
"Gendis, dimana temanmu yang kemarin?" tanya Sinta yang mendatangi kelas Gendis bersama Riska dan Ayu.
"Aku gak tahu, kalau saja dia masuk pasti aku cincang habis." Gendis terlihat kesal menjawab pertanyaan Sinta
"Memangnya ada apa?" tanya Riska menyelidik.
"Enggak ada apa-apa," jawab Sinta.
"Dis, aku mau balik ke kelas dulu." Sinta pamit kepada Gendis. Sinta hanya ingin tahu keadaan Gendis, karena kemarin Gendis langsung pulang dari rumah sakit.
"Iya," jawab Gendis.
Kemudian Sinta dan kedua temannya pun pergi meninggalkan kelas Gendis.
"Sin, kamu kok jadi baikan sama Gendis?" tanya Ayu dengan raut wajah bingung.
"Memangnya tidak boleh?" tanya Sinta.
" Iya, kemarin 'kan dia jelek-jelekin kamu," ucap Ayu.
"Aku rasa, aku sedang di adu domba oleh seseorang." Sinta menjawab sembari berpikir. "Iya sudahlah, yang penting aku tidak lagi bertengkar dengan Gendis." Sinta langsung berjalan mendahului Ayu.
Sesampainya di kelas, terlihat Raja yang sudah duduk di kursinya. Sinta pun langsung berjalan menuju kursinya
"Hey, Ja! Tumben kamu datang sepagi ini?" tanya Ayu yang sudah duduk di hadapan Raja.
Raja hanya terdiam, dia langsung menidurkan kepalanya di atas meja.
__ADS_1
"Ish, mulai kumat deh sombongnya!" gerutu Ayu yang langsung memutar badannya ke arah depan meja.
Bel berbunyi, seluruh siswa masuk kelas karena jam pelajaran pertama akan di mulai.
Seluruh siswa terlihat tenang, kala salah seorang guru telah masuk ke dalam kelas.
Materi pun di sampaikan, seluruh siswa mendengarkan dengan tertib dan serius.
"Sin, apa kamu sudah melihat keadaan Gendis?" tanya Raja khawatir.
"Sudah, dia baik-baik saja." Sinta menjawab tanpa ekspresi, karena mereka sedang mengisi soal yang di berikan oleh Bu Marissa
Kali ini mereka ulangan harian pelajaran bahasa Inggris. Maka suasana menjadi hening dan senyap. Bu Marissa sedang berjalan berkeliling mengitari setiap sudut jalan di dalam kelas.
Sesampainya di bangku Sinta, Bu Marissa bertanya perihal Sulis.
"Minggu besok, Bu!" jawab Sinta sambil mendongakkan kepalanya ke arah Marissa.
"Oh ya sudah, terima kasih." balas Marissa yang kembali berjalan mengitari siswa yang sedang mengikuti ulangan.
"Sama-sama, Bu!" jawab Sinta dengan suara pelan.
Bel berbunyi, tandanya pelajaran telah berakhir. Semua kertas ulangan di kumpulkan oleh ketua kelas
Raka mengambil kertas ulangan, di setiap bangku.
***
__ADS_1
Seminggu sudah berlalu, Sinta sedang sibuk dengan dekorasi untuk acara pernikahan sang kakak.
Sulis akan menikah siang ini, dan Sinta sedang di make up setelah mendekorasi hiasan di ruang tamu.
"Makeup nya jangan tebal-tebal, Dis!"
Gendis di minta tolong oleh Sinta, untuk meriasnya.
"Iya, ini juga makenya tipis. Lagian muka kamu udah putih, gak usah terlalu tebal memakai foundation." Gendis mengusap blush-on di pipi Sinta.
Usai merias wajahnya, Sinta langsung berjalan menuju ruang tamu. Karena sudah banyak tamu dari pihak laki-laki.
Saat akan mendudukan bokongnya di sofa, tiba-tiba ada mobil mini Cooper berwarna merah melintas ingin parkir. Kemudian Sinta menyuruh Pasha, agar mobil itu parkir di ujung komplek.
"Pas, kalau itu tamu kak Sulis, suruh parkir di pojok." Sinta bilang pada Pasha.
Pasha pun keluar dari ruang tamu, lalu melihat orang yang mengendarai mobil mini Cooper.
Di susul mobil Pajero sport berwarna hitam, yang kemudian masuk ke area komplek.
"Pasha, Sinta mana?" teriak Puput yang duduk di mobil Pajero.
"Di dalam, Kak!" sahut Pasha yang langsung mengatur mobil yang baru saja datang.
"Eh, itu Dito!" Malik, Puput dan Ningsih pun turun dari mobil. Sedangkan Fadli memarkirkan mobilnya tepat di belakang mobil Dito.
Silakan like dan berikan komentar mu
__ADS_1