LDR Cinta SMA

LDR Cinta SMA
Kecurigaan Raja


__ADS_3

Datanglah seseorang laki-laki berperawakan tinggi dan badan besar dengan perut yang buncit menghampiri Raja.


"Kamu yang tadi nelpon?" tanya laki-laki bertubuh tambun di hadapan Raja.


"Iya," jawab Raja.


"Darimana kamu tahu tentang yayasan ini?" tanyanya


"Aku tahu dari internet, kebetulan letak alamatnya dekat dengan rumah ku." Dengan santai Raja mencoba menjawabnya.


"Oh," jawabnya sembari memperhatikan Raja dari atas hingga bawah kaki.


"Apa aku boleh masuk untuk menjelaskan perihal sumbangan?" tanya Raja


Lelaki itu terlihat sedang berpikir, sepertinya ada sesuatu yang sedang dia sembunyikan.


Raja masih terlihat tenang, dan bersikap waspada.


"Aku punya sedikit rejeki untuk disumbangkan ke yayasan yatim pintu ini," kata Raja. "Jika Anda berkenan, bisa kita bicara di dalam?" tanya Raja


Laki-laki itu terlihat sedang berpikir, dia mencurigai Raja. Karena tidak mungkin seorang anak sekolah mempunyai uang banyak.


"Apa kamu punya duit?" tanya laki-laki itu.


"Pak, kalo boleh tahu nama anda siapa?" tanya Raja sembari tersenyum.

__ADS_1


"Jono," jawabnya.


"Pak Jono, kalau ada orang mau nyumbang memangnya tidak boleh?" tanya Raja seraya mengangkat kedua alisnya.


Raja hanya ingin meyakinkan Jono jika dirinya benar-benar ingin menyumbang di panti itu.


"Bagaimana?" tanya Raja. "Apa perlu aku tunjukkan semua uangku?" tantang Raja.


"Baiklah," jawab Jono saat melihat Raja menunjukkan layar ponselnya.


Tadi Raja sempat meminta Dito untuk mentransfer sejumlah uang ke rekeningnya. Alasannya adalah Raja ingin mengelabui laki-laki yang tadi dia hubungi.


"Wah, kamu anak orang kaya?" tanya Jono terkejut melihat angka di m bangking milik Raja di layar ponselnya.


"Baiklah, kamu ikut aku!" kata Jono sangat antusias.


Jono langsung berjalan masuk ke dalam gedung yang mulai usang di makan waktu.


Raja pun mengikuti langkah Jono masuk ke dalam gedung panti asuhan.


Sepanjang jalan Raja terus mengamati area bangunan yayasan. Begitu sepi dan tak terlihat seperti yayasan panti asuhan.


Mereka sudah sampai dilatar depan yayasan.


"Sebentar," kata Jono sembari mengambil kunci di kantongnya.

__ADS_1


"Pak, dimana anak-anak panti asuhan?" tanya Raja yang sedikit curiga dengan suasana di dalam yayasan.


"Oh, anak-anak sedang ada santunan di gedung." Jono menjawab dengan santai.


Sepertinya jawaban Jono sangat meyakinkan, karena anak-anak panti biasanya suka ada santunan di luar yayasan.


"Semua anak panti beserta pengurus?" tanya Raja.


"Iya," jawab Jono dengan suara datar.


Pintu pun terbuka, Jono langsung masuk ke dalam ruangan yang di sebut dengan kantor.


Ruangan dengan luas tiga kali lima meter persegi, terdapat satu lemari yang terbuat dari kayu jati. Warna lemari itu sudah hampir pudar dan terlihat satu pintu yang sudah jebol.


"Silakan duduk," kata Jono


Raja pun duduk di kursi kayu, sambil memangku tasnya.


"Berapa jumlah anak di panti ini?" tanya Raja


"Mm...." jawab Jono sembari berpikir.


Raja merasa jika Jono telah berbohong, karena dia tak melihat ada satu figura yang tertempel di dinding. Setidaknya jika memang bangunan itu adalah sebuah yayasan, pastinya akan ada figura foto anak-anak dan pemilik panti.


Jangan lupa untuk like dan komentar

__ADS_1


__ADS_2