LDR Cinta SMA

LDR Cinta SMA
Bab 53


__ADS_3

Pagi ini Dito akan mencari tempat magang, untuk semester ke 3 di tahun depan. Dia menginginkan tempat kerja, yang memang sesuai dengan bidang kuliahnya yaitu jurusan ekonomi.


" Kak, gimana dengan magangmu?" Dito bertanya pada Melly di sela-sela sarapan pagi.


" Enak, dan tempat nya nyaman." Melly menjawab pertanyaan Dito sambil menyuap stik kentang buatan Merry.


" Kamu memang nya magang di mana?" Dito belum mengetahui tempat magang Melly, karena dia sangat sibuk sehingga lupa menanyakan tempat magang Melly.


" Aku magang di butik, milik perancang busana terkenal di Inggris," jawab Melly dengan antusias.


" Apa? Bukankah bidang kuliahmu adalah jurusan ekonomi?" Dito bingung dengan kakaknya yang magang di tempat yang berbeda dari jurusan kuliahnya.


" Aku lebih suka jadi desainer, daripada jadi ekonom atau pengusaha seperti mu," tutur Melly sambil mengeluarkan isi hatinya.


" Jadi selama ini, kau tidak mempelajari tentang dunia bisnis?" Dito mencoba meminta penjelasan dari Melly


" Aku belajar juga tentang dunia bisnis, karena hal itu juga berpengaruh pada dunia perbutikan. Aku haruslah pintar menyusun strategi pemasaran dan penjualan. Bisa-bisa barangku mangkrak di gudang, karena aku kurang promosi." Melly menjelaskan.


" Baguslah, kau tidak melupakan kewajiban mu." Dito merasa lega dengan pernyataan Melly, yang kini telah dewasa


" Memangnya kamu berencana mau magang di mana?" tanya Melly.


" Sarah menawarkan ku, untuk magang di konsultan keuangan milik temannya. Tapi aku kurang yakin, untuk menghitung keuangan di perusahaanku saja, kini aku membutuhkan jasa Sarah," ungkap Dito.


" Kau coba saja, barangkali akan menambah ilmu dan langsung kamu praktek kan di perusahaan mu, " ucap Melly, kali ini sikapnya sudah berubah dewasa. Dan dia sudah bisa menasehati Dito.


Dito pun tersenyum ke arah Melly, dia merasa kalau kakaknya telah berubah.


" Kamu ngapain senyum-senyum sendiri?" tanya Melly sambil menyipitkan satu matanya.


" Aku bangga aja, karena kini kakak telah menjadi orang yang berpikiran dewasa," puji Dito.


Melly pun tersenyum, kala di puji oleh adik bungsu nya.


Mereka kembali meneruskan sarapan paginya. Usai sarapan, Dito langsung berangkat ke kampus. Sedangkan Melly berangkat ke butik yang letaknya berlawanan arah dengan Dito.


Dito ingin menghubungi Raja, untuk menanyakan tentang laporan keuangan.


Karena laporan kemarin, adalah tugas Sinta yang mengeceknya


Tetapi dia akan menghubungi Sarah terlebih dahulu, untuk menanyakan tempat magang yang kemarin di tawarkan oleh Sarah.

__ADS_1


Segera dia mengambil ponselnya, yang dia letakkan di dalam tas. Dengan satu tangan memegang stir mobil, dan yang satunya mencari handphone.


Setelah handphone nya di temukan, Dito ingin mengusap layar ponsel lalu mencari nama Sarah.


Saat nama Sarah di temukan, tiba-tiba di depannya ada sebuah bus sekolah yang kehilangan arah. Dito mencoba menghindari bus sekolah, namun saat akan menghindar ternyata ada sebuah pohon besar dan Dito pun tak sempat menginjak rem. Ditabraknya pohon besar hingga mobilnya hancur di bagian depan. Membuat kepala Dito membentur stir dan tertimpa batang pohon yang besar. Tubuh Dito terhimpit di dalam mobil. Seketika kesadarannya pun hilang, dengan darah yang sudah mengucur di keningnya.


Mobil ambulans pun datang, untuk mengevakuasi Dito. Tubuhnya terhimpit antara bangku dan batang pohon.


Tim SAR memanggil petugas dari dinas pertamanan. Untuk mengangkat batang pohon besar, yang menimpa mobil Dito.


Selang setengah jam, batang pohon pun dapat di angkat karena sudah di potong menggunakan gergaji mesin.


Tim SAR yang lain kini mengevakuasi mobil Dito yang penyok, akibat batang pohon besar.


Cukup lama untuk mengeluarkan Dito dari mobil, karena badannya terhimpit kemudi stir mobil dan jok mobil.


Lalu terdengar bunyi dering telepon milik Dito, yang terjatuh tepat di bawah kakinya.


Setelah Dito berhasil di evakuasi, seorang tim SAR langsung menjawab panggilan masuk.


Terlihat di layar bertuliskan nama Sarah, " Dit, kamu lagi dimana? Aku mau ke tempat Rossi, karena saudara nya membutuhkan tenaga konsultan untuk besok. "


Sarah langsung terkejut, dan menanyakan rumah sakit yang merawat Dito.


" Dimana rumah sakit nya?"


" England Hospital, " jawabnya.


Tim SAR langsung memutuskan panggilan dari Sarah.


****


Tengah malam Sinta bermimpi buruk, dan di mimpinya terlihat Dito bersama wanita lain.


" Dito ... " Sinta memanggil nama Dito, dan terbangun dari tidurnya.


Keringat membasahi keningnya, padahal AC sudah terpasang dengan suhu dingin. Karena saat ini sering terjadi perubahan cuaca yang tadinya hujan tiba-tiba cuaca menjadi panas. Membuat suhu kota Yogyakarta pun menjadi panas tak menentu.


" Huft, " Sinta membuang nafasnya, dia langsung mengelap keringatnya dengan baju.


" Ada apa dengan Dito? Kenapa aku bermimpi buruk tentang dia? " Sinta bermonolog sendiri.

__ADS_1


" Apa sebaiknya aku menghubungi Dito? Tapi kenapa di mimpiku dia malah berjalan bersama wanita lain? " gumam Sinta, dia terlihat sangat cemburu.


Sinta segera mengambil ponselnya, yang berada di atas meja.


Lalu mencoba menghubungi Dito, padahal biasanya selalu Dito yang menghubunginya lebih dahulu.


" Berdering .... "


Sinta masih menunggu jawaban dari Dito, namun setelah dua kali melakukan panggilan tak juga di jawab.


Seharusnya waktu saat jam setengah dua belas malam di Indonesia, di Inggris sekitar pagi menjelang siang.


Namun Sinta tetap berpikir positif, mungkin Dito sedang sibuk dengan pekerjaan nya. Atau mungkin jadwal kuliah Dito sedang padat.


Sinta akan menunggu esok pagi, pastinya Dito akan menghubungi nya kembali jika ada panggilan tak terjawab dari Sinta.


Sinta kembali melanjutkan tidur nya, berharap esok pagi sang kekasih mengirim pesan untuk nya.


****


Sarah telah sampai di rumah sakit English Hospital. Dia segera menuju ruang UGD, setelah sebelumnya menghubungi Melly.


Sesampainya di depan UGD, Sarah langsung menghampiri perawat yang berjaga. Dia mengatakan jika dirinya adalah sahabat Dito, dan sebentar lagi keluarga nya akan datang.


Sarah langsung menerima ponsel milik Dito, karena sedari tadi ponsel nya terus berbunyi.


Sarah langsung mengambil ponsel milik Dito dari tangan perawat.


Setelah dia usap layar ponselnya, ada nama panggilan tak terjawab yang ke tiga kalinya.


Dito menamakan Sinta dengan sebutan, ' Sinta Cantiq '. Seketika raut wajah Sarah berubah semu. Dia cemburu dengan nama Sinta di layar ponsel Dito.


Sayangnya ponsel Dito terkunci, jadi Sarah tidak dapat membukanya.


Di masukkan nya ponsel Dito ke dalam tasnya, lalu dia bergegas menuju ruang IGD.


Sesampainya, Sarah menunggu di bangku. Karena Dito sedang di tangani oleh pihak medis.


" Semoga Dito tidak apa-apa, " batin Sarah yang mendoakan Dito.


Silakan like dan komentar ya!

__ADS_1


__ADS_2