LDR Cinta SMA

LDR Cinta SMA
Kecurigaan Cakrabuana


__ADS_3

Jono terus saja mendorong tubuh Raja hingga sampai ke depan gerbang.


"Sudah sana pulang, mandi makan lalu kerjakan PR."


Raja pun tak menunjukkan ekspresi curiga, dia hanya menurut layaknya anak kecil. Karena Raja tak ingin di curigai oleh Jono jika sedang memata-matainya.


Kemudian Raja melajukan motornya meninggalkan panti asuhan.


Setelah beberapa menit kemudian, Raja telah sampai di rumahnya. Terlihat Cakrabuana dan Herlina sudah menunggunya di depan pintu rumah.


"Raja, darimana saja kamu? Kok jam segini baru pulang?" tanya Herlina dengan wajah cemas.


"Inikan baru jam sembilan ma!" jawab Raja dengan santai.


"Hey, sudah malam! Kenapa kamu bilang baru jam sembilan?" tanya Herlina hampir terbawa emosi karena mendengar jawaban Raja.


"Sudahlah, Ma! Raja terlihat sangat lelah. Biarkan dia membersihkan diri dulu, setelah itu baru ngobrol sama kita." Cakra buana langsung mengajak Raja menuju kamarnya.


Sepanjang jalan, Cakrabuana merangkul pundak Raja.


"Bisa kita bicara setelah kamu mandi?" bisik Cakrabuana.


"Bisa, Pah!" jawab Raja.


Kemudian Cakrabuana melepaskan rangkulannya, lalu dia berbalik meninggalkan Raja.


"Apa yang akan mereka bicarakan kepada ku?" gumam Raja yang bingung melihat perubahan sikap kedua orang tuanya.


Lalu Raja bergegas menuju kamarnya untuk membersihkan diri.

__ADS_1


Selang beberapa menit kemudian, Raja telah rapi mengenakan piyama berwarna hitam.


"Kamu sudah makan, Nak?" tanya Herlina.


"Belum," jawab Raja


"Apa kamu mau makan dulu, setelah itu baru kita ngobrol?' tanya Herlina.


"Ngobrol aja dulu, lapar ini masih bisa aku tahan!" tutur Raja.


Kemudian Herlina menyuruh Raja duduk di bangku sofa.


"Duduklah," ucap Herlina.


Raja pun duduk berhadapan dengan kedua orang tuanya. Raja merasa seperti akan di eksekusi karena tak biasanya kedua orang tuanya mau berbicara dengan nya.


"Kamu tahu Herman?" tanya Cakrabuana


"Herman---" ucap Raja sembari berpikir.


"Herman si pengacara yang punya cincin berlian di jari-jarinya!" Herlina menyela ucapan Raja.


"Ma, biarkan dulu Raja berpikir." Cakrabuana menegur sang istri.


Herlina terlihat mencebikkan bibir nya karena di tegur oleh sang suami.


"Iya, aku tahu!" jawab Raja yang tidak ingin memperdebatkan masalah Herman.


"Dia barusan bertemu papa di restoran," ucap Cakrabuana menjelaskan kepada Raja.

__ADS_1


"Lalu?" tanya Raja


"Lalu dia menceritakan masalah Ferdi kepada papa," ujar Cakrabuana.


"Memangnya papa kenal sama Ferdi?" tanya Raja.


"Iya, kenallah!" cerocos Herlina. "Dia itu saingan papa mu saat mereka sedang memperebutkan mama!' ujar Herlina


"Mama! Jangan bongkar rahasia kita di depan Raja," kata Cakrabuana.


"Iya, lalu apa hubungannya dengan Ferdi?" tanya Raja.


"Dia tersandung kasus pelecehan seksual, dan masih banyak lagi yang belum terungkap. Karena ada seorang pemuda yang berani menggugatnya, dan menyerahkan berkas kejahatannya ke pihak kepolisian." Cakrabuana menjelaskan.


"Terus?" tanya Raja yang bingung dengan arah pembicaraan Cakrabuana.


"Apakah pemuda itu adalah kamu?" tanya Cakrabuana menebak.


Raja terlihat membulatkan kedua bola matanya. Dia sangat terkejut dengan pertanyaan papanya.


"Bukankah kamu dan Gendis sedang dalam kasus ini?" tanya Herlina dengan tatapan menyelidik.


"Aku hanya ingin mendengar respon papa jika memang pemuda itu adalah aku? Tetapi jika bukan apa yang harus papa lakukan?" tanya Raja membuat bingung Cakrabuana.


Karena Dito berpesan jika kasus Ferdi harus di rahasiakan. Dito tidak ingin Ferdi mengetahui jika Sinta yang menyuruhnya untuk memasukkan Ferdi ke penjara.


Jika Ferdi mengetahui Sinta adalah seseorang yang telah melaporkannya, maka nyawa kekasihnya itu akan terancam. Karena Ferdi tidak akan segan-segan menghabisi lawan musuhnya.


Jangan lupa untuk like dan komentar

__ADS_1


__ADS_2