
Setelah selesai membicarakan tentang semua bukti yang telah di dapat oleh Dito, akhirnya Raja pamit pulang.
"Aku harap bisa secepatnya menyelesaikan masalah ini," kata Raja sambil memakai helmnya.
Dito pun mengantarkan kepergian Raja sampai ke depan latar rumahnya.
"Terima kasih atas bantuanmu," ucap Raja.
"Iya, aku hanya ingin mengungkapkan rasa terima kasih ku karena kau telah menjaga Sinta."
Kemudian Raja pun bergegas pulang ke rumahnya.
Sementara Dito sudah masuk ke dalam rumah untuk beristirahat.
Raja memutuskan untuk mencari perusahaan milik Ferdi. Dia pun menghentikan laju motornya di pinggir jalan. Lalu Raja mengeluarkan handphone untuk melihat di website pencarian.
"Cipta perkasa," gumam Raja seraya memainkan jari di layar ponselnya.
Setelah mengetikkan kata kunci perusahaan, tidak juga Raja temukan nama Cipta perkasa. Yang ada hanya nama yayasan panti asuhan. Akhirnya Raja memutuskan untuk menghubungi yayasan panti asuhan Cipta Perkasa.
Layar di ponselnya terlihat jelas tulisan berdering. Menandakan jika nomor handphone yang dihubungi oleh Raja itu aktif.
Selang beberapa detik kemudian, panggilan telpon Raja pun di respon.
"Halo, selamat siang!" sapa seseorang di saluran telepon.
"Halo, selamat siang." Raja menjawab salam dari sang penerima telepon. "Maaf, apakah benar ini perusahaan Cipta Perkasa?" tanya Raja
__ADS_1
"Oh, maaf kami bukan perusahaan tetapi yayasan yatim piatu."
"Oh, aku pikir perusahaan seperti yang di bilang pak Ferdi." Raja mengalihkan pembicaraan untuk mengetahui lebih jelas nomor telepon yang sedang dia hubungi.
"Oh, pak Ferdi," kata si penerima telepon.
"Apa anda kenal dengan pak Ferdi?" tanya Raja.
"Iya, pak Ferdi adalah salah satu donatur di yayasan kami."
Raja pun kembali berpikir, kenapa Ferdi sangat dermawan? Tapi hal itu akan dia tepis karena saat ini Raja ingin mengetahui tentang kegiatan Ferdi saat tidak bertugas sebagai pejabat negara.
"Boleh minta alamat yayasannya?" tanya Raja.
Kemudian si pemilik yayasan memberikan alamat kepada Raja.
Raja melajukan motornya dengan kecepatan tinggi, karena hari sudah menjelang sore.
Sesampainya di yayasan, Raja melihat bangunan tua yang sudah usang seperti dimakan usia.
"Kenapa Ferdi memberikan alamat yayasan yang sudah terlihat bobrok ini?" gumam Raja yang sudah memarkirkan motornya di depan pagar.
Raja pun turun dari motor, lalu berjalan menghampiri pintu gerbang. Dia melihat di sekeliling area bangunan, sangat sepi dan tak ada satu orang pun di dalam.
Kemudian Raja kembali mencoba menghubungi nomor yang tadi dia hubungi.
"Halo," sapa si pemilik nomor.
__ADS_1
"Halo, pak saya sudah di depan pagar."
"Maaf, anda siapa ya?" tanya si pemilik nomor.
"Tadi saya yang menelpon," kata Raja.
"Maaf ada urusan apa?" tanya si pemilik nomor.
Raja terdiam, dia tidak mungkin menjelaskan tentang maksud kedatangan ingin bertanya masalah Ferdi
"Mau menyumbang sedikit rejeki, apa bisa?" tanya Raja mencari alasan lain.
"Sebentar," kata si penerima telepon.
Raja bingung dia akan memberikan uang dari mana untuk membuat alasannya lancar?
Sebaiknya dia langsung menghubungi Dito, untuk melancarkan semua usahanya.
"Halo, Dit!" Raja menghubungi Dito melalui telepon selulernya.
"Iya, Ja!" jawab Dito dengan suara lemah, karena Dito baru saja memejamkan matanya.
"Aku sudah di lokasi," kata Raja berbisik. "Nanti apakah kau bisa membantuku?" tanya Raja pelan.
"Iya," jawab Dito yang paham dengan cara kerja Raja
Kemudian Raja pun memutuskan sambungan telepon seluler, karena pemilik yayasan sudah datang menghampiri nya.
__ADS_1
jangan lupa untuk like dan komentar