LDR Cinta SMA

LDR Cinta SMA
Raja di fitnah


__ADS_3

"Biang kerok?" bingung Terry dengan ucapan Raka.


"Raja itu biang rusuh di sekolah, dia itu jarang masuk kelas. Apalagi saat pelajaran matematika. Tetapi semenjak ada Sinta, dia jadi rajin masuk kelas." Raka bercerita kepada Terry.


"Apa Raja sebadung itu?" gumam Terry dalam hati.


"Ter, kamu lagi mikirin apa sih?" tanya Raka yang melihat Terry sedang melamun menghadap kaca jendela mobil.


"Eh, maksud kamu si Raja itu badung?" tanya Terry dengan tatapan serius.


"Suka bolos aja," jawab Raka. "Mungkin karena dia anak pemilik saham disekolahkan," ujar Raka.


"Tapi dia gak kelihatan badung, kok!" ucap Terry


"Iya, kamu baru liat sekali." Raka menjelaskan kepada Terry.


Terry akan menanyakan tentang sifat Raja pada Sinta. Jika menurut Sinta baik, maka Terry akan melanjutkan hubungannya dengan Raja. Karena Terry lebih percaya dengan Sinta, daripada sepupunya si Raka.


Raja masih menikmati pemandangan di taman, dia sungguh tak menyangka akan menyatakan perasaannya pada seorang gadis yang baru saja dia kenal.


"Dret, dret..."


Terdengar bunyi ponsel nya bergetar, kemudian Raja mengambil ponselnya di kantong celananya.


"Gendis, mau apa dia?" gumam Raja

__ADS_1


Raja pun mengacuhkan panggilan dari Gendis, kemudian dia bangkit dari duduknya.


Hari sudah petang, Raja bergegas menuju motor nya dan akan pulang kerumahnya.


Sesampainya di rumah, Raja di hadapkan oleh Herlina dan Cakrabuana.


"Raja, kamu sudah pulang!" panggil Cakrabuana yang berada di sofa sedang duduk bersama dengan Herlina.


"Papa," jawab Raja. "Ada apa?" tanya Raja seraya mendekati kedua orang tuanya yang sedang duduk di sofa.


"Papa ingin bicara sama kamu, dan ini hal yang sangat penting."


Cakrabuana terlihat serius memandangi Raja, sepertinya ada sesuatu yang terjadi.


Raja pun duduk berhadapan dengan mereka berdua.


"Melakukan apa maksudnya?" tanya Raja bingung.


"Foto ini," ucap Cakrabuana memberikan ponselnya ke Raja


Raja terkejut melihat foto Gendis sedang tak berbusana, dan ada foto dirinya sedang bersama Gendis.


"Oh, ini foto saat aku menyelamatkan Gendis." Raja berucap dengan santainya.


"Menyelamatkan atau kamu sudah menikmati tubuh Gendis?" tanya Cakrabuana yang terlihat emosi.

__ADS_1


"Maksud papa apa?" tanya Raja yang juga terpancing dengan kemarahan Cakrabuana.


"Gendis mengaku telah tidur bersamamu, dan kamu harus mempertanggungjawabkan perbuatanmu," ucap Cakrabuana.


"Tapi, Pah!" Raja belum selesai berbicara sudah di tinggal oleh Cakrabuana bergegas menuju ke kamarnya.


"Mah! Itu gak seperti yang Gendis ceritakan," ucap Raja meminta pertolongan kepada Herlina.


Namun Herlina nampak acuh, dan dia pun pergi meninggalkan Raja.


Kedua orang tua Raja memang mengetahui kenakalan anaknya di sekolah. Tetapi bukan berarti Raja mau mengencani para gadis, apalagi sampai di ajak tidur bersama.


Raja berjalan menuju kamar Cakrabuana dan juga Herlina.


"Mah, Pah itu gak seperti yang kalian kira. Gendis telah memfitnah ku," teriak Raja sembari mengetuk pintu kamar kedua orang tuanya.


Lagi-lagi mereka tak mengindahkan panggilan Raja.


"Besok kalian tunangan, selesai lulus akan papa nikahkan kalian berdua." Cakrabuana menyahut dari dalam kamarnya.


Tak terima di fitnah, akhirnya Raja menghubungi ponsel Gendis.


Tetapi tak ada jawaban, sepertinya ponsel tidak aktif. Atau Gendis sengaja mematikan ponsel nya agar tidak dihubungi oleh Raja?


Raja terlihat begitu kesal, dia pun bergegas menuju ke arah kamarnya.

__ADS_1


Tidak menyangka seseorang yang dia tolong, malah membuat masalah untuk dirinya.


Oke guys, dikit dulu ya! Besok lanjut lagi


__ADS_2