LDR Cinta SMA

LDR Cinta SMA
Sarah suka sama Dito


__ADS_3

Hey guys, jangan lupa untuk selalu tinggalkan tap like untuk karyaku. Jika kamu suka berikan vote dan komentar ya. Dukungan mu sungguh berarti untuk membuat ku semangat update.


" Maaf Ros, aku tidak ingin terlalu terburu-buru. Takut jika Dito akan curiga kepada ku." Tolak Sarah.


" Iya sudah, aku harapkan kau bisa mewujudkan cinta mu. Jangan kau pendam terlalu lama." Pesan Rosi.


" Iya sudah, kita pulang." Ajak Rosi sambil merangkul pundak Sarah.


Mereka pulang bersama, menggunakan mobil Rosi.


Sesampainya di rumah, Dito melihat Melly sedang bercengkrama dengan seorang pria.


" Kak Melly.." teriak Dito yang melihat kakak nya sedang berciuman dengan seorang pria.


Dengan cepat Melly melepaskan pagutan bibir nya.


" Di-to..." Gugup Melly sambil merapikan dressnya yang tersingkap.


Dito langsung menghajar laki-laki yang bersama Melly.


' Bugh.." satu pukulan mendarat di pipinya.


" Apa yang kau lakukan?" Bentak Dito sambil mencengkram kerah bajunya.


" Dito, maafin kakak." Kata Melly yang menarik lengan Dito, berusaha untuk mencegah nya melakukan pemukulan terhadap kekasihnya.


" Pergi, kau!" Usir Dito pada laki-laki berkewarganegaraan Inggris.


Laki-laki itu pun bergegas keluar, meninggalkan rumah mereka.


" Kak, apa yang kau lakukan? Bukankah ayah mempercayakan mu hanya untuk sekolah, bukan melakukan hal buruk seperti tadi?" Bentak Dito dengan menatap tajam ke arah Melly.


" Maafkan kakak," kata Melly dengan suara yang sesenggukan.


" Ingat kak, berzina itu haram. Jangan pernah melakukan hal itu di luar nikah." Cecar Dito.


" Dito, ini Inggris. Dan kakak tidak melakukan perbuatan itu, kami hanya-" kelit Melly, namun langsung di sergah oleh Dito.


" Hanya apa? Mau di Inggris, atau Indonesia sama saja. Kita punya adab dan agama, kalau kakak ingin menikah langsung minta sama ayah. Aku gak bisa terus-terusan menjaga kak Melly, jika harus terjerumus ke lembah dosa." Berang Dito dengan raut wajah yang sudah memerah.


Kemudian Dito langsung masuk ke dalam kamarnya. Merasa kesal dengan kakaknya, yang ingin memberikan tubuhnya pada laki-laki yang bukan muhrimnya.


" Dito, maafin kakak." Teriak Melly di depan pintu sambil menggedor-gedor pintu kamar Dito.


" Baik Dito, kakak gak akan melakukan hal itu lagi. Kakak janji, jangan bilang sama ayah ya!" Pinta Melly sambil meraung-raung.


Dito hanya terdiam, kemudian dia langsung mengambil jaketnya.


" Ceklek.." pintu terbuka, terlihat Dito telah mengenakan jaketnya.


" Dito, kakak harap jangan bilang ayah " pinta Melly memohon dengan menyatukan kedua tangan nya.


Dito hanya terdiam, tak mengeluarkan sepatah katapun. Segera dia menyambar kunci mobilnya, dan pergi meninggalkan Melly.


Dito melajukan mobilnya menuju kafe miliknya. Dia ingin menenangkan diri, sekaligus mengecek kafe yang telah setahun silam dia rintis.

__ADS_1


Mobil sport McLaren F1 keluaran 1995  berwarna Creighton Brown. Interiornya bertema cokelat dengan kulit gelap dan terang. Telah terparkir di halaman kafe miliknya.


Semua gadis yang berada di sekitar kafe, terpesona dengan penampilan Dito yang keluar dari mobilnya.


Sejak tinggal di Inggris, penampilan Dito memang berubah. Hal itu merupakan penunjang kepribadian, dalam mengelola bisnisnya di Inggris. Sebagai pengusaha muda, dia harus mempunyai penampilan menarik dan mengesankan.


Penampilan nya berbeda, saat dia akan menuju kampusnya, dia harus terlihat biasa saja. Karena memang tujuannya ada bersekolah, bukan untuk menarik perhatian orang.


" Dit, " sapa Jimmy seorang manager sekaligus orang kepercayaan Dito.


Semua karyawan belum ada, yang mengenali Dito sebagai pemilik kafe.


Karena usia Dito kala itu, masih enam belas tahun. Dan belum memiliki kartu identitas pribadi. Sehingga dia mendaftarkan hak milik restoran, atas nama ayahnya.


" Bagaimana keadaan kafe?" Tanya Dito yang baru sempat datang ke kafenya.


" Lancar bos, stok aman. Namun kemarin pelanggan meminta ada live music di kafe." Kata Jimmy yang mendengar masukkan dari pelanggan kafe.


" Aku akan pikirkan, sebaiknya fokus memperbaiki menu. " Jawab Dito yang masih fokus melihat layar laptop nya.


Dito meminta pada Jimmy, untuk merahasiakan jati dirinya dari karyawan. Karena dia ingin melihat secara langsung, kinerja dan keseriusannya. Jika sudah waktunya, Dito akan memperkenalkan diri sebagai CEO.


" Dito.." sapa wanita dengan tinggi 155 cm, yang melintas di sebelah Dito.


" Maaf siapa, ya?" Tanya Dito seraya menutup layar laptopnya.


" Putri, teman Melly." Jawab wanita berkulit kuning langsat asli Jogja.


" Boleh, aku duduk?" Tanya Putri.


Kemudian salah satu pegawai kafe mendekati mereka, menawarkan menu andalannya.


" Mau pesan apa, nona?" Tanya karyawan wanita yang berasal dari Inggris.


Dan bahasa yang di gunakan adalah bahasa Inggris. Maafkan author, karena pakai bahasa Indonesia saja.


" Dit, kita di sini istimewa. Dilayani sama orang bule." Kata Putri sambil berbisik.


Dito hanya tersenyum tipis, melihat tingkah teman kakak nya.


" Silakan tuan, anda mau pesan apa?" Tanyanya memberikan menu resep pada Dito


" Paling spesial apa?" Tanya Putri.


" Ada chicken steak, beef burger cheese, dan hot Chocolate." Kata pelayan kafe.


" Aku pesan potato cheese, dan hot Chocolate." Kata Putri pada pelayan


Pelayan kafe langsung mencatat menu yang Putri pesan.


" Dit, kamu mau pesan apa?" Tanya Putri.


" Coffe latte." Jawabnya.


" Hanya kopi?" Tanya Putri.

__ADS_1


" Iya, kak." Jawab Dito.


" Iya sudah, cepat buatkan." Perintah Putri.


Kemudian Dito membuka kembali layar laptopnya. Kini mouse nya beralih ke menu telegram. Dia akan mengirim pesan pada seorang rekan bisnisnya di Yogyakarta.


" Dito, kamu lagi ngapain?" Tanya Putri yang melihat Dito sedang fokus pada layar laptopnya.


" Sedang mengurusi tugas sekolah." Jawabnya santai.


Dito begitu risih, dengan Putri yang selalu berbicara hal yang tidak penting.


Pesan telegram baru saja masuk, Dito pun membuka aplikasi telegram.


' Selamat malam, Pak!' sapa seseorang dengan inisial R Cakra.


' Siang, di Inggris.' Jawab Dito, karena memang ada perbedaan waktu antara Indonesia dan Inggris.


' Aku ingin menyampaikan bahwa, pendapatan kita dalam kerjasama franchise minuman berkembang pesat.' pesannya."


' Bagus, " jawab Dito.


' Aku hanya ingin memberi tahu, jika gajiku yang separuhnya di berikan hari ini. Karena aku sangat butuh untuk anak-anak panti.' pesannya.


' Bagaimana kabar anak panti?' tanya Dito yang menjadi donatur tetap selama setahun.


' Mereka sehat, hanya saja bahan makanan sudah habis. Dan kami butuh diapers, karena ada anak satu tahun yang ditinggal di pinggir jalan kemarin.' lapornya.


' Baiklah, aku akan mengirim ke rekening mu. Soal gajimu, akan kuberikan full besok. ' pesan Dito


' Maaf sudah merepotkan mu, terima kasih.'


' Sama-sama'


Kemudian Dito langsung mentransfer 500$, untuk kebutuhan anak-anak panti.


' Sudah ku transfer, kau tinggal ambil saja untuk keperluan anak-anak mu.' tulisan pesan Dito.


" Dito, kamu serius amat!" Kesal Putri yang di acuhkan oleh Dito.


" Oh, maaf. Aku sedang menghubungi temanku yang berada di Yogyakarta." Sergah Dito.


Putri melambaikan tangan, saat kedatangan Salsa dan Sarah.


" Sa, disini." Panggil Putri.


Salsa dan Sarah pun menghampiri Putri, yang sedang duduk berdua dengan seorang pemuda.


Mereka belum mengenali Dito, karena melihat dari arah punggungnya.


" Cie, baru nyampe uda dapat cowok aja." Ledek Salsa.


" Dito.." sahut Putri.


" Iya ampun Dito, kamu keren banget." Kata Salsa yang terpesona dengan ketampanan Dito.

__ADS_1


Dito mulai risih dengan kedatangan tiga gadis, yang berada di hadapan nya.


__ADS_2