
"Baiklah, walaupun bukan urusan ku. Aku akan bantu sebisaku," tutur Sinta.
"Iya, sudah. Sekarang aku meminta foto Gendis saat di perkosa oleh papa tiri nya," pinta Raja.
"Sebentar!" ucap Sinta yang langsung mengambil ponselnya.
Kemudian Sinta langsung mengscroll gambar yang ada di galeri foto nya.
Raja terlihat sedikit cemburu, saat melihat foto-foto Sinta bersama Dito.
"Mana sih?" ucap Raja tak sabaran, karena yang dilihat sedari tadi hanya foto Sinta dan Dito saat di London dan juga acara pernikahan Sulis.
"Sabar, dong!" kata Sinta seraya mencebikkan bibir nya.
Setelah melewati beberapa foto kemesraan Sinta dan Dito, akhirnya terlihat foto Gendis.
"Nah, itu dia!" kata Raja antusias.
"Eits, kamu jangan liat. Soalnya Gendis gak pake baju," kata Sinta yang langsung menutup layar ponselnya.
"Huft, aku hanya memastikan jika foto Gendis masih ada di hapemu." Raja berkilah.
"Modus," ucap Sinta sambil memajukan bibirnya.
"Iya, iya... Aku gak akan lihat," ucap Raja mengalah. "Apa yang harus aku lakukan?" tanya Raja.
__ADS_1
"Aku akan tanyakan kak Sulis, karena dia sudah dewasa dan pasti paham masalah ini."
"Sinta, aku butuh pemikiran mu bukan pemikiran kak Sulis."
"Iya, tapi aku gak bisa mikir itu, Raja!" ucap Sinta. Karena memang Sinta hanya pintar dalam pelajaran, kalau untuk mencari solusi dia selalu bertanya kepada kakaknya.
"Lantas, nanti aku akan di tertawakan oleh kakakmu," ucap Raja
"Raja, kakakku bukan tipe orang yang suka menertawakan masalah orang. Aku pastikan besok kamu sudah mendapatkan kabar dariku," ucap Sinta yang langsung menyeruput minuman dingin dihadapannya.
"Baiklah, aku harap kini kamu yang bisa membantuku."
Setelah menyelesaikan minuman nya, Raja mengajak Sinta untuk pulang.
"Aku sama dia memutuskan untuk menjalani hubungan seperti kamu," jawab Raja. "Tapi Terry belum juga menghubungi ku," sambung Raja.
"Mungkin dia sedang sibuk," kata Sinta. "Mana handphone mu, biar aku save nomor Terry."
Lalu Raja membuka tasnya ingin mencari ponsel. Raja bingung, kenapa ponsel nya tidak dapat dia temukan? Kemudian dia membongkar seluruh isi tasnya dan mengeluarkan buku-buku dan di taruh di atas meja.
"Raja, kamu cuma bawa dua buku aja?" tanya Sinta keheranan.
Raja pun tersenyum seraya menunjukkan deretan giginya yang putih.
"Dunia ini sudah banyak orang pintar," jawab Raja.
__ADS_1
"Tapi belajar itu untuk masa depan kamu," kata Sinta.
"Sudah, kamu jangan ceramah terus." Raja mencari ponselnya, tidak juga dia temukan di dalam tas.
"Aduh, aku taruh dimana ya?" pikir Raja.
"Ketinggalan di rumah?" tanya Sinta.
"Mungkin, nanti saja aku cari." Raja kembali merapikan tasnya.
Kemudian mereka pun bergegas pulang ke rumah. Raja mengantar Sinta ke rumahnya, setelah itu dia pun langsung pulang kerumah.
Sesampainya di rumah, Raja langsung mencari ponselnya di dalam kamar.
"Ini dia," kata Raja yang telah menemukan ponselnya tergeletak di atas tempat tidur.
Raja pun melihat ponsel nya yang sudah tidak terisi baterai. Karena semalaman dia memainkan game ML untuk menghilangkan rasa penatnya.
Kemudian Raja mencharge ponsel nya, sambil menyalakan. Selang beberapa detik, ponselnya menyala.
Raja mengusap layarnya, lalu melihat ada banyak notifikasi di aplikasi berwarna hijau.
"Terry..." Gumam Raja yang antusias saat melihat foto profil di layar ponselnya.
Padahal Raja belum mengetahui nomor ponsel Terry, tetapi wajah Terry tercetak jelas di foto profil nya yang berada di aplikasi WhatsApp.
__ADS_1