LDR Cinta SMA

LDR Cinta SMA
Kedatangan Dito


__ADS_3

Hey guys, jangan lupa untuk selalu tinggalkan tap like untuk karyaku. Jika kamu suka berikan vote dan komentar ya. Dukungan mu sungguh berarti untuk membuat ku semangat update.


" Keroyok?" batin Sinta yang penasaran dengan pembicaraan mereka.


Kemudian dia kembali mendekati telinga, menguping pembicaraan dari geng Raka.


" Sayangnya ada Sinta yang menolong, kenapa dia harus lewat gang sempit itu." kata Panji yang menceritakan kejadian saat Raja di keroyok di gang dekat rumah Sinta.


" Oh, jadi yang mengeroyok Raja itu kalian?" cecar Sinta dengan menatap tajam ke arah tiga orang di hadapannya.


" Eh Sin, kamu lagi ngapain di situ?" racau Raka yang tertangkap basah oleh Sinta.


" Aku mendengarkan pembicaraan kalian, dan kenapa kalian tega memukuli Raja?" desak Sinta mendekat pada mereka bertiga.


" Maaf, aku hanya tidak ingin Raja menguntit mu." Kelit Raka membuat alasan.


" Menguntit?" tanya Sinta dengan mengernyitkan keningnya.


" Iya, saat kamu-" ucapan Raka terhenti kala ada suara Raja yang memanggil Sinta.


" Sinta...."


Sinta menoleh ke arah sumber suara, dan dia menunggu Raja menghampiri nya.


" Kamu lagi ngapain?" tanya Raja yang datang menghampiri Sinta.


" Apa benar, mereka yang mengeroyok mu waktu itu?" tanya Sinta.


Raja terdiam, dia melihat ke arah Raka dan kedua temannya.


" Iya." jawab Raja.


" Karena kau, menguntit ku?" tekan Sinta dengan menatap intens ke arah Raja.


" Mmm.... iya." Raja mengakuinya.


Sinta langsung pergi meninggalkan mereka berempat.


" Sinta ..." panggil Raja yang mengikuti langkah Sinta.


" Sinta, dengarkan aku..." Raja menarik lengan Sinta.


" Ada apa, Raja. Maaf, aku telah membuat kalian menjadi berkelahi. Jadi sebaiknya jangan pernah mendekati ku lagi." pinta Sinta.


" Hanya alasan itu, aku tidak boleh mendekati mu?" tanya Raja menatap intens ke arah Sinta.


" Iya, aku takut kalian akan berkelahi. Dan satu lagi, aku tidak ingin berurusan dengan geng Gendis. Aku hanya ingin belajar tenang, di sekolah ini." ucap Sinta penuh penekanan


" Tapi aku gak ada hubungannya sama Gendis?" ujar Raja


" Raja-" ucapan Sinta terhenti, saat ada bunyi telepon masuk.


" Maaf, aku harus menjawab telepon." kata Sinta yang langsung mengambil ponselnya di dalam kantong baju.


" Dito..." lirihnya, lalu dia menjauh dari Raja.


" Dito?" Raja mengernyitkan keningnya, saat Sinta menyebutkan nama Dito.


Terlihat Sinta begitu gembira, mendapatkan telpon dari Dito.


" Assalamualaikum.." Dito


" Wa'alaikumsalam." Sinta


" Sinta..." Dito

__ADS_1


" Iya, " Sinta


" Aku mau ke Jakarta besok, karena harus mengurus KTP yang sudah tertunda." Dito


" Oh, iya." Sinta


" Apa kau senang?" Dito


" Senang gak, ya?" Sinta


" Aku akan datang ke rumah mu di Yogyakarta, sekaligus ingin bertemu rekan bisnis ku." Dito


" Wah, hebat nya pacar aku. Uda punya rekan bisnis." Sinta


" Iya, doakan bisnis ku terus berjalan lancar." Dito


" Iya, rekan mu laki-laki atau perempuan?" Sinta


" Kalau perempuan?"Dito


" Iya, enggak apa-apa." Sinta


" Laki-laki, kebetulan tinggal di Yogyakarta juga. " Dito


" Iya sudah, aku tunggu. " Sinta


Sinta pun naik angkot, dia tidak jadi pulang bersama Raja.


Raja terlihat kecewa dengan sikap Sinta. Padahal Sinta sudah berjanji padanya, untuk berbelanja keperluan panti.


" Heh, aku pikir kau jadi pulang bareng sama Sinta?" ejek Raka yang menghampirinya.


" Raka, aku sudah menutupi kebusukan mu. Tapi kenapa kau bongkar sendiri di depan Sinta?" geram Raja dengan tatapan sinis.


****


Keesokkan paginya, wajah Sinta teramat bahagia.


" Ada apa nih, sama adikku yang cantik?" tanya Sulis


" Hari ini Dito akan datang, jadi aku mau masak yang enak." kata Sinta.


" Makan aja di restoran, gak usah di rumah. Tar kamu, gak mau nyuci piring lagi!" ledek Sulis yang sudah menjalankan mobilnya.


" Ish, kakak kerjanya ngeledek adiknya aja." kata Sinta sambil mencebikkan bibir nya.


" Habisnya kamu tuh, kalau cemberut mukanya jadi lucu." ledek Sulis.


Sulis telah memarkir mobil di depan sekolah, dan Sinta pun pamit pada Sulis.


" Sinta..." sapa Riska yang juga baru datang.


" Hey, Ris." sambut Sinta, kemudian mereka jalan bersama masuk ke dalam sekolah.


" Sin, kamu gak apa-apa kemarin?" tanya Riska.


" Maksudnya?" tanya Sinta.


" Bukannya, kemarin kamu di labrak sama Gendis?" tanya Riska.


" Iya, " jawab Sinta.


" Ish, cewek ganjen. Beraninya keroyokan." umpat Riska.


" Anak-anak gak ada yang berani melawan dia, karena dia anak wakil kepala sekolah." kata Riska yang masih berjalan beriringan bersama Sinta.

__ADS_1


" Oh, iya?" ujar Sinta.


" Terus, apa masalahmu sama dia?" tanya Riska penasaran.


" Apa, aku bisa percaya sama kamu?" tanya Sinta yang sudah memasuki ruang kelas.


" Bisa dong, kalau kamu mau jadi sahabat aku juga bisa." kata Riska yang baru mengenal Sinta seminggu yang lalu.


" Dia cemburu, di kira aku merebut pacar nya.' kata Sinta yang sudah duduk di bangku. Sinta melirik ke arah bangku Raja.


" Kemarin datang pagi, sekarang malah tas nya juga belum keliatan." batin Sinta melihat ke arah kirinya.


" Apa? Kamu di sangka merebut Raka? " ucap Riska terkejut seraya menutup mulutnya dengan kedua tangan nya.


" Iya, " jawab Sinta seraya memutar kedua bola matanya malas.


" Padahal Raka itu tampan, loh!" kata Riska memuji, " Jarang dia mengungkapkan perasaannya, pada seseorang. Sedangkan Gendis, hanya mengaku pacar nya Raka. Itu juga Raka terpaksa, karena Gendis adalah anak wakil kepala sekolah." ujar Riska.


" Tapi aku sudah punya tunangan, Riska." tekan Sinta.


" Apa? Tunangan?" Riska terkejut dengan penuturan Sinta.


" Iya, hari ini dia akan pulang ke Indonesia." jawab Sinta.


" Memang tunangan kamu orang mana?" tanya Riska


" Asli Yogyakarta, hanya saja sekarang sedang kuliah di Inggris." kata Sinta.


" Tet, tet, tet..."


Bel berbunyi, mereka mengakhiri pembicaraan nya.


****


Usai pulang sekolah, Sinta langsung menuju bandara. Karena Dito telah menghubungi nya, jika sudah sampai di bandara di Jakarta.


Selanjutnya, Dito pun berangkat ke Yogyakarta.


Selang satu jam menunggu, Sinta akhirnya bertemu dengan Dito.


" Assalamu'alaikum, " sapa Dito yang kini berada di hadapan Sinta.


" Wa'alaikum salam." jawab Sinta yang terpesona dengan penampilan Dito.


" Oh, kalau sudah jadi orang Inggris penampilan jadi keren ya?" ledek Sinta.


" Ih kamu, bisa aja sih mujinya." kata Dito yang mencubit hidung Sinta.


" Kamu sama kak Sulis tuh sama, suka banget nyubit hidung aku." keluh Sinta yang mengusap hidungnya.


" Abisnya, hidung kamu tuh ngangenin. " goda Dito.


" Udah ah, ayo pulang." ajak Sinta.


Sinta dan Dito menghampiri mobil yang di kendarai oleh Pak Paijo.


" Selamat datang, den!" sapa Paijo.


" Iya, Pak!" jawab Dito yang sudah masuk ke dalam mobil.


Dito hanya membawa tas ransel, tak membawa koper seperti wisatawan yang baru saja datang dari luar kota.


-


Silakan like dan berikan komentar mu ya guys

__ADS_1


__ADS_2