LDR Cinta SMA

LDR Cinta SMA
Salah paham


__ADS_3

Keesokan paginya adalah hari Sabtu, waktunya weekend untuk para pekerja dan juga pelajar.


Siang ini Dito ingin mengadakan pertemuan dengan Herman dan juga Raja. Mereka akan menyusun strategi untuk bisa masuk kedalam yayasan dengan melibatkan Sudirja.


Karena tanpa pengawalan polisi, keselamatan Dito akan terancam.


Sementara Sinta berencana untuk melakukan kejutan, karena dia ingin sekali main kerumah Dito.


Sudah lama sekali Sinta tidak bermain kerumah Dito, apalagi Sinta sangat merindukan bi Inah.


"Kamu mau kemana?" tanya Sulis memerhatikan adiknya sudah rapi mengenakan stelan baju muslim.


"Aku mau main kerumah Dito," jawab Sinta sembari merapikan jilbabnya. "Sudah cantik, belum?" tanya Sinta sambil mengekspresikan wajahnya di depan Sulis.


"Aku aja cantik, masa kamu enggak?" Sulis berucap dengan malas.


"Ish, ditanya kok malah muji diri sendiri!" cibir Sinta seraya mencebikkan bibirnya.


"Iya, udah sana jalan. Nanti keburu siang, terus panas nanti kamu jadi hitam."


"Iya, iya." Sinta mencium punggung tangan Sulis, lalu dia pergi menggunakan angkutan umum.


Dito sudah rapi mengenakan t-shirt berwarna abu-abu beserta celana Chino coklat. Dia pun membawa paper bag berisi baju gamis yang kemarin dia beli bersama Sinta.


"Bi, aku jalan dulu." Dito pamit kepada bi Inah.


"Hati-hati, Den!"

__ADS_1


Dito pun melajukan mobilnya keluar dari area rumah.


Saat Dito telah berlalu pergi, terlihat Sinta sedang berjalan kaki masuk ke dalam area komplek perumahan milik Dito


Dito tidak menyadari jika sang kekasih sedang melintas di sampingnya. Sinta pun tak melihat mobil yang dikendarai oleh Dito, karena dia memainkan ponselnya saat berjalan.


Sinta sedang menghubungi Terry, karena dia ingin menanyakan kabar hubungan Terry dan juga Raja.


"Assalamualaikum," ucap Sinta memberikan salam.


Pintu gerbang pun terbuka, terlihat mang Diman sudah membukakan pintu gerbang.


"Wa'alaikumsalam," jawab mang Diman


"Pak, ada Dito?" tanya Sinta.


"Hah! Kenapa aku bisa lupa? Dito pasti akan kerumahku. Dia itu selalu datang tanpa memberitahu," gumam Sinta.


"Iya, sudah. Aku mau istirahat sebentar didalam, karena kakiku pegal berjalan dari ujung komplek," keluh Sinta.


Mang Diman pun membukakan pintu agar Sinta bisa masuk kedalam rumah Dito.


"Masuk aja, Non. Didalam ada bi Inah," kata mang Diman.


"Iya, udah. Aku masuk dulu," kata Sinta yang langsung berjalan menuju rumah Dito.


Rumah Dito terbilang luas, jarak antara pintu gerbang dan rumahnya sekitar dua puluh meter.

__ADS_1


"Assalamualaikum," sapa Sinta saat melihat bi Inah sedang menyiram tanaman.


"Wa'alaikumsalam," jawab bi Inah sembari melihat orang yang memberi salam. "Non Sinta!" kaget bi Inah melihat kehadiran Sinta di hadapannya


"Bi, apa kabar?" tanya Sinta sembari berjalan menghampiri bi Inah.


"Bibi baik, Non!" jawab Bi Inah yang langsung memeluk Sinta. "Loh, den Dito baru aja keluar."


"Iya, aku tahu dari mang Diman."


"Iya, udah Non masuk dulu," kata Bi Inah yang langsung mematikan kran.


"Minum apa Non?" tanya Bi Inah


"Apa aja," jawab Sinta.


Kemudian Bi Inah langsung menuju dapur untuk membuatkan minuman.


"Silakan, Non." Bi Inah menyuguhkan es jeruk untuk Sinta.


Bi Inah sudah sangat mengetahui kesukaan Sinta. Sinta suka sekali meminum es jeruk saat main kerumah Dito.


"Bi, apa bajunya muat?" tanya Sinta seraya menyeruput es jeruk.


"Baju, baju apaan Non?" tanya bi Inah


Silakan komentar ya kak, jangan lupa berikan poin dan gift untuk mendukung karya author.

__ADS_1


__ADS_2