LDR Cinta SMA

LDR Cinta SMA
Pencarian Sinta


__ADS_3

Sinta pun terbangun dari tidurnya, dia terkejut saat melihat dirinya terbaring di lantai yang kotor.


"Tempat apa ini?" gumam Sinta yang mencoba bangkit dari tidurnya.


Diapun mengerjap-ngerjapkan kedua matanya.


"Dimana aku? Kenapa tanganku diikat?" Sinta mencoba melepaskan ikatan tangannya.


Sinta hanya bisa berucap dalam hati, karena mulutnya saat ini ditutupi oleh lakban.


"Mmm ...ppp ..." Sinta mencoba bangkit dan ingin berdiri, tapi tidak bisa karena kedua kakinya pun juga diikat.


"Kenapa aku bisa ada di sini?" Sinta takut dengan keadaannya saat ini. Karena seingatnya, saat berjalan ingin keluar dari gang, tiba-tiba langsung ditarik dan dimasukkan ke dalam mobil.


Sinta tidak melihat jelas sang penculik, karena wajahnya ditutupi oleh masker.


"Oh, Tuhan. Tolong aku," kata Sinta dengan wajah ketakutan.


Sementara Dito sangat mencemaskan sang pujaan hati. Kini Dito sudah ada dikantor polisi, dia langsung melapor kepada Sudirja tentang hilangnya Sinta.


"Apakah ini ada hubungannya dengan Ferdi?" tebak Dito.


"Aku belum tahu pasti," kata Sudirja. "Sebaiknya kita cari rekaman cctv di dekat sekolah." Sudirja menyarankan kepada Dito.


"Baiklah," kata Dito yang langsung bangkit dari duduknya.

__ADS_1


Dito sangat bersemangat untuk mencari keberadaan sang kekasih.


Mereka segera bergegas menuju sekolah walaupun hari sudah larut malam.


Dito pun menghubungi Raja, meminta bantuan kepadanya untuk mencari Sinta.


Raja terlebih dahulu telah sampai di sekolah, karena dia pergi menggunakan motor. Sedangkan Dito dan Sudirja pergi menggunakan mobil polisi.


Sesampainya di sekolah, Dito langsung melihat kearah jalanan. Sudirja dan Raja melihat rumah warga sekitar, apakah ada yang memasang kamera cctv?


"Pak, sepertinya rumah ini ada cctv nya," kata Raja seraya menunjuk jarinya kearah rumah bercat biru muda.


"Baiklah, aku akan mengetuk pintu untuk menanyakan rekaman cctv tadi siang."


Sudirja segera menekan bel yang berada di pintu gerbang. Jaraknya hanya dua meter dari pintu rumah.


Belum ada jawaban dari dalam rumah, sepertinya penghuni rumah sudah tertidur lelap.


Sudirja menekan kembali tombol yang berlambang tanda lonceng di sudut kanan atas gerbang.


Sudah bunyi yang ketiga, namun belum juga ada jawaban.


"Mereka tidur apa mati sih?" kesal Raja yang mulai tak sabar.


"Mungkin sudah malam, mereka semua sudah tidur." Dito datang menghampiri Sudirja dan Raja.

__ADS_1


Mereka pun berbalik dan ingin menuju mobil polisi. Baru dua langkah tiba-tiba terdengar suara pintu terbuka.


"Ceklek,"


Langkah mereka terhenti, lalu kembali berbalik badan ke arah rumah bercat biru muda.


"Maaf, ada apa ya?" tanya seseorang yang sudah keluar dari dalam rumah.


Seorang laki-laki paruh baya yang masih mengenakan piyama berwarna coklat tua. Sambil mengusap kedua matanya, laki-laki itu menghampiri pintu gerbang.


"Selamat malam," sapa Sudirja yang langsung berjalan mendekati pintu gerbang.


"Malam," jawabnya dari dalam pintu gerbang.


Laki-laki itu memperhatikan penampilan Sudirja yang sedang memakai pakaian polisi. "Kalian penjahat?" tanyanya curiga.


"Maaf, kami bukan penjahat." Sudirja menunjukkan kartu tanda pengenal kepolisian.


"Aku Sudirja, sedang bertugas mencari siswi yang hilang dari sekolah itu." Sudirja menunjukkan jarinya ke gedung sekolah.


"Iya, lalu?" tanyanya bingung. Karena tidak mungkin dia dituduh menculik seorang siswi.


"Kami ingin melihat rekaman cctv di kamera milik Anda, apakah bisa?" tanya Sudirja.


Laki-laki itupun menoleh kearah cctv depan rumahnya.

__ADS_1


"Baiklah, silakan masuk!" laki-laki paruh baya itu mempersilahkan masuk Sudirja beserta Dito dan juga Raja.


Jangan lupa untuk komentar dan like.


__ADS_2