LDR Cinta SMA

LDR Cinta SMA
Minta penjelasan Gendis


__ADS_3

"Baiklah," jawab Sinta seraya menganggukkan kepalanya.


Gendis terlihat kesal saat Raja menggenggam tangan Sinta.


"Raja, tanganmu mau aku adukan sama Dito?" cibir Gendis sembari melihat tangan Raja yang menuntun tangan Sinta.


Kemudian Raja pun melepaskan tangannya dari tangan Sinta.


"Maaf, Sin!" ucap Raja.


Kemudian Raja pun berjalan terlebih dahulu, lalu di susul Sinta.


"Raja, kita mau kemana?" tanya Gendis dari arah belakang Sinta.


"Ikuti saja aku," sahut Raja.


Raja masih terus berjalan menuju parkiran motor nya.


"Kalian jalan saja duluan, nanti tunggu aku di kafe depan," ucap Raja yang langsung berjalan menuju ke arah motornya.


Sinta dan Gendis pun berjalan beriringan menuju kafe.


"Sinta, apa kamu marah sama aku?" tanya Gendis dengan nada ragu.


"Enggak," jawab Sinta. "Sebenarnya, apa yang kamu rencanakan?" tanya Sinta


Langkah Gendis pun terhenti, saat Sinta menanyakan sesuatu.


"Ren- rencana apa?" tanya Gendis


"Sebaiknya nanti kamu jelaskan pada Raja, karena aku sudah cukup pusing dengan urusan pribadi ku." Sinta pun mempercepat langkahnya agar sampai di kafe.

__ADS_1


Sesampainya di kafe, Sinta mencari sofa yang duduk berhadapan. Agar mereka bisa berbicara dengan tenang dan santai.


"Duduklah," ucap Sinta mempersilahkan Gendis duduk di sebelahnya.


"Kok, Raja belum juga sampai?" tanya Gendis


"Sabar, nanti juga dia datang."


Selang beberapa menit kemudian, Raja pun datang.


"Tuh, Raja!" unjuk Sinta.


Raja pun duduk di sebelah Sinta, dan Gendis di hadapan mereka berdua.


"Raja, kok kamu gak duduk di sini aja?" tanya Gendis seraya menepuk sofa di sebelahnya.


"Gendis, langsung saja sama permasalahannya." Raja pun memulai pembicaraan. "Apa maksudmu memfitnah ku?" tanya Raja.


"Seberapa hebat om Feri itu?" tanya Raja


"Seperti yang pak Dirja katakan, dia adalah seorang yang paling berkuasa. Dan ibuku gak sanggup melawan om Feri."


"Aku akan mencari tahu om Feri," jelas Raja. "Satu hal lagi, aku tegaskan kepada mu jika saat ini aku sudah punya kekasih. Jangan pernah mengganggu hubungan ku dengannya."


Raja pun berdiri lalu menuntun tangan Sinta bergegas pergi meninggalkan Gendis.


Gendis hanya menatap nanar ke arah Raja yang pergi meninggalkan nya.


"Raja, aku takut!" kata Sinta yang berjalan di belakang Raja.


"Takut kenapa?" tanya Raja yang masih fokus berjalan ke arah parkiran motor.

__ADS_1


"Aku hanya takut om Feri akan membuat kita celaka," ucap Sinta.


Mereka berdua telah sampai di parkiran motor.


"Cepat naik! Jangan sampai di omelin sama kak Sulis," kata Raja yang sudah memakai helm, lalu duduk di atas motor nya.


"Tapi sekarang kak Sulis selalu pulang malam," ucap Sinta lesu.


"Loh, kok!"


"Iya, karena kak Sulis sekarang sudah punya suami. Jadi pulangnya selalu malam," kata Sinta.


"Tapi bukan berarti kamu harus pulang malam juga 'kan!" tutur Raja.


"Iya, juga sih!"


Sinta pun naik ke atas motor Raja, kemudian Raja pun melajukan motornya pergi meninggalkan parkiran motor.


Sesampainya di rumah Sinta, Raja pun segera pamit untuk pulang.


"Kamu gak mampir dulu?" tanya Sinta.


"Enggak, kakak kamu punya banyak mata-mata. Aku gak mau kena omelan lagi," kata Raja kemudian dia pun melajukan motornya.


"Apa kak Sulis segalak itu dimata Raja?" gumam Sinta.


"Siapa yang galak?"


Suara Sulis terdengar dari dalam rumah.


"Hah! Kak Sulis sudah di rumah?" gumam Sinta terkejut.

__ADS_1


cek bab selanjutnya


__ADS_2