
"Heh, kamu lagi hubungi siapa?" tegur Terry saat Raja ingin mengetik sesuatu di ponselnya.
"Enggak, aku cuma mau nanya Dito kok." Raja mengalihkan perhatiannya.
"Nanya soal apa?" tanya Sinta.
"Dia keluar jam berapa?" kata Raja beralasan.
Akhirnya mereka sudah sampai di kantin, lalu duduk di dekat stand pecel ayam.
"Kamu mau makan apa?" tanya Raja Terry
"Aku mau samain aja sama kamu," jawab Terry.
"Memangnya kamu doyan pedas?" tanya Sinta seraya menoleh ke arah Terry.
Terry pun menggelengkan kepalanya, menandakan dia tidak suka dengan makanan pedas.
"Sin, kamu tahu betul soal Raja?" tanya Terry dengan tatapan curiga.
"Iya, gimana aku gak tahu. Karena dia selalu suka makan bareng sama aku di kantin sekolah," jawab Sinta berterus terang.
Terry pun melirik ke arah Raja, mencari jawaban tentang perasaan kepadanya.
"Eh, kamu jangan salah paham."
Raja mengerti dengan maksud Terry yang curiga kepadanya. Sedangkan Sinta memang tidak pernah peka.
__ADS_1
"Terry, memangnya kamu mengira aku suka sama Raja?" tebak Sinta tanpa di ketahui oleh Raja jika Sinta sudah mengerti dengan maksud sahabatnya. "Tenang aja, aku tuh gak bakal suka sama cowok pecicilan kayak dia."
Sinta mencoba menenangkan pikiran Terry terhadapnya.
Karena sesungguhnya author tidak tahu juga perasaan Sinta terhadap Raja.
"Jadi makan gak sih?" tanya Raja
"Ya, jadilah," jawab Terry dan Sinta serempak.
Raja pun langsung terdiam melihat kekompakan dua gadis di hadapannya.
"Oke, aku akan cari makanan. Sebaiknya kalian ngobrol saja," kata Raja
Raja pun langsung bangkit dari duduknya dan berjalan ke arah stand ketoprak.
Raja mengirim pesan kepada Dito, namun belum juga terbaca. Tiba-tiba Dito sudah duduk di sebelah Sinta, dan itu membuat Raja terkejut.
"Ish, tuh anak kenapa gak ngomong kalo uda keluar." Raja begitu kesal kepada Dito yang belum juga membalas pesannya.
Akhirnya Raja membawa tiga piring ketoprak dengan beralaskan nampan.
"Ini ketoprak," kata Raja menaruh piring ketoprak ke atas meja.
"Punya aku gak pedas ya," kata Terry
"Piring yang ijo," kata Raja.
__ADS_1
"Terima kasih," jawab Terry seraya tersenyum menunjukkan deretan giginya yang putih.
"Dit, kamu kok gak ngomong kalo uda keluar?" tanya Raja seraya memberikan kode dengan melirik matanya ke arah ponsel milik Dito.
Dito yang tidak mengerti dengan kode Raja tak perduli.
"Aku memang ingin ke kantin, eh ngeliat si cantik lagi duduk di sini." Dito menggoda Sinta.
"Udah deh, gak usah bucin gitu di depan kita-kita," ucap Terry seraya membulatkan kedua bola matanya malas.
"Ayo makan, kalian ngeributin apa sih?" tanya Sinta yang langsung memakan ketoprak bawaan Raja.
Dari kejauhan terlihat Rinjani yang sedang memperhatikan Dito.
Ternyata Rinjani masih belum bisa melupakan perasaannya kepada Dito.
Karena memang setahu Rinjani, Dito belum mempunyai pacar. Tetapi saat melihat Sinta di kantor polisi, Rinjani merasa kecewa dengan perasaannya.
"Jan, kamu lagi ngapain?" tanya seorang teman perempuan sambil menepuk pundak Rinjani.
"Eh, aku lagi liat kantin. Kok rame banget," kata Rinjani mencari alasan.
"Udah yuk kita balik," ajak teman Rinjani seraya menarik tangannya.
Rinjani merasa berat meninggalkan Dito yang masih bersama kekasihnya.
Rinjani di perkenalkan oleh Dito jika Sinta adalah kekasihnya. Hal itu membuat Rinjani kecewa.
__ADS_1
Silakan berikan komentar dan like