LDR Cinta SMA

LDR Cinta SMA
Bab 88


__ADS_3

Raja pun memalingkan wajahnya, dia merasa malu karena telah mengungkapkan perasaannya pada Sinta.


"Maaf," ucap Raja dengan nada pelan.


"Aku gak apa-apa, kok!" jawab Sinta seraya mengulas senyum.


"Iya udah, sekarang kakak gak usah pada sedih. Lebih baik kita kumpul dan makan-makan." Nindi menuntun tangan Sinta.


Kemudian mereka berkumpul di ruang tengah. Alya dan anak panti yang lain segera mengambil piring. Untuk menghidangkan kue ke piring. Karena mereka akan mengadakan makan bersama-sama.


"Aku buatkan teh dulu," ucap Sinta yang langsung bangun.


Raja pun duduk ikut bergabung dengan anak-anak panti, yang sudah duduk di lantai.


Semua menu sudah tersedia dan penghuni panti berkumpul di ruang tengah.


"Sebelum makan, kita baca doa dulu," ucap Sinta.


Kemudian Raja memimpin doa sebelum makan.


Setelah menyelesaikan makan bersama, Sinta dan Raja pun pamit kepada Alya dan anak-anak lainnya.

__ADS_1


Raja tak lupa memberikan uang untuk setiap anak. Karena mereka mempunyai kebutuhan masing-masing. Untuk urusan makan, ada petugas katring yang di bayar oleh Dito. Tugas Raja hanya memantau pendidikan dan memberikan uang jajan.


"Sin, aku antar pulang." Raja menyusul Sinta menuju pintu luar.


"Antar aku ke kafe," pinta Sinta.


Sinta ingin melihat perkembangan kafe milik Dito. Dia ingin belajar tentang bisnis yang telah di jalankan oleh Raja. Sinta tidak pernah tahu dia akan berjodoh dengan siapa? Namun dia tetap berusaha belajar, agar bisa membantu Dito. Perjalanan cinta mereka tidak lah mudah. Bagi Sinta, Dito adalah cinta kedua setelah ayahnya. Dia beruntung bisa bertemu dengan Dito, pemuda yang begitu menyayangi setelah ayahnya. Perhatian Dito begitu mengekang Sinta. Namun hal itu membuat Sinta bahagia, karena merasa di perhatikan oleh sang kekasih.


"Baiklah, kita ke kafe." Raja pun naik ke atas motor nya, di susul oleh Sinta.


Kemudian Raja melajukan motornya menuju pusat kota Yogyakarta. Kafe ketiga milik Dito yang terletak di pusat kota Yogyakarta. Dengan bangunan artistik ala Yogyakarta tempo dulu.


Pegawai nya pun sudah terlatih untuk memahami bahasa asing, Jawa dan bahasa Indonesia.


Setiap pengunjung bisa belajar menggunakan bahasa Jawa.


"Raja, apa kamu menyukai Terry?" tanya Sinta yang sudah duduk di hadapan Raja.


Raja terkejut dengan pertanyaan dari Sinta.


"Sin, apa kamu gak bisa basa-basi?" balik Raja bertanya.

__ADS_1


"Aku gak suka basa-basi, sebaiknya kita bicarakan hal ini dengan jelas. Aku hanya mengingatkan mu, jika Gendis juga menyukaimu." Sinta menjelaskan pada Raja.


"Aku juga sudah tahu, kalau Gendis menyukaiku." Raja menjelaskan pada Sinta.


"Ternyata aku ketinggalan informasi lagi," ucap Sinta seraya mengerucutkan bibirnya.


Raja hanya terlihat gemas melihat senyum diwajah Sinta.


"Baiklah, kalau kau sudah tahu jika Gendis menyukaimu. Tapi satu hal yang perlu kamu tahu, jika Terry juga menyukaimu," ucap Sinta.


Raja pun menundukkan kepalanya, dia tidak menyangka jika akan secepatnya mendapatkan pengganti Sinta di hatinya.


"Ja, kamu gak apa-apa?" tanya Sinta seraya menepuk pundak Raja.


"Kenapa kamu memberitahu aku?" tanya Raja.


"Karena kemarin Gendis berbuat ulah, dia bilang sama Terry kalau kamu itu pacarnya," ucap Sinta tanpa jeda


"Apa?" Raja terkejut dengan membulatkan kedua bola matanya.


Silakan like dan berikan komentar mu.

__ADS_1


__ADS_2