LDR Cinta SMA

LDR Cinta SMA
Raka sensi


__ADS_3

"Aku bingung sama Raja, kenapa sikapnya selalu berubah-ubah?" Tanya Riska saat sedang duduk di bangku kantin bersama dengan Ayu dan Sinta.


"Iya, kadang dia jutek, kadang ramah!" sahut Ayu.


"Tapi kalau soal perhatian, sepertinya hanya sama Sinta, deh!" tutur Riska.


"Kalian pada ngomongin apa sih?" tanya Sinta yang mendengar namanya di sebut oleh Riska.


"Ih, Sinta! Memangnya kamu gak ngerasa kalau Raja itu perhatian banget sama kamu?" tanya Ayu.


"Biasa aja," jawab Sinta.


"Aku aja ngerasa kalau sikap Raja ke kamu tuh beda banget," ujar Riska.


"Makanya jangan pake perasaan," ujar Sinta.


"Mungkin karena kamu sudah punya pacar, jadi ngerasa biasa aja sama Raja." Riska menebak.


"Iya, ya! Padahal Raja itu lumayan tampan, dan lebih tampan dari si Raka." Ayu menyambung pernyataan Riska.


"Hey, hey! Siapa yang bilang kalau Raja tampan?" sela Raka yang berada persis di sebelah Riska.


Mereka tidak menyadari keberadaan Raka di sebelah Riska.


"Eh, ada orang nya!" ucap Ayu dengan senyum meringis.


"Siapa yang bilang Raja tampan?" tanya Raka seraya berdiri sambil bertolak pinggang di hadapan Ayu.

__ADS_1


"Aku!" jawab Ayu seraya menunjukkan jari telunjuknya ke atas dengan ragu.


Raka terlihat begitu kesal, saat Ayu membandingkan dirinya dengan Raja.


"Raja itu bandel dan urakan, jadi jangan samakan ketampanan ku dengan dia!" ucap Raka yang menyombongkan diri sambil menepuk-nepuk dadanya.


"Udah deh! Jangan tepuk-tepuk dada terus," cibir Riska.


"Memangnya kenapa?" tanya Raka seraya mendongakkan kepalanya.


"Jadi kayak monyet, ha, ha, ha...."


Riska tertawa terbahak-bahak saat mengatai Raka sebagai monyet.


"Ish," ucap Raka mendengus kesal karena telah di ledek oleh Riska.


"Ha, ha, ha... Aku puas banget ngatain orang sok ganteng itu," ucap Riska sambil tertawa.


"Riska, jangan ngeledek orang terus. Nanti kamu malah kena batunya," ujar Sinta


"Iya, iya..." kata Riska


Kemudian mereka pun makan bersama menghabisi pesanan nya.


Bel berbunyi menandakan bahwa waktu istirahat telah usai.


Sinta dan kedua temannya pun bergegas pergi meninggalkan kantin. Di ikuti oleh seluruh siswa yang berada di kantin, semuanya masuk ke dalam kelas masing-masing.

__ADS_1


"Sinta, aku ingin bicara sepulang sekolah." Raja berbicara dengan suara pelan.


Sinta pun menoleh ke arah Raja, "baiklah!" jawab Sinta malas.


Sinta masih kesal sama Raja, karena semalam dia hanya menjadi orang ketiga saat Terry dan Raja saling berbalas pesan.


Sinta sedang pusing memikirkan masalah Raja, eh yang di pikirkan malah asyik saling curhat.


Sepulang sekolah, Raja pun langsung mengajak Sinta.


"Ayo, Sin!" ajak Raja.


Raja dan Sinta pun berjalan menuju keluar kelas. Tiba-tiba dari arah depan pintu terlihat Gendis sedang berdiri.


"Raja..." panggil Gendis


Raja pun menghentikan langkahnya, "mau apa kamu?" tanya Raja menatap tajam ke arah Gendis.


Gendis pun melirik ke arah Sinta. "Sinta, apa kamu sudah jelaskan pada Raja?"


Sinta pun melirik ke arah Gendis lalu beralih ke arah Raja.


"Aku gak tahu harus ngomong apaan sama kalian? Sebaiknya kalian bicarakan berdua," kata Sinta yang langsung berjalan mendahului Raja.


Saat Sinta melintas di sebelah Raja, tangan Sinta pun di tarik oleh Raja.


"Temani aku bicara sama Gendis," pinta Raja sembari menatap sinis ke arah Gendis.

__ADS_1


Next episode


__ADS_2