LDR Cinta SMA

LDR Cinta SMA
Ferdi mengelak


__ADS_3

Kejadiannya begitu cepat, seluruh anak panti ketakutan saat ajudan Ferdi mengobrak-abrik isi ruangan.


Pintu pun terbuka, sang ajudan Ferdi langsung masuk ke dalam kamar.


"Tolong jangan bawa aku," pinta Risma mencoba menghindari ajudan Ferdi.


"Cepat tangkap dia," perintah Ferdi.


"Maafkan saya," mohon Risma pada Ferdi.


Tanpa banyak kata, akhirnya Risma di bawa oleh para pengawal Ferdi.


Risma mencoba meminta tolong pada warga sekitar. Namun tak ada yang bisa membantunya, karena takut pada pengawal Ferdi yang bertubuh besar.


Ibu Risma sedang tidak ada dirumah, karena harus bekerja sebagai buruh cuci. Sedangkan di panti hanya ada Alya dan juga beberapa anak panti yang masih kecil. Mereka sangat ketakutan melihat keributan di dalam panti.


"Tolong ..." Risma terus berteriak namun tak ada yang dapat membantu.


Hingga akhirnya Risma dibawa pergi oleh Ferdi.


Hari menjelang pagi, Raja dan Dito masih berada di kantor polisi.


Tak ada kabar dari Sulis tentang Sinta, apakah sang penculik menginginkan tebusan atau tidak?


Keduanya pun tertidur dibangku polisi, menunggu kabar dari para polisi yang sudah disebar oleh Sudirja.


"Dito, Raja ..." panggil Sudirja membangunkan Dito dan juga Raja.

__ADS_1


Keduanya pun terbangun, lalu menegakkan tubuhnya.


"Apa ada kabar, Pak?" tanya Dito


"Maaf, sepertinya Ferdi berkelit. Dia berada dirumahnya, dan menyangkal jika plat nomor mobilnya itu adalah milik dia, tapi mobilnya sudah dijual." Sudirja menjelaskan kepada Dito.


"Bagaimana bisa?" tanya Raja dengan emosi.


"Terus kalian percaya?" tanya Dito memastikan.


"Kami tidak ada bukti lain, Ferdi menunjukkan surat penjualan mobil setahun yang lalu. Dan si pembeli itu belum balik nama mobilnya," kata Sudirja.


"Tidak mungkin, itu hanya akal-akalan dia. Baiklah aku akan ke panti," kata Raja seraya bergegas meninggalkan kantor polisi.


"Untuk apa kamu ke panti?" tanya Sudirja.


"Aku ikut," kata Dito.


"Baiklah aku ikut juga," ucap Sudirja


Mereka pun bergegas pergi menuju panti.


Dito masih sangat mencemaskan keadaan Sinta. Jika memang Ferdi menculiknya, pasti Sinta akan benar-benar celaka. Karena Ferdi tidak akan segan-segan membuat tumbang lawannya.


Mereka pun sampai di panti, terlihat halaman rumah sudah porak-poranda dengan pot tanaman berserakan.


"Nindi, Alya ..." panggil Raja saat sudah masuk kedalam panti.

__ADS_1


"Kak Raja, tolong kak Risma." Nindi datang memeluk Raja.


"Nak Raja, tolong anak ibu. Dia diculik," pinta ibunya Risma.


"Panti ini milik siapa?" tanya Sudirja


"Panti ini milikku," jawab Raja


"Kenapa Ferdi menculik Risma?" tanya Sudirja.


"Risma adalah orang yang memperkenalkan Gendis pada Ferdi sebagai ayam kampus. Gendis berhenti bekerja karena sudah insaf, dan semua berkat pertolongan Sinta." Raja menjelaskan kepada Sudirja.


"Apakah orang yang kemarin kesini wajahnya seperti ini?" tanya Sudirja seraya menunjukkan foto Ferdi pada anak-anak panti.


Seluruh anak panti melihat layar ponsel milik Sudirja.


Alya kembali mengingat wajah seseorang yang memberi perintah kepada beberapa pengawal.


"Sepertinya iya, hanya saja rambutnya berwarna coklat." Alya menjelaskan kepada Sudirja.


"Apakah di daerah sini ada cctv?" tanya Sudirja.


"Sebentar," kata Raja yang langsung keluar dari panti.


Dito dan Raja keluar dari panti ingin menanyakan kepada para warga. Apakah mereka melihat orang-orang yang datang ke panti untuk menculik Risma?


Silakan berikan komentar dan like

__ADS_1


__ADS_2