitu pengiriman tenaga kerja keluar negri.
Sesampainya di depan pagar yayasan, Dito memarkirkan motornya di depan tembok pagar yayasan.
Kemudian dia melepaskan helmnya, lalu merapikan jaket nya.
Saat ini Dito tidak ingin menghubungi lewat telepon seluler, tetapi dia akan bertemu langsung dengan penjaga di yayasan.
"Permisi..." Dito berteriak sembari mengetuk kunci gembok yang masih tergantung di pintu gerbang.
Satu kali Dito mencoba mengetuk hingga ketukan yang ketiga kalinya.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian terlihat pintu di sebelah kanannya terbuka. Lalu keluarlah laki-laki bertubuh besar dan gemuk seperti yang diceritakan oleh Raja kemarin.