LDR Cinta SMA

LDR Cinta SMA
Panti asuhan


__ADS_3

Sebelumnya aku harap kalian masukkan ke favorit. Jangan lupa tap like dan tinggalkan komentar. Serta berikan poin hadiah untuk karyaku


Happy Reading


" Aku akan membawamu, ke tukang pulsa." jawab Raja


" Iya, tapi kok jauh banget!" Rengek Sinta.


Motor Raja pun berhenti di sebuah perkampungan, dengan banyak anak-anak kecil yang bermain di sebuah yayasan.


" Ini tempat apa?" Tanya Sinta yang sudah turun dari motor Raja.


" Tempat ku biasa bolos." Sahut Raja yang telah menaruh helmnya.


" Mas Raja..." panggil gadis kecil berusia enam tahun.


" Nindi, kamu udah makan?" Tanya Raja sambil mengusap kepala anak gadis yang bernama Nindi.


" Sudah, Mas!" Jawab Nindi, " Kakak ini siapa, Mas?" Tanya Nindi sambil melihat ke arah Sinta.


" Namanya, Kak Sinta." Jawab Raja.


" Kak, Sinta..." kata Nindi seraya mengulurkan tangannya.


" Hai, " kata Sinta sambil membalas uluran tangannya.


Kemudian banyak anak-anak yang menghampiri Sinta.


" Sabar, nanti Kak Sinta akan memperkenalkan diri." Kata Raja yang mencegah anak-anak berkerumun mendekati Sinta.


Kemudian Sinta di ajak ke dalam sebuah ruangan, yang di dalamnya terdapat meja dan bangku kecil.


" Raja, kamu bikin taman kanak-kanak?" Tanya Sinta yang terkejut melihat ruangan berdekorasi taman kanak-kanak.


" Iya, aku suka sama mereka yang biasa ngamen di pinggir jalan. Aku tampung untuk tinggal di sini." Tutur Raja.


" Lalu orang tua mereka?" Tanya Sinta sambil melihat anak-anak yang berjumlah sekitar belasan anak.


" Mereka tidak ada yang punya orang tua, dan ada yang punya namun tak perduli." Kata Raja.


" Dan, untuk biaya hidup mereka?" Tanya Sinta.


" Biasanya aku suka bolos sekolah, untuk bekerja." Kata Raja.


" Demi mereka, kamu bolos sekolah?" Decak Sinta


" Iya, aku suka mereka. " Kata Raja.


Lalu Raja mengajak Sinta menuju ruang kerjanya. Banyak buku-buku dan juga komputer.


" Biasa, aku berkerja di sini." Kata Raja sambil duduk di kursi plastik.


" Kerja apa?" Tanya Sinta.


" Kerja online, " jawab Raja, " Aku punya donatur, namun dia tak mau di sebut namanya. Dia juga rekan bisnisku, yang berasal dari Yogyakarta. Dan sekarang lagi study di Inggris." Kata Raja.


" Oh, jadi kamu sama seperti-" ucapan Sinta terhenti kala teringat Dito. Dia juga memiliki bisnis online, sama seperti Raja.


" Iya sudah, aku harus beli pulsa di mana? Sudah hampir malam." Kata Sinta seraya melihat ke layar ponselnya.

__ADS_1


" Oh iya, maaf. Sekarang aku antar kamu pulang." Kata Raja.


Kemudian mereka pamit pada anak-anak, yang berada di satu ruangan lengkap dengan tempat tidur.


Kamar mereka di sekat, dan di pisah antara laki-laki dan perempuan. Raja menyuruh anak yang paling besar, untuk menjaga mereka.


Mereka mengiringi kepergian Sinta dan Raja.


Raja menepikan motornya di tukang pulsa, dan menunggu Sinta mengisi kuotanya.


" Wah, banyak panggilan masuk." kata Sinta seraya mengusap layar ponselnya.


" Kring..."


Suara ponsel Sinta berdering, dia pun menjawab panggilan yang masuk.


" Halo, Dito. Maaf ya, aku baru isi kuota." kata Sinta.


" Aku kan nelpon kamu, pakai telpon rumah." jawab Dito


" Oh iya, maaf tadi aku silent." kata Sinta sambil tersenyum.


Raja terlihat tak suka, melihat Sinta berbicara sambil tersenyum.


" Siapa yang bicara dengannya? " batin Raja sambil menggoyang-goyangkan kaki kanannya.


" Eh, udah dulu ya. Aku mau pulang, sudah malam. Nanti, kamu telpon aku lagi di rumah." pesan Sinta.


Kemudian dia langsung menutup, sambungan telepon selularnya.


" Ayo, pulang!" ajak Sinta yang sudah duduk di belakang Raja.


Raja melajukan motornya, dengan raut wajah yang kesal.


" Kak?" Sinta terlihat setengah ketakutan, melihat wajah Sulis yang begitu sinis.


" Darimana saja?" Tanya Sulis seraya melihat ke arah Raja.


" Sinta, kamu tuh-" ucapan Sulis terhenti kala melihat Raja menatapnya.


Sulis ingin mengatakan kalau Sinta sudah bertunangan, dan jangan pernah dekat dengan pemuda manapun bahkan terlalu akrab.


" Maaf, kamu siapa?" Tanya Sulis dengan suara yang tegas.


" Saya, Raja." Jawabnya sambil tersenyum.


" Aku minta, kamu jangan ajak Sinta keluar malam." Kata Sulis yang langsung menarik tangan Sinta.


" Baik, kak." Jawab Raja seraya menatap nanar dengan senyum terpaksa.


Sulis dan Sinta telah masuk ke dalam rumah.


" Sinta, kamu kenapa jalan sama cowok?" Tanya Sulis.


" Dia temanku, teman sekolah ku." Tekan Sinta.


" Iya, tapi kan kamu sudah tunangan!" Jelas Sulis.


" Dia hanya teman, Kak!" Imbuh Sinta meyakinkan Sulis.

__ADS_1


" Terserah, kalau cowok itu akan jatuh cinta padamu. Apa yang akan kau lakukan?" Tanya Sulis.


" Aku, hanya ingin mencari teman." Jawab Sinta tertunduk lesu.


" Ya sudah, besok-besok jangan pernah pulang malam. Apalagi sama cowok!" Ucap Sulis penuh penekanan.


" Baik, kak." Sinta langsung masuk ke dalam kamarnya. Membaringkan tubuhnya, yang terasa sangat lelah.


***


" Dito, kamu lagi nelpon siapa?" Tanya Sarah yang berdiri di samping Dito.


" Dia, pacarku." Ungkap Dito.


" Pacar?" Tanya Sarah


" Dit, kamu bisa ajari aku matematika?" Tanya Sarah.


" Bisa, " jawab Dito mengiyakan.


" Kapan kita mulai belajar?" Tanya Sarah yang berbasa-basi.


" Terserah kamu, tapi menjelang malam aku tidak bisa keluar rumah." Papar Dito.


" Oh, aku pikir kau bisa keluar malam!" Ucap Sarah dengan raut wajah kecewa.


" Aku, tidak suka dengan angin malam." Jelas Dito. Dito hanya tidak ingin terjerat, dalam pergaulan bebas di Inggris.


" Baiklah, besok kau bisa jam berapa?" Tanya Sarah.


" Besok, jam dua siang." Jawab Dito.


" Baiklah, kita belajar dimana?" Tanya Sarah.


" Sebaiknya, kita belajar sepulang sekolah saja. Karena aku tidak ingin merepotkan mu, jika harus bertemu di rumah." Sahut Dito.


" Kira-kira, aku harus membayar berapa?" Tanya Sarah dengan ragu.


" Tidak usah, berbagi ilmu dengan orang yang tidak bisa itu akan mendapatkan banyak kebaikan." Kata Dito.


" Iya sudah, sebagai gantinya aku akan mengajakmu belajar di kafe terdekat." Saran Sarah.


" Boleh juga, aku jadi bisa mensurvey kedai-kedai di Inggris." Balas Dito.


" Aku pulang dulu, karena aku harus mengerjakan tugas dari dosen." Kata Dito seraya meninggalkan Sarah.


Sebenarnya Dito akan mengecek bisnisnya, yang dia kelola dari layar laptopnya.


Sarah melihat kepergian Dito dengan tatapan nanar.


" Masih belum ada petunjuk?" Tanya Rosi yang tiba-tiba datang dari arah belakang.


" Ros, kamu ngagetin aku aja!" Racau Sarah sambil mengelus dadanya.


" Aku mengajaknya untuk mengajari aku les, besok siang " kata Sarah sambil tersenyum.


" Apa? Hanya les?" Tandas Rosi


" Iya, aku bingung. Sedangkan tadi ku dengar, dia bahagia sekali ketika selesai menghubungi kekasihnya." Ucap Sarah dengan raut wajah yang lesu.

__ADS_1


" Apa perlu bantuan ku?" tanya Rosi dengan seringai liciknya.


- Silakan like dan berikan vote serta poin hadiah untuk karyaku.


__ADS_2