LDR Cinta SMA

LDR Cinta SMA
Kekesalan Gendis


__ADS_3

"Deg!" Dito terkejut mendengar pertanyaan Sinta. Dia benar-benar khawatir jika Sinta kembali berpikir tentang masalah Gendis.


"Memangnya ada apa dengan Gendis?" tanya Dito dengan nada ragu.


"Aku hanya bingung sama dia, kenapa kemarin Gendis tidak pamit pulang?" tanya Sinta.


"Oh!" ucap Dito seraya menghela nafasnya, dia merasa tenang karena Sinta tidak menanyakan masalah Gendis.


"Dia di telpon sama mamanya, jadi langsung pulang tanpa pamit sama kamu."


"Oh, aku pikir dia marah kepadaku karena aku tidak lagi menghubunginya."


"Tidak, tidak mungkin dia marah sama gadis cantik yang berada di sebelahku."


Dito mengeluarkan jurus rayuannya, mencoba mengalihkan pembicaraan.


"Kamu mencoba menggoda aku lagi," kata Sinta seraya menajamkan matanya ke arah Dito.


"Pulang nanti kamu aku gak bisa jemput kamu, karena aku akan masuk ke universitas baru."


"Iya, enggak apa-apa!" jawab Sinta.


"Kamu pulang sama Raja," cetus Dito.


"Apa! Kenapa aku harus pulang sama makhluk itu?" protes Sinta.


Sinta merasa tak enak hati dengan Dito jika dia harus dekat-dekat lagi dengan Raja.


"Aku mempercayai Raja," ucap Dito.

__ADS_1


"Baiklah," kata Sinta menyerah dengan keputusan Dito.


Sesampainya di sekolah, Raja sudah menunggu di depan gerbang.


Dito pun turun dari mobil, lalu menyerahkan nya pada Raja.


"Aku pinjam motor mu," pinta Dito yang sudah berdiri di depan Raja.


Kemudian Raja memberikan kunci motor nya kepada Dito.


Sebelumnya Dito meminta Raja untuk meminjamkan motor nya. Lalu Raja akan pulang bersama dengan Sinta menggunakan mobil Dito.


Karena Dito tidak ingin Sinta pulang ke rumah tanpa pengawalan dari Raja. Dan juga Dito tidak ingin Sinta pulang naik motor. Karena Dito berpikir jika luka pasca operasi usus buntu Sinta masih belum pulih.


Dito pun membuka pintu mobil untuk Sinta.


"Silakan keluar, tuan putri!" kata Dito seraya mengulurkan tangannya.


Sinta pun telah keluar dari mobil Dito, lalu memberikan kunci mobilnya kepada Raja.


"Aku balik dulu, nanti kamu pulang sama Raja." Dito berpesan kepada Sinta.


"Kamu naik motor Raja?" tanya Sinta yang melihat kunci motor Raja berada di tangan Dito.


"Iya, aku menghindari kemacetan."


"Kenapa kamu gak bawa motor sendiri?" tanya Sinta.


"Karena tadi aku sedang menjemput tuan putri," tutur Dito. "Iya, sudah! Sekarang kamu masuk ke dalam kelas," suruh Dito.

__ADS_1


Sinta pun menurut kata Dito, dia berjalan masuk ke dalam sekolah.


Raja langsung masuk ke dalam mobil Dito, untuk memarkirkan di dalam parkiran sekolah.


"Aku titip Sinta," ucap Dito yang langsung menutup kaca helmnya, lalu bergegas pergi meninggalkan sekolah.


Dari jauh terlihat Gendis sedang memperhatikan Dito. Dia merasa kesal karena kemarin diusir dari rumah Sinta.


"Raja..." panggil Gendis saat Raja telah keluar dari mobil Dito.


"Ada apa?" tanya Raja dengan nada malas.


"Kenapa kamu pakai mobil pacarnya Sinta?" tanya Gendis seraya memperhatikan mobil yang berada di belakang Raja


"Emang masalah buat kamu?" ucap Raja dengan nada ketus. Kemudian Raja pun berjalan meninggalkan Gendis.


Gendis semakin kesal dengan sikap Raja yang telah mengacuhkan nya.


"Raja..." Gendis kembali memanggil Raja.


"Ada apalagi?" tanya Raja yang menghentikan langkahnya.


"Kenapa kamu gak bilang kalau Sinta sakit?" tanya Gendis.


"Memangnya kalau aku bilang, kamu akan beliin parsel buah buat Sinta?" cibir Raja.


"Ish, kamu nyebelin!" geram Gendis lalu dia pergi meninggalkan Raja.


Raja pun tersenyum sinis memandang kepergian Gendis.

__ADS_1


Jangan lupa untuk like dan komentar


__ADS_2