LDR Cinta SMA

LDR Cinta SMA
mencari saksi


__ADS_3

"Eh, kakak! Aku pikir belum pulang," ucap Sinta sembari senyum meringis.


"Kamu pulang sama Raja?" tanya Sulis.


"Iya, kak!" jawab Sinta.


"Untung aja Raja udah nganterin aku pulang," batin Sinta.


"Ya, udah! Cepat kamu masuk," suruh Sulis


"Bang Hasan mana Kak?" tanya Sinta.


"Dia kembali ke Jakarta," jawab Sulis.


"Oh, jadi kakak sendirian lagi?" tanya Sinta.


"Kalau kamu lulus, langsung kembali ke Jakarta. Biar kakak sama mas Hasan di sini," kata Sulis.


"Loh, kok! Kalau aku mau kuliah di sini, gimana?" tanya Sinta.


"Kamu uda pasti di lamar Dito, gak akan kuliah." Sulis pun masuk kedalam kamar.


"Hah!" Sinta terkejut dengan jawaban Sulis.


"Kenapa kakak bisa bicara begitu?" gumam Sinta sembari menggaruk kepalanya.


Malam pun tiba, Sinta pun keluar dari kamarnya untuk makan malam.


"Kak!" panggil Sinta yang sudah duduk di kursi makan.


"Ada apa?" tanya Sulis.


"Gendis diancam oleh Om Feri, agar dia menikah dengan Raja."


"Om Feri?" Sulis seperti nya sedang berpikir.

__ADS_1


"Kakak kenal sama Om Feri?" tanya Sinta.


"Enggak," jawab Sulis seraya menggelengkan kepalanya.


"Ish! Kirain kenal," gerutu Sinta.


Usai menyelesaikan makan malam, Sinta meminta Sulis untuk membantu mencari solusi masalah Raja.


"Kak, bisa bantu aku?" tanya Sinta yang sudah duduk di sofa sambil menonton televisi.


"Soal Raja?" tanya Sulis.


"Iya,"


"Kakak sudah bilang kalau Terry yang bisa membantu Raja," jawab Sulis.


"Tapi Gendis sudah mengakui nya, kalau dia diancam oleh Om Feri."


"Baiklah, kasus yang menjerat om Feri itu apa?" tanya Sulis.


Sinta kembali mengingat siapa saksi mata dalam penculikan Gendis.


"Ah, iya! Si Risma," ungkap Sinta.


"Bilang Risma untuk menjadi saksi di pengadilan."


"Tapi, Kak! Berita acaranya aja belum masuk, karena pak Dirja gak mau kena imbas ke pekerjaan nya," ucap Sinta tertunduk lesu.


"Baiklah, kalau kalian butuh orang dewasa. Kakak akan bersedia menjadi perantara," ucap Sulis


"Serius, Kak?" tanya Sinta meyakinkan.


"Iya!"


"Yey, terima kasih ya kak!" ucap Sinta dengan senyum bahagia sambil memeluk Sulis.

__ADS_1


"Sekarang kita tidur, karena besok kakak ada seminar." Sulis langsung bergegas menuju kamarnya.


"Terima kasih ya!" ucap Sinta.


Malam telah larut, Sinta pun sudah tertidur pulas di kamarnya.


Sinta sudah melupakan jadwal menghubungi kekasih hati, karena terlalu sibuk dengan urusan orang lain.


"Sinta..."


Panggil Sulis dari arah depan pintu kamar.


"Iya, Kak!" jawab Sinta yang masih berselimut.


"Dito kirim pesan ke kakak, katanya handphone kamu kok gak aktif?" teriak Sulis.


Kemudian Sinta langsung bangun dan mengecek handphone nya. Dia pun mencari keberadaan ponsel nya yang masih di dalam tas.


"Yah! Aku lupa charge," jawab Sinta.


"Huft! Kenapa aku bisa lupa mencharge hape?" gumam Sinta yang langsung mencari charger handphone.


Sinta pun segera bergegas ke kamar mandi setelah mencharge handphone nya.


Usai membersihkan diri, Sinta pun melaksanakan ibadah solat subuh.


Setelah menyelesaikan ibadah nya, Sinta segera mengenakan seragamnya lalu dengan cepat mengambil ponselnya.


Sinta pun menyalakan ponsel yang sudah mati semalaman.


Layarnya mulai berkedip, bertuliskan merk ponsel Android yang sangat terkenal.


Banyak notifikasi pesan masuk melalui aplikasi pesan berwarna hijau.


"Wah! Banyak pesan masuk," ucap Sinta seraya menepuk keningnya.

__ADS_1


Lalu dia membaca satu persatu pesan yang sudah masuk di aplikasi pesan berwarna hijau.


__ADS_2