
"Sinta, aku mohon!" Gendis menyatukan kedua tangannya memohon kepada Sinta agar bisa merayu Raja untuk menikahinya.
"Gendis, aku tidak bisa melakukannya. Itu urusan mu sama Raja," ucap Sinta yang langsung bangkit dari duduknya.
Sinta pun berjalan meninggalkan Gendis, dia akan ke kantin menemui Raja.
Perasaannya saat ini tidak enak, pasti bukan masalah Terry yang akan di bahas oleh Raja.
Sesampainya di kantin, Sinta mencari keberadaan Raja. Ternyata Raja duduk di depan stand minuman dingin.
Sinta pun berjalan menghampiri Raja yang sedang duduk menikmati segelas es teh manis.
"Raja!" panggil Sinta yang sudah berada di hadapan Raja.
"Kamu kok lama?" tanya Raja.
Sinta pun langsung duduk berhadapan dengan Raja.
"Tadi Gendis menarik tangan ku, dia membicarakan suatu hal yang penting."
"Apa yang Gendis katakan?" tanya Raja dengan mimik datar.
"Menyuruhmu untuk menikahinya," jawab Sinta.
"Sudah aku duga," ucap Raja seraya menghela nafasnya.
__ADS_1
"Maksud mu, kamu juga ingin menikahinya?" tanya Sinta antusias.
"Justru hal itu yang ingin aku bicarakan," jawab Raja.
Tiba-tiba terdengar suara bel berbunyi, menandakan istirahat sudah berakhir.
"Aku akan membicarakan hal penting ini sama kamu, pulang nanti aku antar!" Raja pun bangun dari duduknya lalu bergegas meninggalkan Sinta.
"Huft! Aku belum makan apapun," keluh Sinta seraya mengelus perutnya.
Karena tadi pagi Sinta hanya sarapan roti bakar dan minum susu. Dia sangat berharap bisa menikmati mi ayam pakde langganan nya di sekolah. Tetapi semua itu hanya bisa menelan ludahnya saja. Sinta harus mengurusi masalah yang bukan urusan nya.
Dengan langkah gontai, Sinta berjalan menuju ke kelasnya.
Kemudian Sinta pun membaca tulisan di kertas tersebut.
Makan ya, aku tahu kamu tadi lapar.
Tidak ada nama pengirimnya, tapi Sinta mengetahui kalau tulisan itu milik Raja. Karena Sinta sangat mengenali tulisan Raja.
Sinta pun langsung memakan roti coklat kesukaannya.
Sejak pelajaran dimulai, Raja pun tak nampak batang hidungnya. Sinta selalu melirik ke arah bangku Raja yang kini kosong.
"Nih anak! Mulai lagi bandelnya," batin Sinta
__ADS_1
Raja sedang tidak konsentrasi dalam belajar, hingga membuat nya pergi meninggalkan jam pelajaran terakhir. Pikiran nya sedang kacau, karena dua masalah yang berbeda sedang menghampirinya.
Pertama Raja sangat bahagia, karena kini sudah mempunyai kekasih hati yaitu Terry. Masalah yang kedua adalah Gendis memaksa untuk menikahinya.
Bel pulang berbunyi, seluruh siswa pun keluar dari kelas masing-masing.
Sinta bingung dengan Raja, bukankah tadi mereka sudah janjian untuk pulang bersama!
Tetapi kenapa Raja pulang duluan?
Sinta pun memutuskan untuk segera pergi meninggalkan kelas. Karena percuma saja menunggu Raja yang sudah pergi sejak jam pelajaran terakhir.
"Sin, Sinta..." Terdengar ada suara seseorang yang memanggilnya. Sinta pun menoleh ke arah sumber suara.
"Raja," ucap Sinta terkejut saat melihat Raja sedang bersembunyi di balik pohon besar. Sinta pun menghampiri Raja yang sedang bersandar di balik pohon.
Ternyata Raja menunggu Sinta dibalik pohon besar sejak tadi.
"Raja, kamu tuh gak baik bolos terus!" ucap Sinta menasihati.
"Aku lagi gak mood belajar," ucap Raja santai.
"Raja, belajar itu demi masa depan kamu. Jadi jangan sampai kamu bolos terus, nanti malah ketinggalan pelajaran."
Silakan like ya!
__ADS_1