LDR Cinta SMA

LDR Cinta SMA
Bab 81


__ADS_3

Datang lagi mobil Honda Brio berwarna putih, masuk ke dalam komplek.


"Terry, Rendi..." teriak Ningsih yang langsung menghampiri mobil Honda Brio dengan jendela kaca mobil yang terbuka.


"Hey, aku kangen banget." Ningsih menghampiri mobil milik Terry.


"Aku juga," ucap Terry yang langsung turun dari mobil. Dan Rendi memarkirkan mobilnya tepat di belakang mobil Fadli.


"Pas, jangan kasih tahu kak Sinta kalau kita mau datang." Kata Terry berpesan pada Pasha.


"Oke, Kak!" ucap Pasha seraya menunjukkan jari jempol nya.


Dito datang terlebih dahulu, karena memang kehadiran nya pasti akan di nanti oleh Sinta.


Saat Terry membetulkan rambutnya di kaca mobil, tiba-tiba kaca tersebut terbuka. Memperlihatkan Raja sambil memandangi Terry yang sedang merapikan rambutnya.


"Eh, maaf! Aku pikir gak ada orang nya," ucap Terry dengan tersipu malu.


Raja hanya tersenyum saat melihat Terry tersipu malu.


"Hey, kamu temannya Sinta?" tanya Terry yang melihat penampilan Raja seperti seumuran dengannya


"Iya," jawab Raja


Terry adalah orang yang periang dan supel, dia cepat sekali akrab dengan orang yang baru dia kenal.


"Aku teman Sinta dari Bandung, namaku Terry." Terry mengulurkan tangannya ke arah dalam mobil.

__ADS_1


"Raja," ucap Raja menyambut uluran tangan Terry.


"Waow, Raja! Tapi kamu setampan pangeran," ucap Terry menggoda sambil mengedipkan satu mata.


Raja hanya tersenyum mendengar gurauan Terry.


"Aku masuk dulu, ya!" ucap Terry sambil melambaikan tangan kepada Raja.


"Aku juga mau masuk," ucap Raja.


"Oh, ya udah sekalian," ucap Terry.


"Non, ayo masuk!" ajak Rendi.


Dito pun masuk ke dalam ruang tamu, di dalamnya sudah ada keluarga Hasan termasuk Sarah dan Salsa.


Sinta langsung bangun dari duduknya, dan berjalan menghampiri Dito.


"Kamu kok gak bilang mau datang?" tanya Sinta yang sudah berada di hadapan Dito. Karena Dito mengaku pada Sinta jika dirinya sibuk dengan mata kuliah yang tertinggal.


Padahal Dito merencanakan kedatangannya bersama teman-teman nya yang di Jakarta.


"Ehem, cuma pacarnya aja yang di sambut?" sindir Puput seraya berdehem di belakang Dito.


"Puput, kamu..." Sinta terkejut saat melihat teman-teman nya dari Jakarta datang.


"Jahat, ya! Kamu udah ngelupain kita," ucap Ningsih yang langsung memeluk Sinta.

__ADS_1


"Maaf," ucap Sinta yang membalas pelukan Ningsih.


Begitu juga dengan Puput, dan Terry. "Ter, aku kangen banget." Sinta sangat senang melihat sahabatnya datang.


"Ah gombal, kalau kangen kenapa gak pernah telpon aku?" sindir Terry seraya memeluk Sinta.


"Maaf, banyak hal yang membuat aku tidak bisa menghubungi kalian." Sinta bersedih.


"Iya udah, gak usah sedih lagi. Acaranya mau di mulai." Malik langsung masuk ke dalam rumah.


"Eh, Malik. Kamu jangan songong," ucap Puput yang langsung mencubit pinggang Malik.


"Eh, iya, iya. Habisnya kalian nutupin orang jalan, udah ayo masuk!" ajak Malik yang langsung menuntun Puput.


Fadli pun menuntun Wahyuningsih masuk ke dalam rumah. Sedangkan Rendi berbincang bersama Pasha, pacarnya Selvi tidak bisa ikut karena ada acara di rumahnya


Sinta langsung menggandeng tangan Dito.


"Hey, kalian jahat! Masa aku di tinggalin," gerutu Terry seraya mengerucutkan bibirnya.


"Mau sama aku?" tanya Raja yang tiba-tiba muncul di belakang Terry.


"Eh, memang kamu belum ada pasangan?" tanya Terry dengan tersenyum malu.


"Daripada jadi jomblo di sini?" ledek Raja seraya mengulurkan tangannya. Terry pun menyambut uluran tangan Raja, lalu menuntunnya berjalan menuju bangku.


Dari jauh Gendis terlihat kesal saat Raja menggandeng tangan seorang gadis.

__ADS_1


__ADS_2