LDR Cinta SMA

LDR Cinta SMA
Kasus Ferdi berakhir


__ADS_3

Karena sudah larut malam, Dito langsung mengajak Sinta pulang ke rumah.


"Sebaiknya kita pulang sekarang, nanti kamu bisa dimarahin sama kak Sulis." Dito sudah berdiri di hadapan Sinta.


"Anak-anak, kakak pulang dulu. Besok kakak akan kembali lagi kesini," kata Sinta yang pamit pada anak-anak panti


"Aku akan menginap di sini, pastinya akan ada anak buah Ferdi di daerah rumahku. Besok aku akan ke kantor polisi bersama Risma." Gendis mengantar Sinta sampai ke depan pintu.


"Iya, sudah. Kamu hati-hati, ya!" kata Sinta


Sinta, Dito dan Raja pamit kepada ibunya Risma lalu kepada semua anak panti.


Mereka pun pergi meninggalkan panti dengan menaiki mobil milik Hasan.


Di dalam mobil Sinta kembali bertanya kepada Dito tentang keberadaannya di yayasan.


"Dit, kamu kok bisa tahu kalau aku ada di yayasan itu?" tanya Sinta yang masih penasaran dengan kehadirannya Dito.


Dito langsung berdehem, pertanda ingin meminta pertolongan Raja untuk menjelaskannya.


Raja tidak menggubrisnya, karena kini dia sedang tertidur pulas di bangku belakang. Sepertinya Raja sangat kelelahan karena sejak kemarin waktu tidurnya terganggu.

__ADS_1


"Sudahlah, Sin. Kamu gak usah lagi mempertanyakan hal itu. Yang pasti kini Ferdi sudah tertangkap, Gendis dan Risma sudah ditemukan. Satu lagi, aku senang melihat keberadaan mu di sini." Dito mencoba mengalihkan pembicaraan.


Setelah menempuh perjalanan yang lumayan jauh, akhirnya mereka sampai di rumah Sinta.


Dito dan Raja kembali kerumah masing-masing.


**


Siang ini, Gendis akan datang ke kantor polisi. Dia akan memberikan kesaksian tentang kejahatan Ferdi.


Ferdi sangat terkejut saat tahu jika Gendis telah mengkhianatinya. Bisnis ilegalnya kini selidiki, dan semua hartanya di sita.


Karena mereka akan melaksanakan ujian nasional pekan depan.


Gendis dan Risma sering datang ke panti untuk belajar bersama Sinta. Sinta adalah guru terbaik untuk mereka. Raja pun ikut serta belajar bersama Gendis dan juga Risma. Mata pelajaran yang dikuasai oleh Raja adalah bahasa Inggris. Sedangkan Sinta menguasai mata pelajaran matematika. Mereka sering bertukar ilmu dan mengajarkan pelajaran yang masing-masing belum dikuasainya.


***


Ujian nasional pun dimulai, pagi ini Sinta dijemput oleh Dito seperti biasa.


"Sin, usai sekolah apa kamu mau aku lamar?" tanya Dito dengan nada bercanda.

__ADS_1


"Dit, kamu jangan bercanda terus. Aku mau belajar," sahut Sinta.


"Kali ini aku benar-benar serius," kata Dito sambil memegang tangan Sinta. Dito memposisikan dirinya menghadap ke arah Sinta. Pandangan matanya melihat intens ke arah sang kekasih hati.


"Aku benar-benar ingin menikahimu," kata Dito yang sangat takut kehilangan Sinta.


"Tapi kita masih muda, belum mengerti tentang masalah rumah tangga."


Dito terdiam, dia kembali berpikir dan mengiyakan perkataan Sinta.


Saat ini Dito memang sudah kuliah, tapi semua itu karena prestasi belajar yang membuat sekolahnya naik setingkat dari Sinta. Padahal kenyataannya mereka berdua adalah seumuran dan masih berusia delapan belas tahun.


"Aku hanya berpikir usiaku lebih tua darimu," ucap Dito lemah.


"Itu pikiran kamu yang sudah lulus sekolah SMA, padahal kita seumuran. Dan usia matang seorang laki-laki untuk menikah adalah dua puluh lima tahun." Sinta sering membaca artikel tentang pernikahan.


"Darimana kamu tahu?" tanya Dito


"Karena aku sering membaca artikel tentang pernikahan," jawab Sinta yang keceplosan.


"Hah! Jadi pikiran kamu selangkah lebih jauh dari aku?" tutur Dito terkejut mendengar penjelasan Sinta yang sudah mengetahui tentang pernikahan.

__ADS_1


__ADS_2