LDR Cinta SMA

LDR Cinta SMA
Ada seseorang


__ADS_3

Saat Rinjani telah keluar dari toilet perempuan, terlihat Dito sudah keluar dari toilet laki-laki.


"Dita, kok kamu masuk toilet laki-laki?" tanya Rinjani dengan wajah penuh tanda tanya


Dito langsung melihat papan simbol di dinding. Dia lupa kalau saat ini sedang menyamar jadi perempuan.


"Ah, iya. Aku tidak lihat papannya tadi, karena sudah kebelet." Dito mencari alasan yang tepat.


"Lain kali, kalau mau pipis lihat papannya. Kalau di dalam banyak anak laki-laki, pasti kamu akan malu." Rinjani mengingatkan Dito.


"Iya," jawab Dito


Sementara di dalam mobil, Raja tertawa cekikikan mendengar Dito ketahuan masuk toilet laki-laki. Raja mendengarkan melalui microphone yang dipakai di telinga Dito.


"Hey, kamu jangan berisik." Sudirja mengingatkan Raja agar tidak mengganggu konsentrasinya.


"Eh, iya Pak." Raja menjawab sembari tersenyum simpul menahan tawa.


Dito dan Rinjani kembali bergegas menuju kantor. Sepanjang perjalanan Dito memperhatikan setiap sudut ruang yang berada di dalam yayasan.


"Satu, dua tiga." Dito menghitung setiap ruang yang dia lewati


Saat melewati gudang, Dito mendengar suara benda jatuh.


"Bugh!"

__ADS_1


Rinjani terkejut mendengar suara benda jatuh dari dalam gudang


"Dita, suara apa itu?" tanya Rinjani sembari memeluk tubuh Dito.


"Eh, lepasin." Dito langsung mendorong pelan tubuh Rinjani.


"Iya, maaf. Aku hanya terkejut mendengar suara di dalam gudang itu," kata Rinjani yang juga mendengar suara benda jatuh.


Dito berinisiatif untuk mendekati gudang yang berjarak dua meter dari tempat dia berdiri.


Perlahan telinganya mendekati pintu gudang yang terlihat ada gembok besar yang mengikat gagang pintu tersebut.


Karena tak ada celah, akhirnya Dito mencari ventilasi yang bisa melihat ke dalam gudang.


"Dita, kamu ngapain?" tanya Rinjani keheranan.


Saat telah menemukan ventilasi, tiba-tiba ada salah seorang penjaga gerbang yang datang.


"Hey, kalian lagi ngapain?" tegur penjaga berkulit sawo matang kepada Rinjani.


Dito mengisyaratkan jika Rinjani cepat meninggalkannya dengan mengibaskan satu tangannya.


Rinjani berpura-pura mencari barang yang terjatuh di rumput.


"Hey, kamu sedang mencari apa?" tanya penjaga itu

__ADS_1


"Nah, ketemu." Rinjani mengambil jepit rambut yang tadi dia lempar ke rumput. "Jepit rambut kesayangan aku jatuh ke rumput," kata Rinjani beralasan.


Penjaga berkulit sawo matang itu pun percaya dengan pengakuan Rinjani.


"Iya, sudah. Sebaiknya kamu lekas kembali ke kantor."


"Baik, Pak."


Rinjani bergegas menuju ke arah kantor. Sementara Dito sedang bersembunyi di balik dinding gudang.


Setelah dirasa aman, akhirnya Dito kembali beraksi. Dia pun naik ke atas bangku yang sudah reot dimakan usia.


Dito ingin melihat ventilasi yang jaraknya setengah meter diatas kepalanya.


Tangannya pun bertumpu pada dinding yang catnya sudah terkelupas. Kedua matanya menangkap seseorang yang sedang tertidur di lantai. Tetapi terlihat samar karena tertutup dengan lemari.


"Ada orang di dalam," gumam Dito


Saat akan meraih kayu plafon, tiba-tiba bangku yang reot itupun patah. Hingga membuat dia terjatuh ke rumput


"Brak!"


Suaranya terdengar keras sekali, dan membuat tubuh Dito jatuh ke tanah yang sudah di penuhi oleh rumput liar.


"Aw," ucap Dito meringis kesakitan sembari memegang bokongnya.

__ADS_1


"Hey, kamu lagi ngapain di situ?" tiba-tiba ada suara seorang perempuan yang mengetahui Dito terjatuh.


Silakan berikan komentar dan like


__ADS_2