LDR Cinta SMA

LDR Cinta SMA
39


__ADS_3

*J**angan lupa kalian tinggal kan jejak like dan vote setelah membaca karyaku. Karena dukungan kalian sangat berarti, untuk membuatku semangat berkarya*.


Happy Reading


Beberapa hari sejak perjanjian, antara Sinta dan Gendis berjalan.


Minggu pagi, merupakan jadwal Sinta mengajarkan Raja untuk les. Kali ini Raja memintanya untuk belajar di gerai kafe milik Dito.


Raja telah sampai, di depan halaman rumah Sinta. Penampilan nya nampak berubah, begitu maskulin dan tidak urakan seperti biasanya.


Seperti nya dia akan membuat hari ini, menjadi spesial untuk nya. Karena dia ingin terlihat berbeda, di hadapan Sinta saat ini.


" Tok, tok, tok..." Terdengar suara ketukan pintu sebanyak tiga kali. Raja telah berdiri di depan pintu, dengan hati yang berdebar-debar. Seperti akan menjemput kekasih nya.


Perasaan itu dia tepis, kala mengingat kerjasama dengan Dito.


' Ah Raja, kau tidak boleh berkhayal terlalu tinggi. Nanti kalau jatuh sakit.'


Batin Raja sambil menghela nafasnya.


" Siapa yang bertamu sepagi ini?" Gumam Sulis yang sedang mencuci pakaian, Sulis berada di ruang belakang dan sedang memilah pakaian.


" Sinta..." Panggil Sulis dari arah teras belakang.


" Iya, kak." Jawab Sinta yang sedang mengenakan jilbabnya, sambil berkaca di dalam kamar.


" Ada orang di depan, cepat bukain pintu." Teriaknya.


Segera Sinta menghampiri pintu depan, dan membukanya.


" Raja, kenapa pagi-pagi sekali ?" Kaget Sinta dengan kehadiran Raja, padahal mereka janjian pada jam sembilan. Dan Raja datang satu jam lebih awal.


" Karena aku ingin, kita belajar di gerai kedua." Kata Raja yang sudah terlihat sangat rapi.


Sinta mempersilakan Raja, untuk masuk ke dalam rumah.


" Silakan masuk." Kata Sinta sambil membuka pintunya lebar.


" Terima kasih." Jawab Raja sambil membuka sepatunya. Ternyata Sinta hanya biasa saja melihat nya. Tak ada ekspresi terkejut di wajah nya.


Raja pun masuk ke dalam rumah, dan langsung duduk di sofa.


" Siapa yang datang?" Tanya Sulis yang sedang di ruang belakang.


" Temanku, Raja." Jawab Sinta.


" Raja?" Kata Sulis yang belum pernah mendengar nama Raja sebelumnya.


" Murid ku, hari ini jadwalku mengajarkannya." Jawab Sinta.


" Oh." Kata Sulis.


" Aku keluar dulu ya, kak. " pamit Sinta.


" Iya." Jawab Sulis.

__ADS_1


Sinta pun mencium tangan kakaknya, lalu berjalan ke arah ruang tamu.


" Ayo, berangkat." Ajak Sinta yang sudah rapi memakai blouse berwarna pink, dan kulot berwarna putih dengan jilbab berwarna pink.


Raja begitu terpukau melihat kecantikan Sinta.


Andai dia bukan tunangan bosku! Batin Raja sambil memandang Sinta penuh ke kaguman.


" Raja..." panggil Sinta sambil menjentikkan jarinya di depan wajah Raja.


Seketika buyar sudah lamunan Raja, karena jentikkan tangan Sinta.


" Oh iya, ayo jalan." Kata Raja yang langsung berdiri.


Sinta pun berjalan terlebih dahulu, kemudian di susul oleh Raja.


" Loh Raja, mana motormu?" Tanya Sinta yang tak melihat motor butut Raja.


" Oh, motorku mogok." Kata Raja sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


" Terus, kita naik angkot?" Tanya Sinta.


" Tuh, mobilku." Kata Raja sambil menunjuk mobil Honda Jazz new RS CVT berwarna orange.


" Kamu bisa nyetir mobil?" Tanya Sinta sambil melihat ke arah Raja.


" Aku biasa bawa bombom car." Candanya, yang langsung menghampiri mobilnya yang terparkir di sebelah mobil Sulis.


" Udah ayo, naik." Kata Raja sambil menggerakkan tangannya. Memberikan isyarat agar Sinta yang sedang berdiri di depan pintu segera mendekat.


Sinta langsung berjalan menghampiri Raja, dan berdiri di sebelah mobilnya.


Sinta langsung membuka pintu mobil, dan masuk ke dalamnya.


Dia duduk berdampingan bersama dengan Raja, di jok depan.


" Kita belajar di gerai kedua, karena aku harus mengenalkan mu pada pegawai di sana. Enggak apa-apa kan?" tanya Raja sambil memakai seat belt nya.


" Iya udah, enggak apa-apa." jawab sambil menganggukkan kepalanya.


Raja mulai menyalakan mesin mobil nya, dan berjalan meninggalkan rumah Sinta.


" Sepulang belajar, aku ingin mengajakmu berbelanja kebutuhan panti. Karena anak-anak menghubungi ku, katanya kebutuhan panti sudah habis." kata Raja dengan pandangan mata yang fokus ke arah depan.


" Oh, ya sudah. " jawab Sinta.


" Kok dari tadi ya sudah terus, jawabannya?" tanya Raja.


" Memang aku harus menjawab apa? Apa kau harus menolak?" balik Sinta bertanya.


" Oh, ya sudah." kata Raja yang membalikkan ucapan Sinta.


" Ish.." kata Sinta.


Sesampainya di gerai ke dua, Raja memarkir mobilnya di area parkir.

__ADS_1


Gerai kopi susu dengan nama MilkShinta, telah Dito patenkan di BPOM.


Walaupun menunya, bukan sepenuhnya berbahan susu.


" Kenapa Dito menamai nya seperti itu?" kata Sinta sambil melihat papan nama di atas peti kemas yang merupakan ciri khas gerainya.


" Enggak tahu, kamu tanya aja sendiri." jawab Raja.


" Mas, pacarnya?" tanya salah seorang karyawan yang menghampiri Raja dan Sinta.


" Mm, bukan." jawab Raja sambil tersenyum.


" Oh, kalau pacaran juga udah cocok banget." pujinya sambil melirik ke arah Sinta.


" Wush, kalau ngomong jangan sembarang. Dia udah ada yang punya." bisik Raja.


" Oh, " jawabnya sambil menutup mulutnya dengan buku untuk menuliskan resep di tangannya.


" Maaf ya, Mbak!" kata karyawan laki-laki.


" Iya, enggak apa-apa. " jawab Sinta sambil tersenyum.


" Mau pesan apa, mas Raja?" tanyanya sambil mempersiapkan catatan nya.


" Aku mau pesan Es Milk Chocolat." jawab Raja.


" Kalau, mbaknya?" tanya karyawan yang bernama Eko dengan name tag di dadanya.


" Es Milk stroberi." jawab Sinta.


" Makanan nya?" tanyanya.


" Nanti aja, kita mau belajar dulu." kata Sinta.


" Oh, ya sudah. Nanti akan saya antarkan." kata Eko yang sudah mencatat pesanan Raja dan Sinta.


Eko langsung pergi meninggalkan mereka, dan berjalan menuju dapur.


Raja telah membuka bukunya, lalu menyiapkan alat tulis. Sinta pun telah mengeluarkan buku catatannya, dia sudah membuat soal terlebih dahulu. Kemudian soal itu di berikan pada Raja, dan Raja hanya tinggal mengerjakan nya.


Soal yang Sinta berikan tak pernah sulit, hanya saja Raja memang tidak menyukai pelajaran itu.


Sehingga nilainya selalu jelek, apalagi di tambah dia jarang masuk kelas Pak Taufik.


" Kenapa, selalu di kasih soal, sih?" protes Raja saat menghadapi sepuluh soal esai di hadapannya.


" Kamu kalo gak bisa nanya, jadi aku bisa jelasin." kata Sinta sambil membuka buku novel kesukaannya.


" Kenapa kamu hanya baca-baca novel saja, apa gak belajar juga?" tanya Raja sambil menatap Sinta


" Permisi, pesanannya sudah selesai. Dan silakan nikmati." kata Eko yang menaruh dua gelas ukuran besar pesanan Sinta dan Raja di atas meja.


" Terima kasih." jawab Sinta sambil meraih gelas berisi Milkstroberi.


" Sama-sama, mbak cantik." pujinya.

__ADS_1


Lalu Raja mengibaskan tangannya, bermaksud mengusir Eko.


Eko mengerti dengan maksud Raja, dia pun langsung berbalik meninggalkan meja Sinta dan Raja.


__ADS_2