
"Bukankah tujuan mu kesini untuk menyumbang?" tanya Jono mengalihkan pembicaraan.
"Iya, aku hanya ingin tahu jumlah anak panti. Jadi nanti aku bisa meminta teman-teman ku untuk membantu menyumbang di sini," ujar Raja.
"Cih! Anak tanggung sepertimu mana mungkin bisa menyumbang uang banyak ke panti ini!" cibir Jono.
"Bukannya tadi anda sudah melihat sendiri m bangking milikku?" kata Raja seraya menyombongkan diri.
"Bisa saja itu hanyalah editan," kata Jono dengan nada mengejek. "Apa kau ingin mempermainkanku?"
"Sekarang cepat bapak tulis nomor rekening di kertas. Aku akan segera mentransfer sejumlah uang jika bapak tidak percaya!" kata Raja
Jono menatap lama ke arah Raja, sepertinya dia sedang memikirkan sesuatu.
"Apalagi yang anda pikirkan? Cepat berikan kepadaku nomor rekening panti ini!" desak Raja.
"Baik," jawab Jono yang langsung mengambil kertas.
Kemudian Jono mengambil ponselnya yang berada di kantong kemejanya. Setelah itu dia mengusap layar untuk melihat ponselnya.
Cukup lama Jono melihat layar ponselnya, sepertinya dia sedang menghubungi seseorang.
"Kenapa lama, Pak? Aku banyak PR dari guru, harus segera di selesaikan nanti malam." Raja mendesak Jono.
__ADS_1
Kedua mata Jono langsung melirik ke arah Raja, sembari menyipitkan matanya.
"Apa kau benar-benar punya uang banyak?" tanya Jono
"Kalau anda tidak percaya ya sudah!" Raja bangkit dari duduknya, mencoba menggertak Jono yang sedari tadi terlihat mencurigainya.
Kemudian Jono langsung mengambil pulpen dan menulis angka di secarik kertas.
Terlihat angka sudah berjajar rapi tertulis di atas kertas.
"Ini nomor rekeningnya," kata Jono seraya menyodorkan secarik kertas di tangannya.
Kemudian Raja menerima kertas lalu mengetikkan nomornya
"Siapa nama pemilik rekening ini?" tanya Raja yang hanya melihat angka tak ada tertera nama bank atau pun nama pemilik rekening.
"Ferdi Ariawan?" kata Raja dalam hatinya.
"Apakah dia pemilik yayasan panti asuhan ini?" tanya Raja seraya menatap intens ke arah Jono
Jono terdiam sembari berpikir, apa yang harus di jawabnya.
"I-iya," jawab Jono ragu.
__ADS_1
"Baiklah, boleh aku minta foto pak Ferdi. Agar aku bisa memberi tahu teman-temanku jika suatu saat nanti dia bertemu pak Ferdi. Mereka bisa memberikan sedikit rejekinya untuk yayasan ini," ujar Raja.
"Maaf, bukannya pak Ferdi itu sudah sangat terkenal?" tanya Jono
"Terkenal bukan berarti orang-orang kecil dapat mengenalnya," cibir Raja.
"Sudahlah cepat!" desak Jono yang sudah tak sabar menerima transfer dari Raja.
Kemudian Raja langsung mentransfer sejumlah sejuta rupiah ke rekening milik Ferdi dengan notifikasi tertulis menyumbang di panti asuhan.
"Nih, liat!" kata Raja sembari menunjukkan ponselnya kepada Jono.
"Kok cuma satu juta?" tanya Jono
"Aku ikhlasnya hanya satu juta, karena sedari tadi anda tidak mau menunjukkan foto-foto pemilik panti dan juga anak-anaknya."
"Aku sudah bilang kalau mereka sedang jalan-jalan," kata Jono
"Jalan-jalan? Bukannya tadi anda bilang sedang santunan?" tanya Raja dengan tatapan curiga.
"Ah, iya! Mereka sedang santunan lalu jalan-jalan." Jono berkilah. "Iya, sudah! Kalau urusanmu sudah selesai, sebaiknya kamu segera pulang dan kerjakan PR mu!" kata Jono seraya mengusir Raja.
Kemudian Raja pun bangun dari duduknya lalu pergi meninggalkan kantor panti asuhan.
__ADS_1
"Sudah cepat sana, apalagi yang kamu mau lihat?" usir Jono sembari mendorong tubuh Raja.
Jangan lupa untuk like dan komentar