LDR Cinta SMA

LDR Cinta SMA
Teman baru Sinta


__ADS_3

" Bangku kosong di belakang, tempat siapa?" Tanya Bu Aisyah sambil mengangkat dagunya, menunjukkan bangku kosong di belakang.


" Raja, Bu!" Jawab siswa serentak.


" Terus, kemana orang nya?" Tanya Bu Aisyah.


" Enggak tahu, Bu." Jawab serempak 


" Biasanya nanti nongol, Bu!" Sahut anak laki-laki berkulit putih, " Dia, kan kalau pelajaran matematika gak pernah masuk." Sahut nya yang sudah hafal dengan tingkah Raja 


" Oh ya sudah, kamu duduk di sana. Karena bangku kosong yang tersisa hanya itu." Kata Bu Aisyah.


Sinta langsung berjalan menuju bangku kosong, di pojok kanan belakang.


" Sin, nanti kamu pindah sini. Biar Tomi pindah sama Raja." Panggil anak laki-laki yang terlihat paling tampan di kelas.


Sinta mengacuhkan nya, dia pun langsung duduk dan menaruh tasnya.


Sinta melihat di bangku sebelah yang kosong, ternyata sudah ada tas di bawah meja.


' Benar yang dikatakan anak laki-laki itu, dia bolos.' batin Sinta sambil menggelengkan kepalanya.


Kemudian Bu Aisyah pun pamit keluar kelas, karena pak Taufik sudah menunggu di depan kelas. Pak Taufik adalah guru matematika, dia terkenal tegas, namun santai jika tidak sedang mengajar.


Pelajaran pertama pun di mulai, semua siswa membuka buku catatannya.


Sulis telah membelikan buku paket, untuk Sinta. Dia tidak ingin adik kesayangannya ketinggalan mata pelajaran.


Selang satu jam berikutnya, pelajaran matematika telah berakhir.


Pak Taufik telah pamit meninggalkan kelas, karena jadwal mata pelajaran berakhir.


Kemudian Sinta menundukkan kepalanya, untuk menaruh buku di kolong meja.


Saat mengangkat kepalanya, dia terkejut melihat sosok anak laki-laki yang berdiri di sebelah nya.


" Eh kamu, ngagetin aku aja." Kata Sinta sambil mengelus dadanya.


Kemudian anak Laki-laki yang berdiri di sebelahnya, melihat Sinta dengan tatapan intens.


Dia seperti familiar, dengan wajah gadis cantik di hadapan nya.


" Kamu, Raja?" Tanya Sinta yang langsung berdiri, karena memang tas Raja berada di pojok.


" Kamu, tahu namaku?" Tanyanya yang sudah duduk di bangku.


" Ya jelaslah, kan tadi anak-anak manggil nama kamu." Sahut Riska sambil menoleh ke belakang, karena dia duduk di depan mereka.


" Hey, Sin. Aku Riska." Sapa Riska sambil mengulurkan tangannya.

__ADS_1


" Aku, Ayu. Nama panjang Masayu Kartini." Sapa Ayu seraya mengulurkan tangan nya.


" Semoga, kita bisa berteman." Kata Sinta sambil tersenyum dan membalas uluran tangan mereka.


Raja terlihat acuh pada Sinta, wajah nya yang dingin membuat Sinta enggan berbicara padanya.


" Sinta, pindah sama Mas Raka sini." Panggil Raka yang merupakan ketua OSIS di sekolah. Dia siswa paling ngetop, dan tampan. Namun seringkali merasa tersaingi dengan ketampanan Raja.


Sinta terdiam, dan hanya membalas dengan senyuman.


Pelajaran pun usai, seluruh siswa berhamburan ke kantin karena waktunya istirahat.


" Sin, kita ke kantin yuk!" Ajak Riska sambil membalikkan badannya ke arah Sinta.


Sinta melihat Raja hanya tertidur di atas meja, dengan berbantalkan lengan kanannya dengan posisi kepala menghadap dinding.


" Ayo, " jawab Sinta, dia langsung berdiri mengikuti Ayu dan Riska.


Sinta jadi teringat, dengan teman-teman nya di Jakarta. Dia pasti sangat merindukan mereka, bercanda tawa bersama.


Ayu dan Riska terus bertanya, tentang kehidupan di Jakarta pada Sinta. Dan Sinta dengan senang hati, menjelaskan kehidupan di ibukota.


Waktu terus berputar, dan jarum jam menunjukkan pukul dua belas siang.


Bel pulang berbunyi, seluruh siswa telah mempersiapkan diri untuk kembali ke rumah masing-masing.


" Eh, awas-awas aku mau pulang." Kata Raja dengan nada ketus menyingkirkan tubuh Sinta.


" Auw..." Sinta terdorong ke dinding.


" Heh, Raja bisa sabar gak sih?" tegur Raka sambil melihat kepergian Raja.


Dan Raja terlihat acuh, tak menghiraukan panggilan dari Raka yang terdengar emosi.


"Kamu, ndak apa-apa?" Tanya Raka sambil mengelus lengan Sinta.


" Enggak, aku gak apa-apa." Jawab Sinta menepis tangan Raka.


" Mau, aku antar pulang?" Tanya Raka dengan raut wajah penuh perhatian.


" Maaf, aku di jemput." tolak Sinta, dia sengaja berbohong. Karena dia tahu maksudnya Raka, adalah ingin mendekati dirinya.


" Oh ya sudah, kita jalan sama-sama ke depan pintu gerbang aja." Tawar Raka memberikan pilihan lain.


" Maaf, aku mau ke toilet dulu." Jawab Sinta yang langsung berjalan meninggalkan Raka.


" Ish, jual mahal banget." Geram Raka melihat kepergian Sinta.


" Kenapa, Ka?" Tanya Tomi sambil menepuk bahu Raka.

__ADS_1


" Kamu gagal, ya?" Ledek Panji yang datang menghampiri Raka dan Tomi.


" Iya, sok jual mahal orang Jakarta itu." Kesal Raka yang langsung berjalan bersama dengan kedua temannya.


Sinta yang merasa tak enak hati pada Raka, akhirnya bersembunyi di toilet.


" Aduh, gimana nih!" Cemas Sinta yang sesekali melirik ke arah kelas nya. Dia ingin memastikan, jika Raka sudah keluar dari kelas nya.


Saat dirinya hendak berbalik masuk ke toilet, tiba-tiba dikejutkan dengan kehadiran Raja.


" Eh, kamu bikin kaget aja." Kata Sinta yang langsung mengusap dadanya.


Sudah dua kali, sosok Raja mengagetkan Sinta. Namun tanpa ekspresi, Raja langsung pergi meninggalkan Sinta.


" Ih tuh orang, minta maaf kek atau ngomong kek. Uda nongol gak bilang-bilang." Gerutu Sinta yang masuk ke dalam toilet untuk mengambil tasnya.


Suara Sinta terdengar oleh Raja, dia hanya tersenyum tipis sambil mengangkat sudut bibirnya.


Sinta berjalan mengendap-endap, memastikan dirinya tak terlihat oleh Raka.


Setelah merasa aman, Sinta langsung berjalan keluar pintu gerbang.


Dari arah parkiran motor, terlihat ada Raja yang memperhatikan gerak-gerik Sinta.


Raja baru mengingat wajah Sinta, saat sedang menggendong tas merah cabe di pundaknya.


Gadis itu yang dia temui di kereta, dengan memeluk tasnya sambil tertidur.


Akhirnya dia bertemu dengan gadis cantik, yang diam-diam dia ambil fotonya saat tertidur di kereta.


Raja ingin meminta maaf pada Sinta, tentang dirinya yang menabrak Sinta saat di stasiun.


Sinta berjalan menuju halte bus, dia ingin jalan-jalan terlebih dahulu. Menikmati suasana Jogjakarta di siang hari, dengan bermodalkan aplikasi map di ponsel nya.


" Aku naik angkot apa, ya?" Gumamnya seraya melihat layar ponsel di tangannya.


Tiba-tiba ada panggilan masuk, dan membuat senyumnya semakin mengembang kala melihat nama di layar ponselnya.


" Dito.." lirihnya.


Kemudian dia dengan cepat menjawab, panggilan dari sang kekasih.


Dari kejauhan terlihat Raja, yang sedang memperhatikan Sinta. Begitu bahagia senyum yang terulas di bibir Sinta. Membuat dia menjadi penasaran, dengan siapa Sinta berbicara.


Raja masih terus memperhatikan Sinta, dari kejauhan. Dia ingin mengetahui, tempat tinggal Sinta.


Sinta masih asyik berbicara melalui telepon selulernya.


Jangan lupa masukkan ke list favoritmu, vote dan poin dan tinggal kan like.

__ADS_1


__ADS_2