LDR Cinta SMA

LDR Cinta SMA
Bab 82


__ADS_3

"Raja sama siapa?" gumam Gendis seraya memperhatikan Raja yang berjalan bersama gadis cantik dengan kulit hitam manis.


Kemudian Gendis mencoba menghampiri Raja, namun sayangnya acara sudah di mulai.


Seluruh tamu undangan duduk dengan khidmat, menyaksikan acara ijab kabul yang di ucapkan oleh Hasan untuk Sulis


Semua tamu bersorak sah, saat Hasan mengucapkan ijab kabul sambil menjabat tangan ayahnya Sinta. Tepuk tangan dan suara riuh menggema di dalam ruangan. Walaupun acara keluarga, namun tamu yang datang cukup banyak. Semua dari pihak keluarga mempelai laki-laki dan juga perempuan. Rencana Sulis akan mengadakan resepsi usai kelulusan sekolah Sinta. Karena usai resepsi, Sulis akan tinggal bersama Hasan.


Sedangkan Sinta akan kembali ke Jakarta, untuk meneruskan kuliah di sana. Hanya tinggal menunggu enam bulan, Sinta akan merayakan kelulusan nya juga.


"Sin, sepertinya Terry cocok sama cowok itu," bisik Puput di telinga Sinta.


"Raja namanya," jawab Sinta sambil melihat ke arah Terry dan Raja.


"Teman kamu?" tanya Puput.


"Iya," jawab Sinta. "Pegawai Dito juga," sambungnya.


"Pegawai! Kenapa bisa kebetulan gitu?" tanya Puput


"Panjang ceritanya, aku gak bisa cerita sekarang karena harus melayani tamu." Sinta langsung beranjak dari duduknya dan menghampiri meja prasmanan.


"Aku bantu!" teriak Puput seraya mengejar Sinta dengan berlari kecil.

__ADS_1


Sementara Dito sedang berbincang dengan Fadli, Malik dan Rendi di latar rumah. Karena di dalam ruangan, sudah banyak pihak keluarga yang berkumpul.


Gendis pun keluar dari rumah, melihat Dito bersama dengan teman-teman nya yang tampan dan menggemaskan.


"Hey, Dit!" sapa Gendis yang sudah mengenal Dito saat di London.


"Hey," jawab Dito.


"Kamu lihat Raja?" tanya Gendis sembari melirik ke arah teman-temannya Dito.


"Kayaknya lagi sama Terry," sahut Dito


"Oh gadis itu namanya, Terry!" ucap Gendis dalam hati.


"Kira-kira, dia dimana ya?" tanya Gendis


"Hush, kamu jangan asal jeplak!" tegur Fadli.


"He, he, he..." Malik terkekeh. "Yang mana sih, orang nya?" tanya Malik sambil mendongakkan kepalanya. "Apa lebih ganteng dari aku?" canda Malik.


Gendis merasa di panasi oleh Malik yang mulutnya sangat comel, akhirnya dia bergegas meninggalkan Dito dan teman-temannya.


"Ish, tuh cowok malah manas-manasin aku!" geram Gendis. Kemudian dia melihat Raja, yang sedang berbincang dengan Terry di dekat Sinta.

__ADS_1


Gendis pun menghampiri Raja, yang berada di sebelah meja prasmanan.


"Raja!" panggil Gendis.


"Iya," jawab Raja yang langsung menoleh ke arah Gendis.


"Terry, kenalin temanku Gendis." Sinta memperkenalkan Gendis pada Terry.


"Hey, pasti kamu sahabatnya Sinta di sini, ya!" sapa Terry seraya mengulurkan tangannya.


Gendis pun dengan senyum terpaksa, menyambut uluran tangan Terry.


"Aku Terry," sapa Terry


"Gendis."


Gendis merasa Terry sangat sok akrab, padahal memang Terry adalah orang yang supel dan ramah.


"Wah, jadi sahabat yang baru di Yogyakarta namanya Gendis. Yang telah melupakan kami," sindir Terry sambil melirik ke arah Sinta.


"Ish, Terry kamu jangan nyinggung terus dong!" Sinta merajuk seraya mencubit kecil perut Terry.


"Dis, maaf ya! Terry memang suka bercanda." Sinta tersenyum ke arah Gendis.

__ADS_1


"Iya, enggak apa-apa." Gendis menjawab dengan senyum terpaksa.


yuk di like, kalo suka komentar ya!


__ADS_2