LDR Cinta SMA

LDR Cinta SMA
Berkas Feri di terima Dirja


__ADS_3

"Pak Dirja yang terhormat, kasus ini sangat besar. Jika dibandingkan nama baik anda, mungkin jabatan anda akan naik. Aku akan memblow-up kasus ini ke media. Karena kini aku mempunyai bukti yang menjamin Ferdi masuk tahanan." Herman memberi angin segar pada Dirja.


Sebenarnya Dirja tidak masalah jika kasus Ferdi terungkap. Toh dia adalah polisi yang jujur, hanya saja Ferdi sering menggunakan cara kasar untuk menyingkirkan lawannya.


Dirja mengetahui itu, tetapi dia tidak bisa berkutik karena semua atasan Dirja bertekuk lutut pada Ferdi


"Baiklah," jawab Dirja pasrah.


Sesungguhnya Dirja sangat percaya jika Herman bisa melindunginya.


Selain kaya dan hebat, Herman adalah pengacara terkenal. Kejahatan Ferdi dapat diungkap dengan dukungan Herman.


"Baiklah apa?" tanya Raja menegaskan.


"Baiklah, akan aku bawa kasus ini ke penyidik." Dirja menyetujui usul Raja dan juga Herman.


"Tapi jika kasus Feri tetap berhenti, apakah kalian bisa memblow-up ke media?" tanya Dirja meyakinkan.


"Tenang saja, aku bisa membayar semua media di Indonesia." Herman begitu percaya diri. "Karena kasus Ferdi akan membuatku semakin terkenal. Ha, ha, ha..." Herman tertawa lepas. Semua itu demi menutupi kecemasannya, jika Herman terlihat takut maka Dirja tidak akan percaya dengan kemampuannya.


"Terima kasih," jawab Dirja.

__ADS_1


Kemudian Herman dan Raja pun pergi meninggalkan kantor polisi.


Raja memegang banyak bukti tentang Ferdi, karena Risma adalah salah satu saksi kunci.


"Pak! Aku harus menyelamatkan Risma." Raja pamit kepada Herman.


"Iya," jawab Herman.


Kemudian Raja pun segera bergegas menuju rumah Risma.


Sesampainya di rumah Risma, Raja membawa nya ke panti asuhan miliknya.


"Risma, untuk sementara kamu tinggal di sini bersama ibumu. Karena Ferdi itu sangat berbahaya," ucap Raja.


"Di sini, tugasmu hanya menjaga anak-anak panti. Dan ibumu tugasnya mencuci pakaian serta memasak. Aku akan menggaji semua pekerjaan yang kau kerjakan." Raja berpesan kepada Risma.


"Raja!" panggil Risma


"Iya," jawab Raja.


"Kenapa kau begitu semangat mengurusi kasus Gendis?" tanya Risma dengan tatapan curiga. "Apa kamu menyukai Gendis?"

__ADS_1


Raja pun tersenyum pias, "itu bukan urusan mu."


"Sekarang kau masuk, nanti Alya akan mengatur kamar untukmu." Raja pun pergi dari panti.


Sebelumnya Raja telah berpesan kepada Nindi dan juga Alya agar bisa menerima Risma. Dan anak-anak panti pun menyambut senang kedatangan Risma.


"Aku melakukan semua ini demi Sinta!" batin Raja. "Dan demi menjaga hubungan ku dengan Terry."


Hari menjelang sore, Raja pun melihat ponsel di dalam tasnya. Raja sengaja menyimpan ponsel nya di tas, agar kegiatannya tidak terganggu.


Terlihat banyak pesan masuk di layar ponselnya. Dan yang paling banyak mengirim pesan adalah Sinta.


Sinta begitu mencemaskan Raja, karena saat ini dia dipercaya sebagai guru privat Raja. Jika saja nilai Raja jelek, pasti akan berimbas ke Sinta.


Nama Sinta akan jelek di mata Cakrabuana jika nilai Raja jelek. Karena Sinta akan di beri hadiah mendapatkan beasiswa jika ada perubahan pada nilai Raja.


'*Raja, kenapa kamu gak masuk terus?'


'Aku akan mendapatkan teguran dari papamu jika nilaimu anjlok!'


'Jika besok kamu tidak masuk lagi, aku akan mengundurkan diri untuk mengajarkan mu. Aku akan merelakan beasiswa ku, jika kamu masih terus membolos*.'

__ADS_1


"Beasiswa?" gumam Raja. "Ada perjanjian apa antara papa dan Sinta?"


Lanjut bab berikutnya


__ADS_2