
Acara telah berakhir, Sinta melihat Sarah yang sedang berbincang dengan Dito.
Kemudian dia langsung berjalan menghampiri Dito. Namun langkah nya di cegah oleh sahabat -sahabatnya.
"Sin, mana kamar kamu?" tanya Wahyuningsih.
"Di sebelah sana!" Sinta memberitahu Wahyuningsih sambil menunjukkan jari nya ke arah sebelah kanan.
"Eh tapi, aku mau ganti baju. Karena bajuku ketumpahan air. Pinjemin aku baju, dong!" pinta Wahyuningsih.
Kemudian Sinta dan Wahyuningsih langsung berjalan menuju kamar, di ikuti oleh Puput dan juga Terry.
"Ayo masuk," ucap Sinta yang telah membukakan pintu kamar.
"Sin, teman kamu yang namanya Raja cakep juga, ya!" ucap Terry yang sudah masuk ke dalam kamar dan duduk di tempat tidur.
"Kamu suka sama dia?" tanya Sinta sambil membuka pintu lemari nya. Dia memilih baju untuk Wahyuningsih.
"Abis, cuma aku yang gak punya pacar!" Terry mengerucutkan bibirnya.
Sinta bingung, karena Gendis mengaku juga menyukai Raja. Namun semua tergantung Raja, mana yang akan dia pilih. Walaupun Sinta mengetahui, jika Raja menyukai dirinya. Tetapi Sinta harus menegaskan pada Raja, jika dirinya benar-benar serius dengan Dito.
__ADS_1
"Adu, du, du... kasian banget sahabat ku yang satu ini," ucap Puput seraya memeluk Terry.
"Aku juga bingung, sebaiknya kamu langsung saja pdkt sama dia. Aku akan kasih nomor handphone nya," ucap Sinta yang langsung mengambil ponselnya.
"Eh, tapi! Apa bagus kalau cewek nelpon cowok duluan?" tanya Terry ragu.
"Jaman sekarang gak usah gengsi, tahu! Kalau kamu suka nyatain aja, takutnya dia udah suka sama orang lain." Wahyuningsih memberi saran pada Terry
"Ah, iya. Ya udah, kalau sudah sampai di Bandung, baru aku hubungi dia." Terry berucap sambil tersenyum sendiri. "Mana sini nomornya?" pinta Terry pada Sinta.
Sinta ingin mengatakan pada sahabat nya, jika temannya Gendis juga menyukai Raja. Hanya saja, Sinta tak ingin membuat Terry patah hati. Karena setahu Sinta, Raja pun tidak menyukai Gendis.
"Suami kak Sulis, tampan ya!" ucap Puput sambil mengintip dari celah pintu kamar yang sedikit terbuka. "Eh, Sinta! Itu si Dito ngobrol sama siapa?" tanya Puput yang kedua matanya langsung beralih ke arah Dito.
"Sarah, namanya." Sinta memberitahu Puput.
"Kamu kenal sama dia?" tanya Puput.
"Temannya Dito dan dia juga adiknya bang Hasan," jawab Sinta dengan nada malas
"Kenapa bisa kebetulan begitu?" tanya Puput yang langsung berjalan ke tempat tidur dan duduk di sebelah Terry. "Sepertinya, dia terlihat sangat akrab dan pandangannya melihat ke arah Dito."
__ADS_1
"Kamu jangan manasin, Sinta." Terry menyikut lengan Puput.
"Iya, maaf. Mungkin hanya perasaanku saja," ucap Puput
"Iya udah, si Ning udah ganti baju. Ayo kita keluar," ajak Terry yang sangat bersemangat ingin menemui Raja
Mereka pun keluar dari kamar Sinta, Puput dan Wahyuningsih menghampiri pacar mereka masing-masing. Sedangkan Sinta menghampiri Dito. Selanjutnya Terry ingin menghampiri Raja, namun di halangi oleh Gendis.
"Hey, kamu temannya Sinta?" tanya Gendis basa-basi.
"Iya," jawab Terry
Gendis langsung menuntun Terry menuju halaman rumah Sinta.
"Maaf, aku pacarnya Raja." Gendis memberikan pengakuan palsu pada Terry.
"Oh, aku pikir Raja belum punya pacar." Terry menjawab dengan tersenyum canggung
"Iya, Raja memang kayak gitu. Genit sama semua cewek, aku aja yang jadi pacarnya suka di acuhin. Jadi aku mohon, kamu jangan deketin Raja, ya!" pinta Gendis dengan wajah mengiba
'Oh, oke!" jawab Terry yang diam terpaku.
__ADS_1
Jangan lupa untuk like dan komentar ya.