LDR Cinta SMA

LDR Cinta SMA
Siapa R Cakra?


__ADS_3

Hey guys, jangan lupa untuk selalu tinggalkan tap like untuk karyaku. Jika kamu suka berikan vote dan komentar ya. Dukungan mu sungguh berarti untuk membuat ku semangat update.


" Dito, kamu masih mengerjakan tugas?" Tanya Sarah yang duduk di sebelah Dito.


" Iya, " jawab Dito yang masih fokus menyusun laporan keuangan.


" Neraca keuangan?" Kata Sarah sambil melirik ke arah Dito.


" Iya, " jawab Dito.


" Apa, aku bisa membantumu?" Tanya Sarah.


" Tidak perlu, aku bisa sendiri." Jawab Dito.


Karena memang neraca keuangan yang dibuat, adalah laporan kafe miliknya yang berada di Yogyakarta.


R Cakra, telah mengirimkan laporan berupa neraca penjualan.


" Dit, ada yang salah." Kata Sarah yang memang pernah belajar ilmu akuntansi.


" Maksudnya?" Tanya Dito sambil melihat ke arah Sarah.


" Deg..." Jantung Sarah tiba-tiba berdebar dengan cepat. Saat mata elang Dito, menatapnya dengan intens.


" Emm, mmm maksud ku, kamu salah bikinnya. Bukan kayak gitu." Kata Sarah yang mengambil laptop milik Dito.


Kebetulan Sarah merupakan lulusan dari sekolah menengah kejuruan, jurusan akuntansi. Dan dia mendapatkan juara, setiap kali ada kompetisi di sekolah.


" Yang ini, di taruh di pendapatan dan yang ini pengeluaran. Kamu salah hitung, sebaiknya di hitung ulang." Kata Sarah menjelaskan.


" Oh baiklah, terima kasih." Jawab Dito sambil memperhatikan arahan Sarah.


Sarah terlihat salah tingkah, saat tadi Dito menatap nya.


" Seperti nya ini laporan penjualan, ya?" Tanya Sarah


" Iya, " jawab Dito yang masih menghitung laporan bulan kemarin.


" Apa adalagi, yang bisa aku bantu?" Tanya Sarah.


" Tidak, terima kasih." Jawab Dito.


Usai menghabiskan menunya, Putri dan Salsa pun pamit pergi. Mereka akan ke toko buku di seberang jalan.


" Sarah, kamu mau ikut gak?" Tanya Salsa.


" A-ku, di sini aja kakak." Jawab Sarah ragu.


" Dito, kita duluan ya!" Pamit Putri.


" Iya." Jawab Dito yang masih menatap layar laptop nya


Kemudian Dito mendapatkan pesan telegram dari R Cakrabuana.

__ADS_1


" Terima kasih, uangnya sudah ku terima. Semoga kerjasama kita semakin erat." Pesan langsung Dito baca. Sungguh bahagia hatinya, di kala ada rekan bisnisnya yang sangat amanah.


" R Cakrabuana? Kayaknya pernah dengar namanya!" Kata Sarah sambil mengingat lagi inisial nama di layar laptop milik Dito.


" Laporan keuangan nya, sudah selesai?" tanya Sarah.


" Sedikit lagi." Jawab Dito.


Sarah tidak merasa bosan duduk berdua dengan Dito. Dia terus memandang wajah pria tampan di hadapannya.


" Sarah, bisakah kau membantuku?" tanya Dito


Dito mempunyai niat, untuk bekerjasama dengan Sarah dalam menyusun laporan keuangan. Karena Dito masih belum memahami pelajaran akuntansi. Saat sekolah, dia beralih ke mata pelajaran kelas umum. Hal itu memudahkan nya untuk mendaftar di universitas terkemuka di Inggris.


" Bantu, apa?" tanya Sarah.


" Membantuku untuk menyusun laporan keuangan milik ku." kata Dito.


" Milikku?" tanya Sarah menekankan.


" Iya, aku punya beberapa usaha di Yogyakarta. Salahsatunya adalah franchise minuman yang sedang viral. Dan aku percayakan pada seseorang, yang merupakan rekan bisnis ku di sana." kata Dito menjelaskan.


Sarah makin terkesima dan takjub pada Dito. Pemuda tampan dan gagah, rupanya memiliki usaha yang omsetnya tidak main-main. Karena tadi saat melihat laporan keuangan milik Dito, angka yang tertera mencapai ratusan juta dalam sebulan.


" Jadi, kau seorang pengusaha? " kagum Sarah seraya melontarkan pertanyaan pada Dito


" Hanya usaha kecil-kecilan." kata Dito merendah.


" Apakah kau bisa membantu ku? Soal gaji, nanti akan ku siapkan untuk mu." kata Dito menawarkan pekerjaan pada Sarah.


Sungguh beruntung dirinya, karena tak perlu susah payah mendekati pemuda yang sangat dia kagumi


****


Pagi pun tiba, Sinta segera bergegas berangkat ke sekolah. Sulis sudah menunggu nya di mobil, sejak lima menit yang lalu.


" Aduh, adikku yang satu ini leletnya minta ampun." Sindir Sulis sambil menyalakan mesin mobil nya.


" Maaf kak, semalam aku harus mengerjakan pr bahasa Indonesia." Kata Sinta sambil memakai seat belt.


" Makanya, jangan kelayapan." Sindir Sulis.


" Udah deh kak, aku lagi gak mau ribut." Kata Sinta seraya memalingkan wajahnya.


" Inget, kamu tuh ada hati yang menunggu di luar negeri. Jadi jangan macam-macam." Kata Sulis mengingatkan Sinta.


" Huft, kakak tuh seharusnya cari jodoh. Jadi aku gak harus pindah sekolah di sini." Sindir Sinta.


" Oh jadi kamu nyesel, nih!" Ujar Sulis penuh penekanan.


" Apa aku mau cariin jodoh?" Tanya Sinta, " Pak guru di sekolah ku ada yang tampan, loh!" Ledek Sinta.


" Gak perlu, kakak uda ada. Hanya saja belum yakin, jadi kalo uda cocok baru di kenalin ke ayah dan mama." Kata Sulis yang masih fokus menyupir.

__ADS_1


" Ih, kakak. Gak boleh tuh pacaran, nanti malah-" ucapan Sinta terpotong.


" Siapa yang pacaran, kakak juga ldr sama kayak kamu. " Kata Sulis menerangkan.


" Ih, kok kakak gak cerita sih sama aku?" Rengek Sinta.


" Kamu masih kecil, gak perlu tahu." Sanggah Sulis yang sudah menepikan mobilnya di depan sekolah Sinta.


" Udah turun, sana." Usir Sulis dengan nada bercanda.


" Ish, " kesal Sinta dengan wajah yang cemberut.


Sinta mencium tangan kakaknya, lalu membuka pintu mobilnya.


" Assalamualaikum." Ucapnya memberi salam.


" Wa'alaikum salam." Balas Sulis sambil tersenyum meledek.


Sinta berjalan menyusuri lorong sekolah, dia tersenyum saat ada seseorang teman laki-laki nya menyapa.


Sinta memang ramah, namun senyumannya di salah artikan oleh Raka. Anak laki-laki paling tampan, dan terkenal di sekolah.


Sesampainya di sekolah, Sinta terkejut melihat kehadiran Raja yang datang lebih awal.


Dengan wajah yang masih lebam, Raja nampak menyandarkan kepalanya di dinding belakang.


" Raja, maafkan sikap kakakku kemarin ya!" kata Sinta yang sudah sampai di bangkunya.


" Iya, aku maklumin. Biasa kalau anak cewek, selalu over protective di jagainnya." kata Raja dengan nada malas.


" Terima kasih." jawab Sinta yang sudah duduk di bangkunya


" Kamu sudah makan?" tanya Raja.


" Sudah, " jawab Sinta.


" Nanti jam istirahat aku traktir, ya!" kata Raja menawarkan.


" Ada apa nih, kok kamu mau traktir aku?" kata Sinta sambil menopang kepalanya dengan tangan, lalu melihat ke arah Raja.


Seketika raut wajah Raja menjadi salah tingkah, dia mengalihkan pandangannya ke arah depan.


" Iya, aku baru terima gaji ku. Klienku di Inggris baru saja mentransfer uang gajiku." kata Raja.


" Wah hebat, kamu punya klien di Inggris?" sontak Sinta terkejut melihat penampilan Raja yang urakan, namun punya bisnis sampingan.


" Dan pulang nanti, kamu bisa temani aku untuk belanja keperluan panti?" pinta Raja.


" Gaji kamu bisa memenuhi keperluan panti?" Sinta terlonjak kagum.


" Bukan, klienku juga donatur di panti. Dia mengirimkan 500$ untuk kebutuhan panti. Karena kemarin ada anak berumur satu tahun, di tinggal di panti." jelas Raja.


" Mmm, boleh juga. Tapi pulang nya jangan sore-sore, ya!" pinta Sinta, " Takut kak Sulis marah." bisik Sinta.

__ADS_1


Silakan like dan vote jangan lupa kasih poin hadiah jika kamu suka.


__ADS_2