LDR Cinta SMA

LDR Cinta SMA
Pernyataan Cinta


__ADS_3

"Oh, aku pikir dia itu pacarmu."


Terry terlihat menundukkan kepalanya, sambil menapakkan kakinya secara bergantian di bawah bangku.


"Pacar!" Raja terlihat mengernyitkan keningnya.


"Iya, kemarin dia mengaku padaku kalau kamu itu pacarnya." Terry menoleh ke arah Raja dengan ragu.


Raja pun tersenyum, lalu menjawab. "Aku belum punya pacar."


Seketika kedua bola mata Terry membulat sempurna. Hatinya begitu bahagia saat mendengar Raja belum mempunyai pacar.


"Aku gak percaya," ucap Terry mencoba memancing Raja agar berkata jujur kepadanya.


"Kalau saat ini kamu menjadi pacar aku, apa kamu mau?" tanya Raja yang tidak ingin melepaskan kesempatan di hadapannya.


Raja tidak ingin menyia-nyiakan pertemuan Terry dengannya saat ini.


Karena dia sudah dibuat susah oleh masalah Gendis.


"Pacar?" bingung Terry dengan permintaan Raja yang tiba-tiba memintanya sebagai pacar.


"Iya, apa kamu mau?" tanya Raja

__ADS_1


Terry sebenarnya ingin sekali menerima permintaan Raja. Namun hal itu terlalu cepat untuk nya. Tidak seperti Sinta yang melakukan pendekatan dengan Dito. Apalagi Puput yang di comblangi oleh Sinta, serta Wahyuningsih yang sering ke rumah Sinta untuk pendekatan dengan Fadli.


"Apa gak pake pendekatan dulu gitu? Masa buru-buru nembak aku jadi pacar kamu," ujar Terry tersipu malu.


"Karena aku gak suka basa-basi," ucap Raja berterus terang.


Karena saat ini Raja tidak ingin kesempatan terbuang sia-sia.


"Baiklah, aku akan menerima kamu. Tapi hubungan kita nantinya akan seperti Sinta dan Dito," ujar Terry.


Raja berpikir kembali, jika yang dikatakan Terry ada benarnya.


"Tak apalah, daripada aku harus di dekati terus sama Gendis." Raja berbicara dalam hatinya.


"Apapun hubungan itu, aku terima. Karena sejak pertama melihat kamu, aku sudah suka." Raja kembali menyatakan perasaannya kepada Terry.


"Maaf, Raja. Apa perasaan suka akan datang secepat itu kepadamu?" tanya Terry.


"Aku hanya gak ingin melewatkan kesempatan ini. Karena akan sulit, jika aku tidak menyatakan saat ini kepada mu tentang perasaan ku," tutur Raja.


Terry pun terdiam, ada benarnya pernyataan Raja. Karena tempat tinggal mereka berjarak sangat jauh dan beda kota.


Apalagi kemarin Terry sangat penasaran dengan Raja. Dan inilah saat yang paling tepat, saat seseorang menyatakan cinta kepadanya.

__ADS_1


Terry bukanlah satu-satunya gadis jomblo di antara para sahabatnya.


"Baiklah, kalau kau benar dengan perasaan mu. Kita jalani," jawab Terry.


"Ter!" panggil Raka yang mulai bosan menunggu Terry dan Raja sedang asyik berbincang sejak setengah jam yang lalu.


Sudah dua tusuk sosis bakar yang sudah di makannya, di tambah dua gelas kopi kekinian yang sedang viral.


"Raka sudah manggil aku, kayaknya aku harus segera pulang." Terry pun berdiri dari duduknya. "Aku akan menghubungi mu, saat telah sampai di Bandung."


Terry belum meminta nomor handphone Raja, tetapi nanti dia akan meminta pada Sinta.


Terry pun bergegas pergi meninggalkan Raja yang masih duduk di bangku taman.


Raja melepaskan kepergian Terry dengan senyum bahagia. Karena kini dia akan memulai lembaran baru di kisah cintanya.


Semoga saja mereka benar-benar bisa menjalin hubungan seperti Sinta dan Dito.


"Ter, kamu ngomongin apa sih sama biang kerok itu?" tanya Raka yang berjalan di sebelah Terry.


Mereka sedang berjalan menuju area parkir mobil, yang di sana sudah ada kedua orang tua Terry dan juga papanya Raka.


Kedua orang tua Terry sedang berkunjung ke Yogyakarta karena ada hal pekerjaan. Dan Terry pun tidak jadi ikut pulang bersama Rendi, melainkan ikut bersama kedua orang tuanya berkunjung ke rumah Anjasmara yaitu papanya Raka.

__ADS_1


Terima kasih sudah mampir kak, ditunggu episode berikutnya.


Semoga bisa update satu bulan kedepannya, doakan ya.


__ADS_2