
" Maaf, Kak! Apakah Dito yang di maksud Sinta itu, sama dengan adik teman kakak yang kecelakaan? " tanya Gendis dari arah bangku belakang.
" Setahu aku, Dito pernah mengaku jika mempunyai pacar di Indonesia. " Putri menjelaskan. " Kakak nya Dito, Melly 'kan? " tanya Putri meminta penjelasan dari Sinta.
" Iya, Kak! " jawab Sinta sambil menganggukkan kepalanya.
' Sarah, aku tidak tahu apa yang akan terjadi jika pacarnya Dito kini bersamaku? ' batin Putri sedang memikirkan Sarah.
Dia sebenarnya kesal dengan Salsa yang sikapnya sok kaya. Berbeda dengan Sarah, yang sederhana dan apa adanya.
' Mungkin kamu akan sakit hati, tetapi hanya untuk sementara. Itu lebih baik, daripada kamu harus terus mencintai Dito dalam diam.' Putri semakin mengiba saat mengingat Sarah.
Mereka pun sampai di rumah sakit, Putri memarkir mobilnya di basemen.
" Aku telpon Melly, mau bertanya keadaan Dito. " Putri langsung mengambil ponselnya.
" *Halo, Mel? "
" Iya, Put. Ada apa? "
" Apakah Dito sudah sadar? "
" Sudah, memang ada apa? "
" Sekarang kamu ada di mana? "
" Dito sudah di pindahkan ke ruang VIP Rose. "
" Baiklah, aku akan segera ke sana*. "
Putri langsung menutup, sambungan telepon seluler nya.
" Dito sudah sadar, dan kini berada di ruang VIP Rose. " Putri memberi tahu Sinta.
Mereka bergegas menuju ruang VIP Rose tempat Dito di rawat.
Perasaan Sinta sangat tidak karuan, antara bahagia ingin bertemu kekasih nya dan sedih karena harus melihat Dito terbaring sakit.
Raja terlihat tidak baik-baik saja, dia terus menatap punggung Sinta. Merasakan betapa sakit hatinya. Mengantar orang yang dia cintai menuju kekasih pujaannya. Sungguh malang hati Raja, dia sangat berbesar hati dan berkorban demi cintanya pada Sinta.
Mereka pun sampai di depan ruang VIP Rose.
" Sin, silakan masuk. " Putri menyuruh Sinta untuk masuk terlebih dahulu.
" Iya, Kak. "
Sinta langsung membuka handle pintu, dan mendorong nya.
" Hey, Put. " Melly langsung menoleh saat mendengar pintu terbuka. Dia terkejut saat melihat Sinta yang telah masuk ke dalam kamar.
" Loh, Sinta? " Melly mengerlingkan kedua matanya.
" Iya, Kak. " Sinta langsung melangkahkan kakinya menuju tempat tidur Dito.
Sarah terdiam, dia melihat gadis cantik berkerudung putih sedang menghampiri Dito.
__ADS_1
Dalam hatinya bertanya. Apa gadis di hadapannya kini adalah kekasih Dito, yang selama ini dia ceritakan?
Sinta melihat Sarah sedang menyuapi Dito, cukup lama Sinta berdiri tanpa suara di sebelah tempat tidur.
Dito menoleh ke arah Sinta, dan menatapnya tak percaya jika kekasih hatinya kini di sampingnya.
" Sin-ta? " ucap Dito seraya mengulas senyum.
Sinta pun membalas senyuman Dito, lalu mendekati nya.
Terlihat Sinta sudah mengeluarkan air matanya, dia begitu sedih melihat kekasih nya terbaring di tempat tidur dengan balutan perban di kepalanya.
" Kamu, enggak apa-apa? " tanya Sinta seraya memegang tangan Dito.
" Kepala ku masih terasa sakit, " ucap Dito sambil mengusap kedua mata Sinta.
" Maaf, aku baru bisa datang. " Sinta langsung memegang tangan Dito lalu menciumnya.
Sarah begitu sakit, saat melihat adegan romantis di hadapannya.
" Mana yang sakit? Biar aku pijat, " kata Sinta yang langsung berdiri dan melihat kepala Dito.
" Eits, kamu jangan macam-macam. Kepala ku bukan kepentok tembok, " Dito langsung menyuruh Sinta duduk.
Sarah melihat hubungan mereka, masih seperti anak kecil.
Karena merasa tak enak hati, Sarah menaruh mangkuk berisi bubur ke atas meja.
" Maaf, Dit. Aku tinggal dulu, " kata Sarah yang langsung bangun dan berjalan meninggalkan Sinta dan Dito.
" Sebaiknya kita keluar, " ucap Sarah yang langsung menggandeng tangan Melly.
Sarah mengajak Melly keluar, dari ruangan tempat Dito di rawat.
Pintu terbuka, terlihat Putri dan juga teman-teman Sinta menunggu di depan kamar rawat inap.
" Sar, aku harap kamu bisa tabah. " Putri mendekati Sarah lalu mengusap punggungnya.
" Aku enggak apa-apa, Kak! " ucap Sarah yang menguatkan dirinya.
" Sar, perkenalkan Raja. Dia adikku yang pernah aku ceritakan pada Salsa dan Melly. " Putri menunjukkan tangannya ke arah Raja.
" Raja, " ucap Raja seraya mengulurkan tangannya.
" Sarah. " Sarah menyambut uluran tangan Raja.
Gendis terlihat cemburu, saat Sarah dan Raja saling tersenyum. Dia langsung memalingkan wajahnya, dan berjalan ke arah jendela.
" Raka, " sela Raka yang langsung mengulurkan tangannya ke arah Sarah.
" Sarah, " ucap Sarah membalas uluran tangan Raka.
" Aku dan Putri mau ke kantin, ada yang mau ikut? " tanya Melly.
" Boleh, Kak! " Raka menyahut, sambil menunjuk jari telunjuknya ke arah atas kepala.
__ADS_1
Raja hanya berdua bersama Gendis, di depan ruang rawat Dito.
" Ja, kamu gak lapar? " tanya Gendis seraya menghampiri Raja yang sedang duduk di bangku besi milik rumah sakit.
" Belum, aku masih menunggu Sinta. " Raja keceplosan, " eh, aku ingin mendengar kabar kekasih nya Sinta. " Raja mengalihkan pembicaraan.
" Aku mau lihat kekasihnya Sinta, " ucap Gendis yang sudah duduk di sebelah Raja. " Apakah dia tampan seperti, Kamu? " Gendis tak sadar mengucapkan pujiannya pada Raja.
" Apa? Kamu bilang aku tampan?" Raja menoleh ke arah Gendis.
' Raja, kamu jangan menatap ku seperti itu. Membuat aku semakin jatuh cinta, dan jantung ku tiba-tiba berdegup kencang. Kamu harus tanggung jawab, ' batin Gendis yang menatap lekat ke arah Raja.
Raja langsung memalingkan wajahnya, saat tatapan Gendis mulai menggodanya.
" Kamu kenapa, Ja? " tanya Gendis sambil memperhatikan Raja.
" Baiklah, kita masuk! " Raja mengajak Gendis masuk ke dalam kamar rawat.
" Tok, tok, tok ... "
" Sin, " panggil Raja sambil mengetuk pintu.
" Masuk, " jawab Sinta dari dalam kamar.
Raja dan Gendis pun masuk ke dalam kamar, dan berjalan mendekati tempat tidur.
" Raja, " sapa Dito.
" Kalian sudah saling kenal? " tanya Gendis seraya melihat ke arah Raja dan Dito secara bergantian.
" Iya, " jawab Raja.
" Oh, aman ... " Gendis bergumam seraya mengelus dadanya.
" Aman kenapa? " tanya Raja dengan wajah bingung melihat ke arah Gendis.
" Eh enggak, " ucap Gendis yang menjadi salah tingkah.
Gendis memperhatikan Dito dari jarak dekat.
' Gantengnya, Raja sama Raka lewat. Pantas aja Sinta gak tergoda oleh pesona Raka. Dan juga tidak tertarik pada Raja, yang selalu mendekatinya. '
Gendis terus menatap Dito, sambil membayangkan isi hatinya.
" Dis, kamu liatin apa? " tanya Sinta yang terlihat cemburu saat Gendis menatap Dito dengan tatapan menggoda
" Aku hanya lagi liatin pacar kamu yang tampan, " ucap Gendis yang menggoda Sinta.
" Kamu cemburu, ya? " Dito langsung mencubit tangan Sinta yang berdiri di sampingnya.
" Emm, enggak. " Sinta mengelak dan terlihat menjadi salah tingkah.
Seketika hati Raja menciut, saat melihat Dito yang sedang menggoda Sinta.
Dia tidak sanggup melihat keromantisan antara Dito dan Sinta, hingga akhirnya dia keluar dari kamar rawat.
__ADS_1
Silakan like dan berikan komentar mu