LDR Cinta SMA

LDR Cinta SMA
Aksi heroik


__ADS_3

"Dito, apa maksudmu ada Gendis di sana?" tanya Raja


"Entahlah, saat aku terjatuh karena ingin melihat ke dalam gudang, tiba-tiba ada dia di belakangku."


"Baiklah, kita dekati yayasan itu hingga jarak sepuluh meter." Herman memberikan saran kepada Sudirja.


"Kenapa para mahasiswi itu keluar dari yayasan?" tanya Herman pada Dito.


"Mereka harus meminta izin kepada orang tua, lalu mengambil baju dan perlengkapan yang dibutuhkan untuk masa karantina." Dito menjelaskan kepada Herman.


"Karantina? Memangnya mahasiswi itu adalah hewan?" celetuk Raja.


"Aku juga tidak tahu, sebab saat aku di toilet, mereka sudah bubar."


"Iya, aku memang melihat para mahasiswi itu keluar dari gerbang." Sudirja menyahut dari arah kemudi. "Sebaiknya di sini saja," kata Sudirja yang telah memarkirkan mobilnya di depan rumah yang sudah kosong.


"Ternyata Ferdi menyewa tempat untuk yayasan di area perumahan yang telah kosong sebagian," ucap Herman seraya mengamati rumah-rumah di sekitarnya.


"Sepertinya, dia tidak ingin tercium oleh negara dengan bisnis ilegalnya," kata Sudirja.


"Hey, lihat! Ada mobil sedan yang ingin masuk ke dalam yayasan," kata Raja seraya menunjuk jarinya ke arah yayasan.


"Seperti mobil Ferdi," kata Dito yang kembali mengingat tipe mobil Ferdi.


"Apa yang harus kita lakukan?" tanya Raja.


"Sebaiknya kau gunakan motor, lalu berpura-pura mogok di depan gerbang." Sudirja memberikan saran.


"Setelah itu Dito melintas sambil membantu Raja, dan melihat situasi. Jika kedua pengawal itu keluar ingin membantu, kalian menuruti saja sembari mengamati keadaan di dalam." Herman memberikan instruksi kepada Raja dan Dito.

__ADS_1


"Baik," jawab keduanya serempak.


Kemudian Raja langsung keluar dari mobil dan berjalan menghampiri motornya yang di parkir di depan warung kopi.


Raja melajukan motornya menuju yayasan. Lalu dia berpura-pura mematikan mesin motor di depan yayasan.


"Aduh, kenapa lagi nih motor?" gumam Raja setengah berteriak untuk memancing dua penjaga di dalam yayasan untuk keluar.


Lama tak kunjung keluar, akhirnya Dito bertindak. Dia keluar dari mobil lalu pura-pura melintas di hadapan Raja.


"Bang, kenapa sama motornya?" tanya Dito


Dito melihat ada cctv yang terpasang di atas atap sebelah kanan dan kiri.


Dito memberikan isyarat kepada Raja agar tidak gegabah. Dito melirik ke arah atas untuk memberi tahu Raja, jika ada kamera cctv.


"Mogok," jawab Raja.


Kemudian Dito berpura-pura menunduk untuk membantu Raja.


Selang beberapa menit kemudian, pintu gerbang yayasan terbuka.


Dito dan Raja pun menoleh ke arah yayasan


Dito melihat ke dalam dan terkejut saat Sinta akan di masukkan ke dalam mobil.


"Sinta ..." ucap Dito yang ingin menghampiri Sinta.


"Sinta..." Dito berteriak, kemudian Sinta yang akan masuk ke dalam mobil langsung menoleh ke arah kekasihnya.

__ADS_1


Dengan mulut tertutup oleh kain, Sinta mencoba berteriak.


Dito pun langsung berlari dan mencoba masuk ke dalam yayasan untuk menyelamatkan Sinta.


Namun langkahnya di halangi oleh dua penjaga di depan pintu gerbang.


"Eits, kamu mau kemana?" tanya penjaga berkulit sawo matang sambil menghadang lalu menarik tangan Dito.


Dengan cepat Raja berlari dan menghampiri Dito yang sudah di tangkap oleh penjaga berkulit sawo matang.


"Hey, lepaskan dia." Raja mendorong tubuh pria berkulit sawo matang. Dan dia jatuh tersungkur ke jalan.


Kemudian datang penjaga berkulit putih mencengkeram baju Raja.


"Mau macam-macam ya!" katanya yang langsung meninju pipi Raja.


"Bugh!"


Raja terjatuh, lalu Dito menolong Raja.


Sinta dipaksa masuk ke dalam mobil, lalu mobil pun keluar dan ingin menabrak Dito.


Dito meloncat ke atas mobil, dia berpegangan pada sisi-sisi mobil.


Raja yang ingin mengejar langsung di tangkap oleh kedua penjaga. Tetapi Raja dengan sigap menghindar dan melawan.


Sudirja dan Herman segera mengejar mobil yang dinaiki oleh Dito.


Silakan berikan komentar dan like

__ADS_1


__ADS_2