
"Risma, aku akan membantumu jika kamu bisa bekerjasama dengan ku. Untuk saat ini bukti darimu sudah cukup. Mungkin lain waktu, aku pun sangat membutuhkan kehadiran mu di persidangan." Raja telah menyelesaikan pekerjaannya yaitu memasukkan data ke dalam laptopnya.
"Aku harap kesaksian ku tidak diketahui oleh om Feri, karena dia orang yang sangat berbahaya."
Kembali pada cerita Raja dan Herman
"Om, apakah saksi bisa di lindungi?" tanya Raja.
"Bisa," jawab Raja.
"Om, sehebat apa si Feri itu?" tanya Raja.
Herman pun tersenyum miring mendengar pertanyaan Raja.
Sebenarnya Herman memang musuh bebuyutan Feri.
Feri adalah teman sekaligus sahabat karib sejak SMP. Tetapi karena Feri adalah orang yang berambisi dan juga tamak. Membuat Feri menghalalkan segala cara untuk mendapatkan posisi sebagai perangkat negara.
Herman pernah menangani kasus Feri tentang pelecehan seksual terhadap gadis muda. Tetapi tidak terbukti, karena gadis itu mengaku jika Feri tidak bersalah.
Saat itu pegawai magang yang baru saja bekerja selama seminggu di kantor tempat Feri bekerja, melaporkan adanya tindakan asusila.
__ADS_1
Sang gadis melaporkan ke pihak berwajib, karena belum cukup bukti. Sehari sesudah gadis itu melapor, dikabarkan hilang tanpa jejak.
Herman sangat ingin menangkap Feri karena kasusnya yang lebih besar, yaitu penyelundupan manusia.
Kasus itu belum tercium oleh pihak kepolisian, namun Herman sangat tahu jika gadis yang menghilang itu pasti di selundupkan oleh Feri.
Herman bukanlah seorang polisi maupun pihak penyidik. Namun dia sangat geram dengan ulah Feri yang selalu mengincar gadis-gadis muda untuk di kirim keluar negeri.
"Raja, seandainya kasus Feri terbongkar. Aku akan merasa tenang, karena tak akan ada lagi manusia yang mengincar gadis muda untuk diselundupkan ke luar negeri. Aku hanya takut, jika kelak teman-teman mu menjadi incarannya. Karena dari penyeludupan gadis-gadis, Feri mendapatkan banyak uang." Herman bercerita kepada Raja.
Mendengar cerita Herman, Raja merasa tertantang. Jiwa detektif nya pun meronta, ingin segera memenjarakan Feri.
"Baiklah, Om! Aku akan segera mencari tahu," ujar Raja.
Sudah ada Dirja yang sedang menunggu mereka
"Halo, Pak Dirja!" ucap Raja penuh penekanan.
Karena saat itu Dirja terlalu meremehkan kasus yang diajukan oleh Raja kepada nya.
Dirja pun tersenyum tipis melihat Raja bersama dengan Herman.
__ADS_1
"Silakan duduk!" kata Dirja mempersilahkan Raja dan Herman duduk.
"Pak Dirja, aku masih ingin melanjutkan kasus Feri Ariawan." Raja pun langsung kepada intinya.
Dirja melirik ke arah Herman, "kemarin sudah saya katakan jangan berhubungan dengan Feri!" tegas Dirja.
"Tapi, aku mengajak pengacara handal untuk meneruskan kasus Feri." Raja memperkenalkan Herman.
"Iya, aku tahu!" ujar Dirja. "Masalah nya, aku tidak ingin di berhentikan dari pekerjaan ku." Dirja menegaskan.
"Apa kami lanjut banding ke polda?" ancam Herman.
Dirja nampak berpikir, sepertinya jika kasus Feri sampai ke polda pasti akan membuat dia lebih di pecat.
"Pak! Seandainya anda yang mengerjakan tugas ini, pasti anda akan naik jabatan. Karena Feri akan kami jebloskan ke penjara." Raja memberi usulan pada Dirja.
"A-ku, aku tidak ingin hilang seperti gadis muda tahun lalu." Dirja terlihat gugup.
Karena setahun silam ada gadis yang melapor kepada nya tentang pelecehan seksual. Gadis yang tadi di ceritakan oleh Herman kepada Raja.
Gadis muda itu melapor kepada Dirja, lalu Dirja membuat surat penahanan kepada Feri.
__ADS_1
Dan ternyata sehari setelah surat penangkapan, sang gadis menarik tuntutan nya. Entah alasan apa? Yang pasti setelah gadis itu menarik tuntutan nya, sang gadis bak hilang di telan bumi.
cek bab berikutnya