LDR Cinta SMA

LDR Cinta SMA
Gendis jadi Ayu?


__ADS_3

"Gendis," batin Dito saat melihat Gendis berada tak jauh darinya.


Gendis pun berjalan menghampiri Dito yang sedang merapikan jilbabnya.


"Kamu lagi ngapain?" tanya Gendis sembari membantu Dito berdiri.


"Aku sedang mencari--" Dito terlihat sedang berpikir tentang alasan yang tepat agar tak membuat Gendis curiga kepadanya.


"Kamu lagi ngapain?" tanya Gendis seraya memperhatikan Dito dari ujung kepala hingga kaki.


"Aku mencari toilet," jawab Dito sembari mengulas senyum.


"Oh," jawab Gendis dengan membulatkan mulutnya. "Terus kenapa kamu bisa jatuh?" tanya Gendis


"Aku kepeleset, terus kena terjatuh di bangku."


"Nama kamu siapa?" tanya Gendis


"Dita," jawab Dito


"Oh, mari aku tunjukkan toiletnya."


Gendis pun berbalik arah lalu berjalan terlebih dahulu menunjukkan arah toilet.


"Ini toiletnya," kata Gendis.


"Terima kasih," jawab Dito. "Eh, aku belum tahu nama kamu." Dito mencegah kepergian Gendis.


"Aku, Ayu." Gendis menjawab asal namanya.


Dito menjadi curiga dengan keberadaan Gendis di yayasan, dan juga Gendis pun sudah merubah namanya.

__ADS_1


"Oh," jawab Dito.


"Iya, sudah. Aku tinggal dulu, ya!" kata Gendis yang langsung pergi meninggalkan Dito.


"Raja, ada Gendis." Dito memberitahu Raja melalui earphone.


"Apa!" Raja terkejut di dalam mobil bersama Sudirja dan Herman.


"Aku curiga di dalam gudang itu ada seseorang," kata Dito dengan suara berbisik di dalam toilet.


"Sebaiknya kamu harus berhati-hati," pesan Raja.


"Tok, tok, tok ..."


Terdengar suara ketukan pintu saat Dito sedang di dalam toilet.


Dito terkejut saat mendengar ketukan pintu dari depan toilet.


"Tunggu," jawab Dito dari dalam toilet sembari menyalakan keran air.


"Heh, kenapa kamu lama banget di kamar mandi?" tegur Noni sambil melipat kedua tangannya di dada.


"Aku sakit perut, dan bolak-balik dari tadi." Dito beralasan sembari memegang perutnya.


"Ya, sudah. Sebaiknya kamu lekas kembali ke kantor," perintah Noni kepada Dito.


"Baik, Bu."


Dito langsung bergegas menuju kantor sambil merapikan jilbabnya.


"Untung saja," gumam Dito

__ADS_1


Setelah sampai di kantor, Dito terkejut saat melihat ruangan kantor yang sudah kosong.


"Loh, pada kemana Bu?" tanya Dito sembari menoleh ke arah Noni.


"Mereka pulang dan meminta izin kepada orang tua, serta mengambil baju-baju dan peralatan yang dibutuhkan untuk karantina." Noni menjelaskan kepada Dito. "Sebaiknya sekarang kamu pulang, dan berkemas."


"Baik, Bu." Dito langsung mengambil tasnya lalu berjalan keluar dari kantor.


Kemudian Dito mengambil ponselnya untuk menghubungi Raja. Dito berpura-pura mengutak-atik ponselnya, seolah-olah dia sedang memesan ojek online.


"Halo, iya Pak sesuai lokasi."


Dito telah keluar dari pintu gerbang dan melihat Raja telah menghampirinya.


Dito pun tersenyum ke arah dua penjaga yang sedang berdiri di depan pintu gerbang.


"Udah, Bang. Ayo jalan," kata Dito yang sudah naik ke atas motor dan memakai helm.


Raja pun melajukan motornya meninggalkan yayasan.


"Untung saja," ucap Dito di belakang Raja.


"Gendis sedang apa di sana?" tanya Raja


"Entahlah, tapi dia mengubah namanya menjadi Ayu saat memperkenalkan diri padaku."


"Hah! Ayu?" kaget Raja.


"Aku curiga di dalam gudang itu ada Sinta," ucap Dito menebak. "Sore nanti aku harus kembali lagi," kata Dito.


Raja pun berhenti di dekat minimarket, dan menyuruh Dito untuk mengganti bajunya di toilet

__ADS_1


"Cepat ganti bajumu," kata Raja sembari memberikan kantong plastik hitam kepada Dito


Silakan berikan komentar dan like


__ADS_2