
Beberapa hari kemudian, Dito kembali menyamar sebagai wanita. Karena tadi pagi dia baru saja dihubungi oleh pihak yayasan milik Ferdi.
Saat Dito telah melajukan motornya, dia mendengar dering ponselnya di kantong baju.
Segera Dito menghentikan laju motor dan menepikan kepinggir jalan.
Sinta terdiam dia tidak berbicara sepatah katapun. Karena Sinta berpikir jika panggil itu adalah dari rekan kerjanya
"Halo," sapa suara dari saluran ponsel milik Dito.
"Halo," jawab Dito.
"Maaf, apakah benar nomor ini milik Dita Asmara?" tanya seseorang disambungan telpon seluler milik Dito.
"Ah, iya. Tunggu sebentar aku panggilkan Dita," kata Dito yang langsung mengubah cara bicaranya.
Sinta bingung dengan cara Dito menerima panggilan telpon seluler. Kenapa suaranya tiba-tiba saja berubah?
Apa yang kini ada dipikiran Sinta, hanya dia yang tahu. Yang pasti saat ini Sinta curiga kepada sang kekasih.
"Oh, baik. Besok Minggu aku akan kesitu," jawab Dito dengan suara gemulai.
Kemudian Dito langsung menaruh ponselnya di kantong kemeja. Dia telah melupakan keberadaan Sinta dibelakangnya. Hingga membuat Sinta mencurigai sang kekasih yang tadi telah mengubah intonasi suaranya.
__ADS_1
Sesampainya di sekolah Sinta, Dito langsung melajukan motornya setelah melihat sang kekasih sudah turun dari motor.
Dito benar-benar melupakan Sinta yang tadi mendengar percakapannya dengan pegawai yayasan milik Ferdi
Kemudian Sinta masuk kedalam dalam kelas dengan pikiran yang masih berkecamuk di dalam dada. Sinta mencurigai Dito jika sang kekasih ada main dengan gadis lain.
"Sebaiknya aku harus mencari tahu, dengan siapa Dito berbicara?" gumam Sinta yang sudah duduk di bangkunya.
Dito pun mengirimkan pesan kepada Raja dan rekan-rekan lainnya. Jika dia baru saja mendapatkan telpon dari pihak yayasan milik Ferdi.
"Kita akan atur nanti malam," pesan dari Sudirja pun terkirim ke ponsel milik Dito, Raja dan juga Herman.
"Raja," panggil Sinta yang sedari tadi duduk melamun di bangkunya.
"Ada apa?" tanya Raja sambil memainkan jari-jarinya dilayar ponselnya.
Pertanyaan Sinta membuat kedua bola mata Raja seketika membulat sempurna.
"Ka-mu tahu dari mana?" tanya Raja sambil menghentikan ketikannya.
"Tadi pagi dia dihubungi oleh seseorang, tetapi dalam sekejap Dito langsung mengubah frekuensi suaranya. Apakah dia suka sama gadis lain?" tanya Sinta.
Raja baru saja menelaah pembicaraan Sinta.
__ADS_1
Kenapa Dito bisa lengah? Hingga membuat Sinta mencurigainya. Dan kini Raja yang dibuat pusing dengan kecurigaan Sinta kepada Dito.
"Huft, payah." Raja mengirim pesan pada Dito.
Segera Dito membalas pesan dari Raja.
"Payah kenapa?" balas Dito
"Sinta curiga kamu suka sama gadis lain, karena tadi dia mendengar pembicaraanmu dengan pihak yayasan."
Dito tak lagi membalas pesan dari Raja.
"Raja, kamu diajak ngomong kenapa mainin handphone terus sih!" geram Sinta yang langsung bangkit dari duduknya. Dia pun langsung bergegas keluar dari kelas. Karena waktu istirahat sebentar akan usai.
"Sin, Sinta ..." panggil Raja yang langsung menaruh ponselnya di dalam kantong kemeja.
Raja berjalan menghampiri Sinta yang kini langkahnya sudah tertinggal jauh.
"Ish, gadis itu kalo lagi ngambek jalannya cepat banget kayak The Flash."
Raja terus mengikuti langkah Sinta, karena sang pacar dari bosnya itu terlihat sangat cemburu dan galau.
"Sinta, tunggu," panggil Raja sembari menarik tangan Sinta.
__ADS_1
"Ada apa sih?" geram Sinta yang tangannya ditarik oleh Raja dengan tarikan yang kencang.
"Jalan kamu jangan cepat-cepat kalau lagi emosi. Biar aku jelaskan soal Dito," kata Raja yang langsung melepaskan tangannya.