LDR Cinta SMA

LDR Cinta SMA
Mulai ada bukti


__ADS_3

Mereka bertiga pun masuk kedalam rumah laki-laki paruh baya berpiyama coklat.


Terdengar suara gonggongan anjing dari arah ruang tamu. Ada seekor anjing bulldog berwarna abu-abu sedang terkurung di dalam jeruji besi.


"Guk, guk ..."


Raja terkejut mendengar gonggongan dari anjing yang tubuhnya setara dengan kucing kampung. Ternyata hanya anak anjing yang sedang terkejut melihat orang banyak masuk kedalam ruang tamu.


"Maaf, si Buggy agak terganggu dengan kehadiran kalian." Sang pemilik rumah pun menjelaskan kepada Raja.


"Justru kami yang harusnya meminta maaf, karena sudah mengganggu anda beristirahat."


Sudirja menengahi agar sang pemilik rumah dapat memaklumi keberadaan mereka.


"Silakan dicek," kata laki-laki tua yang langsung menunjukkan laptopnya.


"Kamu pulang sekolah jam berapa?" tanya Sudirja kepada Raja.


"Sekitar jam sebelas, karena guru sedang rapat jadi pulangnya dipercepat." Raja menjawab sembari berpikir.


Kemudian Sudirja memutar lagi rekaman cctv pada pukul sebelas siang.


Banyak para siswa dan siswi yang mulai berhamburan keluar dari sekolah.


Saat beberapa detik kemudian, Raja melihat Sinta melintas di depan gerbang rumah bercat biru muda.

__ADS_1


Tak ada kejanggalan di video tersebut, karena memang hanya terlihat dari depan gerbang.


"Apa ada lagi kamera selain didepan gerbang?" tanya Sudirja.


"Persis di depan pintu lantai dua mengarah kearah jalan utama." Laki-laki tua itu langsung menunjuk jarinya ke kamera nomor empat.


Sudirja melihat mobil sedan hitam berjalan terburu-buru.


"Coba putar kamera nomor empat berbarengan saat Sinta lewat di depan pintu gerbang," kata Dito


Beberapa detik saat Sinta lewat pintu gerbang, tiba-tiba dia langsung menghilang dengan kepergian mobil sedan hitam.


"Zoom nomor plat mobilnya," perintah Sudirja.


Laki-laki tua itu pun memperbesar ukuran layar laptopnya.


Setelah mendapatkan rekaman cctv, Dito langsung memasukkan data kedalam memori ponselnya. Hal itu merupakan bukti hilangnya Sinta.


"Baiklah, terima kasih atas kerjasamanya. Maaf telah mengganggu istirahat anda," kata Sudirja seraya mengulurkan tangannya.


Mereka pun pamit kepada sang pemilik rumah, karena telah membantu mereka untuk mencari keberadaan Sinta.


Setelah semua bukti sudah ditangan, mereka bertiga segera bergegas menuju kantor polisi.


Sudirja langsung memerintahkan temannya untuk mengecek nomor polisi yang ada di mobil sedan berwarna hitam.

__ADS_1


"Ferdi," gumam Dito saat melihat plat nomor mobil itu milik Ferdi


"Kurang ajar," kesal Raja.


Beberapa menit kemudian Raja mendapatkan panggilan dari nomor yang tidak dikenal.


"Halo," jawab Raja menjawab panggilan masuk di ponselnya.


"Kak Raja, kak Risma diculik." Terdengar suara anak perempuan menghubungi Raja.


"Alya, kamu lagi dimana?" tanya Raja.


"Aku sudah dirumah kak Raja, tapi gak ada orang. Jadi aku minta tolong satpam untuk menghubungi kak Raja," kata Alya panik.


"Ah, iya. Papa dan mamaku sedang ke Inggris, mereka mengunjungi kak Putri." Raja bergumam dalam hati.


"Kapan kejadiannya?" tanya Raja.


"Tadi pagi, saat kak Risma pulang dari pasar. Ada seseorang yang mengikutinya, lalu mengobrak-abrik panti. Ponsel yang diberikan oleh kak Sinta di hancurkan oleh para penculik." Alya terdengar panik.


"Iya, sudah. Kamu segera balik ke panti, minta tolong warga untuk berjaga-jaga." Raja berpesan kepada Alya.


"Iya, Kak."


Setelah mengakhiri pembicaraan dengan Alya, Raja langsung memberi tahu Dito dan Sudirja.

__ADS_1


Like dan komen ya, jangan lupa berikan gift untuk karyaku.


__ADS_2