
Dito pun masuk ke dalam aula yang sudah di isi oleh puluhan mahasiswa.
Mereka sudah duduk berjajar rapi di kursi yang telah di sediakan.
Dito pun ikut duduk di barisan paling belakang. Dia ingin mengetahui tentang topik yang akan dibicarakan oleh Feri.
Acara sudah dimulai karena Feri sudah hadir di kursi tamu undangan motivasi.
Kemudian Feri pun memberikan sambutan kepada para mahasiswa yang sudah hadir di dalam aula.
"Baiklah para adik-adik mahasiswa, sekarang saya ingin mengajak kalian untuk ikut berkontribusi dalam rangka kerja sama meningkatkan pengiriman para tenaga kerja ke luar negeri. Untuk itu bagi mahasiswa yang berminat bisa langsung ke kantor saya. Kami memberikan pelayanan untuk mengirimkan beberapa tenaga ahli keluar negeri."
Feri menjelaskan bisnisnya kepada para mahasiswa. Dia ingin menjadi perantara untuk mengirimkan para mahasiswa bekerja di luar negeri.
Semua mahasiswa yang hadir begitu antusias mendengarkan penjelasan Feri. Acara berlangsung selama satu jam, sepertinya pidato motivasi Feri sangat meyakinkan para mahasiswa yang hadir.
Dito pun merekam semua pidato yang disampaikan oleh Feri. Dia ingin mencari bukti lebih, untuk bisa menjerumuskan Feri.
Feri telah menyelesaikan pidato nya, kemudian dia pun bergegas pergi meninggalkan aula.
Dito pun mempunyai inisiatif untuk menanyakan kepada mahasiswa tentang penawaran yang diberikan oleh Feri sebagai motivator.
"Maaf, boleh minta waktu nya sebentar?" tanya Dito kepada salah seorang mahasiswi cantik yang hadir di acara seminar motivasi.
"Boleh," jawab mahasiswi cantik di hadapannya.
__ADS_1
Dito pun menyalakan ponsel untuk merekam pembicaraan nya bersama mahasiswi di hadapannya.
"Nama kamu siapa?" tanya Dito
"Namaku Rinjani," jawab mahasiswi di hadapannya sembari tersenyum. Sepertinya Rinjani terpesona dengan ketampanan Dito.
"Perkenalkan, nama ku Agus." Dito menyamarkan namanya.
"Sepertinya kamu bukan mahasiswa sini?" tanya Rinjani seraya memperhatikan Dito.
"Iya, aku baru saja mau mendaftar." Dito menjelaskan kepada Rinjani.
"Oh, kamu mendaftar di fakultas mana?" tanya Rinjani
"Fakultas bisnis dan manajemen," jawab Dito.
"Boleh tanya sesuatu?" tanya Dito.
"Boleh, mau nanya apa Gus?" tanya Rinjani.
"Bapak-bapak yang tadi itu siapa?" tanya Dito.
"Yang mana?" tanya Rinjani
"Yang sudah memberikan motivasi kepada mahasiswa," ujar Dito.
__ADS_1
"Oh, pak Feri."
"Siapa pak Feri?" tanya Dito.
"Dia itu motivator di sini, biasanya saat akan menjelang kelulusan para wisudawan di harapkan datang ke kantor nya untuk mendaftar di yayasan nya."
"Lalu, apa kau percaya?" tanya Dito ingin mendapatkan jawaban dari Rinjani.
"Iya, karena kata pak Feri para mahasiswa yang ikut di yayasannya sudah di pekerjakan ke luar negeri. Dan dia menunjukkan foto-foto para mahasiswa yang telah sukses bekerja di luar negeri melalui yayasan nya."
Dito merasa tidak yakin dengan penjelasan dari Rinjani.
"Boleh aku meminta foto mahasiswi yang telah dikirim oleh yayasan itu?" tanya Dito.
"Sepertinya kamu cukup melihat di website nya," kata Rinjani.
"Apa nama website nya," tanya Dito.
"Yayasan cipta perkasa," kata Rinjani.
"Baiklah, terima kasih atas informasinya." Dito pun mengakhiri pembicaraan dengan Rinjani.
"Senang berkenalan dengan mu," ucap Dito yang langsung menghentikan rekaman nya.
Rinjani terlihat kecewa saat Dito sudah mengakhiri pembicaraan nya.
__ADS_1
"Aku juga senang berkenalan dengan mu," kata Rinjani dengan lirih.
Rinjani terlihat kecewa menatap kepergian Dito.