
"Hey, Gendis. Ngapain kamu ada di sini?" ucap Raja dengan nada membentak.
Sinta menatap tajam ke arah Gendis, dia tidak suka saat Gendis menuduhnya telah menjadi penghalang hubungannya dengan Raja.
"Gendis, apa maksudmu kalau aku adalah pengganggu hubunganmu dengan Raja?" tanya Sinta dengan nada suara meninggi.
"Dengar dulu teman-teman, aku bisa jelasin semuanya." Risma mencoba menjelaskan tuduhan Raja kepada Gendis.
"Ris, kamu gak tahu kalo Gendis itu bersekongkol dengan pak Ferdi?" ungkap Sinta. "Lalu dia bilang kalau aku akan di kirim keluar negeri," ucap Sinta seraya menatap tajam ke arah Gendis.
"Iya, tapi semua itu adalah bagian rencana Gendis. Dan--" ucapan Risma terhenti saat di sela oleh Dito.
"Dan dia mau hubungannya tidak terganggu sama Raja, hingga mengorbankan Sinta!" Ucap Dito yang ikut emosi mendengar penjelasan Risma.
__ADS_1
"Dengar dulu penjelasan dariku, Gendis melakukan semua itu karena dia ingin menangkap pak Ferdi." Risma berucap dengan tegas.
"Lalu kenapa dia mengorbankan Sinta?" tanya Dito.
"Maaf, biar aku perjelas semuanya." Gendis memajukan langkahnya mendekati Sinta.
"Maafkan aku yang telah berucap kata-kata yang tidak pantas saat tadi pagi." Gendis sudah berdiri dihadapan Sinta.
"Awalnya aku memang ingin menangkap pak Ferdi, hanya saja jika tanpa bukti tak akan bisa menangkapnya. Sedangkan aku gak tahu, kalau pak Ferdi akan menculikmu. Setelah aku mengetahui kamu di culik, aku langsung menyusun rencana."
"Pak Ferdi pasti akan mencari keberadaan Risma, saat itu aku mengikuti dia dari belakang. Karena sebelumnya dia mencari keberadaan aku di rumah. Sebelum aku tahu kalau dia telah menculikmu, hal itu aku ketahui saat aku sedang bersembunyi darinya. Aku pun mengikuti mobil pak Ferdi sampai ke yayasan. Setelah aku telusuri ternyata yayasan itu adalah tempat pengiriman TKI ilegal yang akan dikirim keluar negeri dan dipaksa kerja sebagai wanita penghibur di Hongkong. Aku pun menjadi bingung saat Sinta tertangkap, karena aku kehabisan ide." Gendis menghentikan penjelasannya.
"Lantas, kenapa kau tak langsung membebaskan Sinta?" tanya Dito menatap emosi ke arah Gendis.
__ADS_1
"Aku tahu, pasti kamu akan datang menyelamatkan Sinta."
"Kenapa kamu berkomplot dengan Pak Ferdi?" tanya Raja
"Bukankah tadi aku sudah jelaskan, jika aku tidak pernah berkomplot dengan dia." Gendis seolah-olah tersudutkan dan merasa tak lagi di percaya.
"Lalu, kenapa tadi kamu bilang tidak suka padaku dan ingin memiliki Raja seutuhnya?" ucap Sinta dengan emosi yang hampir meledak.
"Baiklah, aku tegaskan sekali lagi kalau aku hanya ingin menjebak pak Ferdi. Saat kamu ditangkap oleh Ferdi, aku memutuskan untuk mendatangi dia. Awalnya dia marah besar, tetapi aku mencoba merayunya dengan alasan ingin membuat perhitungan denganmu karena telah menghalangi hubunganku dengan Raja. Dia pun percaya, lalu aku ingin menemuimu dengan alasan ingin membuat perhitungan. Padahal aku benar-benar ingin mengetahui keadaanmu yang sebenarnya." Gendis pun memegang kedua tangan Sinta.
"Percayalah, saat itu aku ingin menyelamatkanmu. Tapi situasinya gak memungkinkan, karena ada dua penjaga di depan pintu gudang," ucap Gendis.
"Saat aku keluar dan kembali lagi untuk mengambil ponselku yang tertinggal di toilet, aku melihat ada seorang gadis memakai gamis marun terjatuh dari bangku." Gendis melirik ke arah Dito.
__ADS_1
Dito langsung memberikan isyarat dengan menyipitkan matanya ke arah Gendis, agar tidak membongkar rahasianya.
Silakan komentar ya guys