LDR Cinta SMA

LDR Cinta SMA
Gendis ke rumah Sinta


__ADS_3

"Gendis, apa kamu baik-baik saja?" tanya Anggita yang langsung terbangun dari duduknya


Kemudian Anggita pun memeluk Gendis, lalu memeriksa keadaan tubuhnya.


"Kamu gak apa-apa, Nak?" tanya Anggita memastikan.


"Iya, aku enggak apa-apa!" jawab Gendis dengan santai.


"Tadi kamu kemana?" tanya Anggita cemas.


"Sebaiknya kita masuk dulu ke dalam rumah," ajak Gendis sembari membuka kunci rumah.


Dengan cepat Gendis dan Anggita langsung masuk ke dalam rumah.


"Gendis, jelaskan pada mama. Siapa yang melaporkan Feri ke polisi?" tanya Anggita penasaran.


Gendis nampak berpikir, dia harus mencari tahu jawabannya.


"Semua pasti ulah Raja, Mah!" ujar Gendis menebak.


"Raja! Bagaimana mungkin?" tanya Anggita. "Mama tidak percaya jika Raja akan sepintar itu," kata Anggita ragu.


"Mah! Raja tidak bodoh, dia memang bloon dalam pelajaran. Tapi tidak dengan cinta," ujar Gendis yang meyakini jika semua hal yang Raja lakukan adalah demi Sinta.


"Lalu kita harus bagaimana?" tanya Anggita.


"Aku mau ke rumah Sinta, mencari jawaban." Gendis pun segera bergegas menuju ke rumah Sinta.


Tetapi Gendis harus berganti pakaian agar tidak dikenali oleh Feri.


"Gendis, mama akan kembali ke sekolah. Karena tas mama tertinggal di sana," ujar Anggita.


"Iya, sudah. Mama hati-hati," ucap Gendis.


Kemudian Gendis menuju ke arah kamarnya, untuk mengganti pakaian.

__ADS_1


"Sin, aku harap kamu bisa memberikan jawaban nya."


Gendis pun memesan ojek online, untuk berangkat ke rumah Sinta.


Sementara Anggita bergegas menuju ke sekolah, untuk mengambil tas dan tas milik Gendis.


Sesampainya di rumah Sinta, Gendis pun langsung membayar ongkos ojeknya.


"Terima kasih ya, Pak!" kata Gendis.


"Iya, sama-sama."


Gendis pun berjalan menuju ke rumah Sinta.


"Assalamualaikum," ucap Gendis memberikan salam.


"Wa'alaikumsalam," jawab mama yang sudah membukakan pintu rumah.


"Permisi, Tan! Apa ada Sinta?" tanya Gendis yang sudah berdiri di depan mama Sinta.


"Iya, Tan!" ucap Gendis yang langsung berjalan menuju ruang tamu.


"Silakan duduk," kata mama yang mempersilakan duduk Gendis.


Gendis pun duduk di sofa yang ada di belakangnya.


"Sinta tidak masuk selama seminggu, karena dia habis operasi usus buntu." penjelasan mama kepada Gendis.


"Operasi usus buntu?" tanya Gendis terkejut. "Maaf, Tan! Aku baru tahu sekarang," ucap Gendis


"Oh, kamu bukan teman satu kelasnya?" tanya mama


"Bukan, aku teman beda kelas tapi satu angkatan."


"Tunggu sebentar, Tante bikin minum dulu." mama Sinta langsung berjalan menuju dapur

__ADS_1


"Baik, Tan!" jawab Gendis.


"Tan, apa aku boleh melihat keadaan Sinta?" tanya Gendis


"Silakan!" ucap mama Sinta.


Kemudian Gendis pun berjalan menuju kamar Sinta.


"Sin, Sinta..." panggil Gendis sambil mengetuk pintu kamar


"Masuk!" sahut Sinta dari dalam kamarnya.


Gendis pun membuka pintu, lalu masuk ke dalam kamar Sinta.


"Sinta," panggil Gendis.


"Iya," jawab Sinta


Gendis pun berjalan menghampiri Sinta yang sedang tertidur di atas tempat tidur.


"Kamu sudah enakan?" tanya Gendis.


"Alhamdulillah, jahitannya sudah kering. Besok aku mulai masuk sekolah," jawab Sinta yang langsung bangun dan duduk.


Gendis pun duduk di pinggiran tempat tidur.


"Kok, Raja gak kasih tahu aku kalau kamu dioperasi?" tanya Gendis.


"Aku gak tahu," jawab Sinta.


"Maaf, sebaiknya kamu jangan membicarakan masalah pribadi pada Sinta."


Terdengar suara Dito dari arah pintu kamar.


Jangan lupa untuk like dan komentar

__ADS_1


__ADS_2